Istri Simpanan Sang Mafia Kejam

Istri Simpanan Sang Mafia Kejam
ISSMK 30 - Mereka Masih Hidup


__ADS_3

*Visual Davin Hocane




Mau liat lagi? cek ignya aja 😂 Harshad Chopda. Untuk visual Rey dan Jenni sudah di kasih juga. Nama asli visualnya Disha Patani dan John Abraham. 😂


...****************...


Sepanjang jalan, Rey merasa ada sesuatu yang aneh dalam dirinya. Seolah melarangnya untuk pergi.


Wow, kejutan apa yang akan aku dapat hari ini sampai hatiku melarangku untuk pergi?


Tanpa menggubris perasaannya, Rey terus pergi menuju sebuah tempat yang sangat misterius.


Ia disambut dengan sangat hormat ketika sudah berada di depan pintu rumah besar yang sangat mewah dan mengeluarkan bunyi musik yang sangat keras.


"Silahkan masuk, bos!" Sambut kedua penjaga dengan membungkukan setengah badannya hingga Rey masuk ke dalam.


"Wah, wah, wah! Selamat datang calon tuan besar dari para Mafia!" Seorang pria tua menyambutnya dengan rentangan tangan, lalu disambut oleh Rey.


Mereka duduk di atas sofa paling ujung yang telah diduduki oleh seorang wanita cantik dan berpakaian sangat minim. Rey langsung duduk disebelahnya sambil meraih minuman yang berada di tangan wanita itu.


"Bagaimana hari-harimu tanpa aku?" Wanita itu merebut kembali gelas berisi minumannya dan meminumnya.


Keduanya minum bergantian, Rey masih belum menjawab pertanyaan wanita itu.


Ia menenggak minuman itu sampai habis terlebih dahulu, barulah setelah itu mulai menatap wanita itu sambil tersenyum.


"Sangat menyebalkan, dia tidak memberiku kehangatan sedikitpun!" Ketusnya lalu tak kama tawa keras mengiringi.


"Kalau begitu, ayo!" Menarik tangan Rey. Namun Rey masih duduk di atas sofa mengabaikan tarikan tangan itu.


"Nanti saja, aku masih ingin menikmati pesta ini!"


Wanita itu memanyunkan bibirnya, membuat Rey gemas dan langsung mencuri ciuman panas dari bibirnya.


"Bilang nanti, tapi sekarang saja kau sudah begini!" Ketusnya sambil berdiri menjauh dari Rey.


Sekian menit Rey menikmati kenyamanan duduk di sofa sambil menikmati berbagai macam minuman dan alunan musik. Kenyamanan itu hilang, saat Rey menangkap ada sebuah bayangan wajah wanita yang melintas dalam benaknya. Jennifer.


Kenapa dia bisa selalu membuatku memikirkannya?


Selama ini Rey selalu berusaha agar tak jatuh cinta pada Jenni, namun seakan cinta tak peduli tetap bersarang di hatinya.


"Lagipula, dia ingin balas dendam saja. Tidak mungkin bukan, bahwa dia benar-benar mencintaiku?" Ia bergumam sendiri, menduga-duga. Tak mengetahui bahwa Jenni sudah sedalam itu membuat rasa cinta di hatinya untuk Rey.


"Rey, bagaimana rencana kita? Apa dia benar-benar percaya bahwa aku dan Meira sudah tiada waktu itu?"


Rey melirik pria yang berdiri disampingnya itu, lalu menatapnya dengan senyuman.

__ADS_1


"Yeaah, seperti yang kau inginkan." Jawabnya dengan nada acuh.


"Lalu bagaimana dengan kekuasaan itu?"


Rey terdiam, kemudian menegakkan duduknya. Kini pikirannya ada pada sebuah ruangan yang dipakai untuk mengurung sepasang suami istri. Sudah bertahun-tahun lamanya, sejak Rey sibuk dalam misi dan rencananya belum menyapa mereka lagi.


"Aku harus menemui mereka dulu." Ucapnya tak menjawab pertanyaan Lucas terlebih dahulu.


Lucas senantiasa mengikuti dari belakang, berpura-pura setia. Padahal dalam hati ia juga menginginkan kekuasaan besar untuknya dan geng mafianya.


Aku akan jadi ayah mertua dari seorang mafia terbesar di dunia ini!


Kekuasaan, membuat semua lupa akan siapa dirinya. Bahkan membuat lupa siapa yang telah membuat namanya menjadi besar dalam lembah dunia hitam tersebut.


Dunia hitam yang telah menumpahkan banyak darah dalam setiap tindakannya.


Rey telah sampai di depan ruangan itu, ruangan yang sangat tersembunyi sampai banyak orang yang tidak bisa menemukannya.


"Apa kabar, aku datang setelah bertahun-tahun lamanya apa kau tidak merindukanku?" Sapa Rey pada sepasang suami istri yang tak lagi muda itu.


Keduanya duduk diatas ranjang, dengan makanan yang diatas meja masih terlihat utuh.


"Ups, sekarang aku menantu kalian! Lihat ini!" Menunjukan foto pernikahannya dengan Jenni.


Kedua orang itu langsung menatap tak percaya pada foto itu.


"Tidak mungkin!" Sergah Hilya, ibu kandung Jennifer yang telah disembunyikan Rey puluhan tahun lamanya.


Keduanya setiap hari dalam puluhan tahun tersebut terpaksa harus menjadi tawanan dari sang mafia kejam bernama Rey tersebut, akibat Adrian, ayahnya Jennifer yang menolak membagi kekuasaannya dengan Rey dan keluarga Meira.


Hilya dan Adrian menangis lirih, meratapi nasib keluarganya yang telah hancur akibat perebutan kekuasaan mafia tersebut.


"Tolong, jangan sakiti putriku! Dia tidak bersalah!" Adrian memohon sambil bersimpuh di kaki Rey.


Bruk


Rey menendang tubuh Adrian hingga terbentur ke dinding dan tidak sadarkan diri. Membuat Hilya menangis histeris.


Rey sama terkejutnya dengan Hilya, hingga ia menyesali perbuatannya. Namun egonya masih tetap tidak menyesali perbuatannya.


Cih, kenapa aku mulai peduli dan merasa kasihan pada si renta ini?!


"Panggilkan dia dokter!" Perintahnya pada anak buahnya yang menjaga dari belakang. "Aku tidak bisa membiarkannya mati tanpa menyerahkan kekuasaannya dulu!"


Setelah itu, Rey meninggalkan tempat itu dan bergegas naik ke lantai atas club, lebih tepatnya naik ke kamar VVIP yang selalu disediakan pihak club untuknya dan Meira.


Di kamar Meira sudah terlihat sangat menawan dengan riasan yang membuatnya tampak lebih terlihat menawan.


"Owwww, sayang kau selalu terlihat cantik!" Pujinya sambil memeluk Meira dari belakang.


Lekuk tubuh yang terlihat dari pakaiannya yang sangat ketat membuat Meira begitu terlihat sangat menggugah selera Rey.

__ADS_1


"Dia sangat membosankan, tidak sepertimu yang selalu membuat ekspetasiku menjadi kenyataan!"


"Aarrghhh, apa yang kau lakukan?!" Kesalnya sambil mengelus perutnya yang terkena cubitan Meira.


"Kau membahas musuhku saat bersamaku, apa kau bosan hidup?!" Meira mengeluarkan pistol dari dalam laci meja riasnya, kemudian menodongkannya ke dada Rey.


Rey terkekeh, kemudian meraih tangan yang memegang pistol tersebut, meletakannya di bagian lain.


"Jangan disini, ada dirimu. Disini saja!" Meletakannya di depan dahi.


Meira memanyunkan bibirnya, kemudian berdiri dan menarik Rey hingga terjatuh ke atas ranjang beserta dirinya juga.


Keduanya memulai proses penyatuan mereka.


...****************...


Davin dan Jenni menatap layar laptop tak percaya.


Jenni sejak tadi sudah menangis terisak dengan kepala bersandar pada bahu Davin.


"Tegarlah, ada dua nyawa yang mesti kita selamatkan. Dan ada pembalasan yang harus kau lakukan!" Davin berusaha membangunka semangat Jenni, dengan suara lembut nan perhatian ia berhasil membuat Jenni tersenyum.


"Hapus air matamu, jangan mengeluarkannya untuk pria yang tidak memiliki cinta untukmu." Ucapnya seraya menghapus air mata Jenni.


Jenni merasa terenyuh, kata-kata Davin mampu membangun kembali semangatnya.


"Bukan dua, Sintia juga-"


"Dia rekan Rey." Potong Davin.


"Jeremy, Sintia, Lucas, pamanmu, dan juga Meira itu adalah sekutu Rey."


"Lalu kau dan Sintia-"


"Dia istriku, tapi mengkhianatiku dengan Jeremy dan Rey. Itu sebabnya waktu itu aku meninggalkannya. Saat aku tertembak, Rey hanya mengobatiku karena dia tidak ingin namanya tercemar." Lagi-lagi Davin memotong kata-kata Jenni.


Jenni tertunduk, ia tak menyangka cobaan yang telah Davin alami berkali-kali lipat lebih dari apa yang menimpa dirinya.


"Bersyukurlah, orang tuamu masih bernapas. Sekarang kau pergilah istirahat, lakukan apa yang telah aku instruksikan nanti. Jangan lupa lepaskan kamera di pakaian Rey jika dia pulang." Jenni mengangguk, kemudian langsung bergegas pergi.


"Jen," panggil Davin saat Jenni akan membuka pintu.


Jenni membalikan lagi tubuhnya, ia menatap Davin yang tersenyum padanya.


"Ya?"


"Aku harap kau selalu baik-baik saja, semoga ada waktu yang tepat untuk kita membuat Rey dihukum seberat perbuatan buruknya!" Davin berdiri, kemudian membukakan pintu untuk Jenni.


"Ayo, aku tidak akan membiarkanmu pulang sendiri. Aku akan mengikuti mobilmu dari belakang!"


"Davin, aku-"

__ADS_1


Bersambung...


Up 1x tapi lumayan panjang, semoga kalian memaklumi kesibukan author remahan ini.


__ADS_2