Istri Simpanan Sang Mafia Kejam

Istri Simpanan Sang Mafia Kejam
ISSMK 16


__ADS_3

"Maafkan kami mengganggu, Tuan!" Dua orang bertubuh besar datang seraya membungkuk memberi hormat pada Nicholas dan Sintia.


"Ada apa?" Nicholas menjawab dengan pertanyaan diiringi nada bahagia karena menganggap dua orang anak buahnya itu berhasil menyelamatkannya dari permintaan Sintia.


Dua orang itu menjelaskan dengan detail, membuat yang mendengarnya mengerutkan dahi tidak dengan Nicholas yang merasa sangat kesal.


"Siapa dia?" Nicholas enggan menjawabnya, lalu kemudian segera pergi melajukan mobilnya.


Meninggalkan Sintia yang masih bertanya-tanya, mobil itu membelah jalanan menuju arah yang tadi Nicholas lalui. Hingga akhirnya mobil berhenti tepat di depan rumah kecil milik Jennifer.


Saat masuk, ia mendengar suara wanita yang sedang muntah di dalam kamar mandi.


Lalu tak lama, mendengar rintihan tangis. Seperti mendapat sebuah anugerah, Nicholas tersenyum lebar, hingga sesaat kemudian menghilangkan senyum itu ketika si penghuni rumah keluar dari kamar mandi.


"Anak siapa?" Menunjuk perut Jennifer dan menatapnya tajam.


Apa itu anakku?


Dalam hati ia teramat senang, namun tak bisa mengungkapkan rasa haru, senang, bahagianya dikarenakan sebuah keadaan darurat nan membahayakan.


"Ini..."


"Dengar, ya! Kau sama saja seperti wanita lainnya! J*l*ng!"


Kedua kalinya Nicholas memanggil Jennifer dengan sebutan itu, membuat Jenni merasa sakit hati.


Jenni kembali mengingat Rey yang bahkan tak pernah kasar padanya sedikitpun. Selalu menatapnya dan memanggilnya penuh kasih sayang.


Tanpa berkata-kata lagi, Nicholas bagaikan orang linglung yang beberapa kali pergi dan kembali ke rumah Jenni. Kali inipun Nicholas pergi ke rumah Jenni hanya karena mendengar kabar Jenni yang memiliki tanda awal kehamilan.


Apa aku bisa jujur suatu saat nanti tentang semua ini padanya?


Apa harus sekarang? Dia tidak tahu apapun, bukan?


Menimang-nimang keputusan dalam hatinya, itulah yang saat ini Nicholas lakukan dalam mobilnya yang masih terparkir di depan rumah Jenni.


Nicholas turun kembali dari mobilnya, ketika melihat sebuah bayangan hitam yang menghampiri rumah Jenni.


Dengan cepat ia masuk kedalam rumah Jenni dan menarik tangan Jenni keluar dari dalam rumah.


"Kau akan aku sembunyikan, aku peringatkan jangan pernah menunjukan dirimu ke hadapan umum! Atau kau bisa mengotori namaku dalam perusahaanku!" Tegas Nicholas yang langsung diangguki patuh oleh Jenni.


Dibalik statusnya sebagai mafia, Nicholas juga menjalankan perusahaan keluarga Sintia yang menjadi keluarga pengusaha terkaya di bidang material dan industri.


Kedatangan Nicholas yang dibawa Sintia membuatnya harus membalas budi dengan membantu Sintia menjalankan usahanya dan menjadi suaminya.


Aku ingat padamu,


tapi aku lebih mengingat niat burukmu, Jennifer!


Tapi, ya... Tidak ada yang bisa menggantikan cinta di dalam hatiku yang hanya ada dirimu.

__ADS_1


"Statusmu adalah wanita simpanan, jangan pernah berharap kau akan keluar dan berhadapan dengan umum dengan memperkenalkan dirimu sebagai pasanganku!" Nicholas kembali mengingatkan Jennifer.


Jennifer meski dengan terpaksa, ia mengangguk mematuhi setiap kata-kata Nicholas.


Meski dalam hatinya sakit, ketika melihat wajah Nicholas ia menjadi sangat merasa bersalah pada Rey. Hatinya menjadi berharap besar, bahwa Nicholas adalah Rey.


Namun semua tak seperti yang ia harapkan, ketika mendapati sikap Nicholas yang berbandi jauh dengan Rey membuatnya menelan pil pahit kekecewaan.


Setidaknya, aku punya kenangan Rey. Suara hatinya berbicara, tangannya menyentuh perutnya sendiri membayangkan bahwa ia memang hamil seperti yang dikatakan Nicholas.


Hamil anak dari Rey, betapa bahagianya Jenni saat ini. Meski di sisi nyata Jenni terjebak dalam hidup mafia kejam lainnya, yaitu Nicholas.


...****************...


Tak Jenni duga, kini ia sedang berada di dalam pesawat bersama Nicholas yang sejak masuk ke dalam pesawat sikapnya berubah drastis.


Semua perubahan itu te tentunya membuat Jenni terkejut, terutama saat Nicholas terus menggenggam tangannya dengan lembut.


"Kau merasa bingung bukan." Melirik Jenni yang terlihat kebingungan. Kemudian meraih kedua bahunya dan memeluknya.


"Jangan bingung, kau pasti tahu segalanya!" Melepaskan pelukannya dan mengelus perut Jenni.


"Rey!" Mata Jenni berkaca-kaca menatapa Nicholas tak percaya.


Nicholas mengangguk, lalu memeluk Jenni lagi.


"Aku akan meninggalkanmu di tempat yang aman, dengan bayiku juga! Setelah semua aman aku akan kembali dan menjemputmu!" Rey berbicara sambil membingkai wajah Jenni.


"Ayo, cepat! Disini masih berbahaya juga!" Menarik tangan Jenni, membawanya masuk ke dalam mobil sedan berwarna biru yang sudah menunggunya di luar bandara.


Selama perjalanan Jenni tak berani bicara sepatah katapun, ia hanya diam. Bukan karena sengaja melainkan Jenni tertidur.


Hingga saat sudah dekat, Rey terkejut di belakang mobil yang ia tumpangi sudah ada beberapa mobil mengikuti.


"Putar di belokan itu!" Perintah Rey pada supir.


Mobil langsung diputar ke arah yang ditunjuk Rey, saat sudah berada di depan jalanan sempit, Rey sengaja turun dengan menggendong Jenni dan membawanya masuk ke sebuah rumah terpencil.


Mobil yang Rey tumpangi sudah Rey perintahkan untuk diputar balik. Semua tidak lain hanyalah akal Rey untuk mengecoh mereka.


Di dalam rumah, Jenni direbahkan diatas ranjang yang sudah disiapkan oleh pelayan Rey.


"Jaga dia sampai aku kembali!"


...*********...


Suasana nampak hening, dengan jalanan yang telah dipenuhi darah dari beberapa orang pria berjubah yang sudah tergeletak dipenuhi luka tembakan dan senjata tajam.


Rey memberi instruksi membuka satu-persatu jubah orang-orang yang telah ia lenyapkan tersebut.


Ketika jubah kedua dibuka, Rey tersenyum puas melihatnya.

__ADS_1


"Rupanya kau masih memiliki nyali dan hidup kembali untuk membalasku, ya?!" Kata Rey sambil menghampiri orang itu dan memberi perintah dengan isyarat.


Orang-orangnya yang telah mengerti segera melakukan perintah Rey, mereka mengangkut satu-persatu jasad orang-orang itu dan memasukannya kedalam mobil bak tertutup.


Hingga tak butuh waktu lama, mobil pengangkut jasad itu sudah pergi menjauh.


"Apa yang kau lakukan? Kau membunuh orang-orangmu sendiri, Nicholas!"


Rey berbalik, mengenali suara itu. Ia tidak menunjukan raut wajah mencurigakan sedikitpun hanya menunduk sambil tersenyum.


"Mereka pengkhianat." Ucapnya sambil menunjukan bukti yang memperlihatkan mereka sedang mengejarnya di perjalanan.


Wanita yang diketahui kakak dari Sintia itu akhirny percaya berbekal bukti-bukti yang ditunjukan Rey.


"Lalu apa tujuanmu kesini?"


Rey tidak mejawab dan menjelaskan apapun, ia langsung memasuki mobil yang tadi mengantarnya bersama Jenni.


"Aku sedang melindungi kalian," ucapnya sebelum menutup pintu.


Wanita itu tersenyum, bangga pada Rey yang sebenarnya tidak sedikitpun ingin melindunginya melainkan sedang mengatur siasat untuk menghancurkan mereka.


Di rumah kecil, Jenni terbangun dari tidurnya dan panik menyadari ia bangun dalam ruangan yang sama sekali tak dikenalinya.


"Rey!" Jenni berteriak-teriak sambil berlarian kesana kemari, wajahnya nampak jelas sangat takut.


Namun ketakutan itu tak berlangsung lama ketika Rey sudah datang dan memeluknya.


"Aku disini, jangan khawatir. Semua baik-baik saja!" Sambil mengusap lembut wajah Jenni dan mengecup keningnya.


Jenni memeluk Rey erat, seolah rasa takutnya akan hilang jika ia memeluk Rey.


"Kapan semua ini akan berakhir, aku tidak suka hidup dalam keadaan yang selalu menakutkan seperti ini?" Rey terdiam mendapatkan pertanyaan itu, ia sendiri tidak tahu pasti.


Jenni melepaskan pelukannya, Rey langsung membawa Jenni duduk ke dalam kamar.


"Berhentilah jadi Mafia, agar hidup kita tenang!" Pinta Jenni sambil menatap mata Rey dalam.


Rey tertegun, ia justru berfikir jika berhenti jadi Mafia justru akan membuatnya berada dalam bahaya yang lebih besar.


"Jenni, semua tak mudah. Berhenti dari Mafia, artinya kita...." Panjang lebar Rey menjelaskan, hingga saat ia berhenti mejelaskan air mata sudah membasahi wajah Jenni.


"Ada sebuah hal besar yang harus kau ketahui, hal yang mungkin kau cari selama ini."


"Apa itu?" Jenni menatap Rey penasaran.


"Pembunuh keluargamu itu...-"


Bersambung...


Cuma keburu up 1x bahkan novel lain enggak up sama sekali 😂 mohon maaf ya semuanya 😭

__ADS_1


__ADS_2