
Mama Santi menarik sang putri ke kamarnya dengan membekap mulut Mita.
" Huh.. hah.. huh... mamaaa, mama mau Mita mati kehabisan napas??!!" ucap Mita saat mamanya membuka bekapannya di mulut Mita.
" Hehh... dari mana aja kamu, trus baju seragam kamu kenapa, kayak kebo gupak di comberan. ..!!" cecar mama Santi yang melihat tampang putrinya yang sangat kacau.Apalagi melihat seragam putrinya yang kotor dan rambut yang acak-acakan.
" Enak aja kalau aku kebo ,kalau aku kebo mama apa dong, emaknya kebo?!" ucap Mita dengan membalikkan perkataan sang mama.
" Haisshhh.. udah sekarang kamu mandi dandan yang cantik karena kita mau kenalin kamu sama calon suami kamu... " ucap Mama Santi dengan mendorong tubuh Mita ke kamar mandi.
" Hahhh...mama, calon suami... nggak ah...bukannya kata kakek nanti nanti aja nikahnya?" tolak Mita menahan tubuhnya masuk ke dalam kamar mandi.
" Udah.. sekarang kamu mandi,mama tungguin.. cepetannnn.!! " ucap Mama Santi mendorong tubuh Mita ke dalam kamar mandi tak bisa lagi Mita bantah.
Sementara di kamar mandi Mita berpikir gimana caranya untuk kabur.tapi,dia ingat cerita sang kakek,hanya dia yang bisa menyelamatkan perusahaan Pradana. Hati Mita tambah galau karena dia belum siap untuk bertemu dengan calon suaminya. Apalagi dia masih sekolah,dia takut kalau-kalau dia akan di nikah kan dalam waktu dekat,itu membuat cita-cita nya ambyar nantinya.
Akhirnya Mita membersihkan diri selama dua puluh menit, setelah selesai Mita keluar kamar mandi dan ternyata, Mama Santi masih setia menunggunya.
" Astaghfirullah mama, ngagetin aja..!!" pekik Mita saat mendapati sang mama yang masih duduk di pinggir tempat tidur miliknya.
" Udah, ini ganti baju kamu terus dandan, pake bedak deh biar kelihatan lebih cantik" ucapama Santi dengan exited.
" Mama nih seneng amat kalau aku mau nikah muda.. bukannya sedih ." protes Mita melihat tingkah sang mama nya yang sedang terlihat bahagia .
" Pokoknya kamu nggak akan rugi di jodohin sama Jodi,percaya sama mama." ucap Mama Santi dengan menyiapkan putrinya supaya lebih terlihat feminim.
Setelah selesai dengan dandanan yang sederhana namun tetap terlihat cantik.Mama Santi pun tak menyangka jika putrinya terlihat feminim tentu terlihat sangat manis.
__ADS_1
Mama Santi dan Mita melangkah ke ruang tamu disana masih dengan suasana hangat dengan saling bercengkerama bertukar cerita satu sama lain, walaupun terlihat Jodi begitu cuek dan hanya fokus dengan ponselnya.
" Nah itu dia anak ku Dan, ini Paramita Ananda biasa di panggil Mita" ucap Papa Gilang mperkenalkan sang putri saat mama Santi dan Mita bergabung dengan mereka di ruang tamu itu.
" Wah,cantik nya pah calon mantu kita, benar kan?!" ucap bunda Wina heboh dengan menatap wajah ayu Mita yang tidak ngebosenin dilihatnya.
Walaupun dengan pakaian sederhana dan dandannya sederhana menampakkan kecantikan alami milik Mita.
" Salam kenal tante saya Mita, Om ,juga kakek, selamat datang di gubug penuh kehamilan milik Tuan Gilang Pradana. " ucap Mita dengan sopan menyalami calon mertuanya dan juga kakek Bakti dengan sedikit candaan.
Semuanya dengan senang hati menyambut anak manis di depan mereka apalagi bunda Wina memeluk Mita dengan erat seolah menyalurkan kerinduan pada seseorang.
Sementara Jodi masih fokus dengan ponselnya karena juga pekerjaan nya banyak tertunda.Tak mengindahkan kehebohan kedua orang taunya dan juga kakeknya menyambut calon nona muda keluarga Mulya.
" Nah ini Jodi anak bunda, calon Suami kamu." ucap bunda Wina menunjuk Jodi yang sedang tertunduk tak menggubris omongan sang bunda.
" Dia memang begitu,sangat gila kerja.Pekerjaannya sangat padat ,selama ini dia nggak pernah ngerasain libura Ta.." bisik Bunda Wina menjawab pertanyaan sang calon menantunya.
" Jodi Ayo kenalkan calon istri kamu, ini Mita"
ucap papa Dani sukses membuat Jodi mendongak menatap sang papa.
" Itu calon istri kamu." ucap Papa Dani menunjuk ke arah Mita.
Jodi akhirnya menoleh pada sang calon istri dan betapa menakjubkan pemandangan itu sang calon istri yang dia lihat terlihat cantik walau dengan make up tipis.
__ADS_1
Keduanya saling bertatapan dengan wajah mereka yang terlihat terkejut ,tanpa sadar mereka saling mengagumi.
" Omo.. omo.. omo... oppa... mamaaaa... oppa Lee mamaaa... !!" jerit Mita dengan hebohnya dan langsung memeluk sang mama.
"Bunda ,bener ini anak bunda, nggak pake topeng kan, trus beneran ini calon suami Mita? " ucap Mita heboh sendiri melihat penampakan wajah calon suaminya sesuai dengan impiannya.
" Astaga kenapa dia begini sih... bar bar banget nggak ada manis -manisnya sikapnya ,percuma wajah cantik tapi norak gini... " batin Jodi
Plak
Mama Santi sampai memukul lengan Mita dengan pelan,menyadarkan Mita untuk mengkondisikan dengan keadaan.
" Markonah... kondisikan!! " bisik mama Santi melihat tingkah sang putri yang petakilan.
Mita pun hanya bereaksi tanpa dosa hanya nyengir kuda dan menatap takjub calon suaminya.
" Hahahaha... " semua orang tertawa melihat tingkah calon menantu mereka namun disisi lain mama Santi geram dengan tingkah Mita yang terlihat norak.
" Lucu banget sih kamu nak,unik banget anak mu jeng? "ucap bunda Wina merasa terhibur dengan tingkah Mita
Bunda Wina menebak jika nanti mereka menikah pasti hidup Jodi bisa lebih berwarna. Dan itu membuat bunda Wina tak sabar melihat tingkah ajaib menantunya yang pastinya membuat Jodi kelabakan,apalagi kalau Jodi sampai macam-macam pastinya sudah di pastikan bahwa Mita tak akan terima dengan tingkah Jodi yang selalu tebar pesona.
" Maafin anak mama Jo,dia memang gitu, tapi.. dia selalu jujur tanpa basa basi anaknya " ucap Mama Santi menatap tak enak hati pada Jodi yang sedari tadi melihat Mita dengan tatapan yang tak nyaman.
Tertemuan itu berjalan dengan lancar walaupun tidak bagi Jodi, dia sangat pusing melihat tingkah Mita dan juga ocehanya namun membuat semua tertawa lepas.Suasana yang tercipta begitu hangat apalagi dengan melihat tingkah Mita yang super ajaib,tapi..dia juga sedikit kagum dengan sikap Mita yang gampang berbaur dengan orang baru.Apalagi sikapnya pada para bodyguard yang terlihat sangat mengerti dengan profesi mereka. Entahlah mengapa Jodi menangkap akan sisi lain yang gadis itu sembunyikan dengan sangat rapat.
Selesai makan malam mereka bersantai bersama,sedangkan Mama Santi dan Bunda Wina sibuk mengurusi cemilan di dapur dan Mita yang sibuk mengoceh dengan mengelus piring dan perabotan bekas mereka makan malam tadi . para lelaki duduk santai di ruang tamu,sedang Jodi di luar sedang menikmati rokoknya dengan pikiran melayang entah mengapa dia pusing memikirkan Perjodohan nya ini.
__ADS_1
Bersambung