Istri Tuan Muda Danial ( Revisi)

Istri Tuan Muda Danial ( Revisi)
# Perjodohan ( Revisi)


__ADS_3

" Ayah.. Gilang mohon sudah cukup, jangan di lanjutkan,maafin Gilang karena nggak tau apa yang menimpa keluarga kita yah.." ucap papa Gilang memeluk tubuh renta sang ayah...


Mita yang melihat reaksi sang papa begitu terlihat papanya khawatir dengan keadaan kakek Pradana sontak Mita dengan wajah basuh bingung tentang apa yang barusan kakeknya ceritakan.


Begitu teganya Mira melakukan kejahatan pada suaminya sendiri ,dan tidak dapat di bayangkan betapa sakit hatinya suami Mira saat mengetahui bahwa selama ini dia hanya di peralat untuk tujuan tertentu.


Cinta yang membuat Galang membutakan matanya ,menulikan pendengaran nya. Dia tak perduli tentang berita seputar Mira di luaran sana.Yang Galang lihat saat di rumah Mira sangat baik di mata Galang ,untuk urusan seputar suami istri pun Galang tak keberatan karena memang Mira mengatakan jika dia belum sanggup melakukan nya selain waktu Galang mabuk waktu itu.


Tak lama Mira mengandung dan itu membuat Galang sangat bahagia dan menuruti apapun kemauan Mira ,karena Galang menganggap anak yang di kandung Mira adalah anaknya .Namun, kenyataan pahit harus Galang telan..dari mulut Mira sendiri mengakui jika Chika bukanlah darah daging Galang.


Saat itulah Galang merasa terguncang oleh pernyataan Mira dan karena sakitnya pun Galang menyerah pada keadaan dia lebih baik tak ada dari pada harus merasakan sakit yang lebih lama lagi.


Kakek Pradana pun tidak kalah terguncang dengan semua yang terjadi di kehidupan Galang,cucu yang sejatinya dia sayang dari lahir ternyata bukan darah dagingnya sendiri.


Apalagi saat tahu Mira juga memanfaatkan anaknya sebagai alat untuk menadapatkan warisan dari Galang.


" Mereka mengincar kalian ,bukan cuma ayah, sementara para pemegang saham sudah mulai ingin menarik diri karena perusahaan sedang kacau sekarang, dan saat ini hanya ada sahabat Ayah yang akan membantu dan menanamkan saham sebesar 25% tapi,belum bisa membalikkan perusahaan itu pada kita jalan satu-satunya hanya Mita yang bisa membuat perusahaan berpihak pada kita. " ungkap kakek Pradana menatap sendu sang cucu.


Mita yang mendengar namanya di sebut,dan dia yang bisa membantu sang kakek pun langsung mendongak kan wajahnya menatap wajah sedih sang kakek.


" Hahhhh.. kok Mita kek, eemmm..maksud Mita kok bisa gitu,kan Mita masih kecil ?"tanya Mita bingung dengan penyataan sang kakek.


"Gilang,apa kamu ingat seorang yang kita kenal dengan nama Dani Mulya, dia bukannya sahabat lama kamu waktu SMA? " tanya sang Kakek memandang putranya.


" Dani Mulya..?" Papa Gilang masih berusaha keras mengingat nama yang disebut sang ayah

__ADS_1


" Ahhh.. iya kenapa yah,apa dia yang akan membantu perusahaan?" tanya Gilang saat mengingat nama itu,seorang teman lamanya.


Mendapatkan pertanyaan itu kakek Pradana mengangguk tanda membenarkan.


" Ayah Dani yaitu Bakti Mulya yang menawarkan bantuan nya sama ayah namun, jika dia membantu pun cuma sekedar menanam modal sebesar 15%- 20% dan itu berarti Burhan masih berkuasa,karena surat kuasa dari Galang" terang Kakek Pradana.


Kakek Pradana menatap wajah cucunya dengan tatapan sendu.Bangaimana tidak,dari dulu dia tak pernah mengharapkan kehadiran Mita berada di kehidupan Pradana,namun,takdir berkata lain..nasib seorang Pradana yang sombong ada di tangan bocah yang terkenal bar-bar itu.


" Trus gimana Mita bisa bantu buat mengembalikan Pradana Group ke tangan kita Kakek lagi ? " tanya Mita dengan wajah bingungnya.


Pertanyaan Mita sontak membuat Kakek Pradana,papa Gilang dan Mama Santi memandang gadis yang terlihat polos itu.


" Dengan menikah" jawab sang Kekek Pradana singkat.


" Hahahaa... kakek ngelawak aja, Mita kan masih SMA trus Mita harus menikah sama siapa,pacar aja Mita nggak punya " ucap Mita dengan tawa yang garing menanggapi omongan kakeknya dengan lelucon.


" Kakek serius Mita, kamu harus menikah dengan cucu Bakti Mulya yang sekarang mempunyai Bisnis hiburan di Inggris sana " jawab sang kakek dengan menatap sang cucu dengan wajah serius.


" Wah... anak sultan dong ...ehhh, tapi kan gw kan nggak kenal" batin Mita mendengar penjelasan sang kakek.


" Eeemmm,Tapi..Mita nggak mau nikah Kek, Mita masih ingin kuliah. Terus kerja,Mita juga belum punya tabungn sendiri buat kesenangan Mita. " ungkap Mita dengan mencebikkan bibirnya.


Santi melihat reaksi sang putri tentu sedih,apalagi mengingat sifat Mita yang bar-bar dan susah di atur. Jangankan buat kopi untuk sang papanya,membereskan kamarnya saja Santi yang harus turun tangan.


"Apa nggak ada jalan lain Ayah, maksudnya Santi..jangan sampai ngorbanin Mita juga, bisa kan kita melawan dengan kepemilikan saham Ayah juga mas Gilang di perusahaan." ucap Santi tak bisa membiarkan sang putri kecilnya jadi korban apalagi Mira yang sangat haus harta takut akan nasib sang pitri yang pasti akan terancam.

__ADS_1


Kakek Pradana menghembuskan nafas kasarnya ,rasanya dia pun tak tega mengorbankan Mita tapi, bagaimana lagi..Bakti hanya ingin menikahkan cucu kandung Pradana,hanya Mita lah cucu kandung Pradana.


" Saham kita hanya 35% San, itu jika kita gabungkan antara punya aku juga Ayah. dan 65% itu dalam kekuasaan Mira dan Burhan. " jelas papa Gilang menatap lembut sang istri dan menggenggam tangan istrinya dengan erat.


" Terus, kenapa Ayah menyuruh Mita untuk menikah dengan anak dari Dani Mulya?" tanya Mama Santi semakin bingung.


" Menurut orang ayah ada beberapa pemegang saham ingin menjual saham mereka karena perusahaan pun sekarang sedang ada banyak masalah di bawah Kepemimpinan Burhan dan ayah berusaha menahannya dulu sebelum mengiyakan bantuan Bakti Mulya " ungkap Kakek Pradana.


" Maka dari itu ,jika Mita menikah dengan cucu Bakti Mulya dia akan otomatis membeli saham yang akan dijual itu dan saham yang kita miliki akan di gabungkan dengan punya suami Mita nanti karena saham yang ayah dan Gilang punya akan kami hibahkan atas nama Mita jadi besar kemungkinan Keluarga Mulya akan melindungi Mita dengan bebas." jelas sang kakek Pradana pada Santi dan Mita.


" Tapi kan Mita masih sekolah Kek, terus kuliah Mita gimana? " tanya Mita frustasi "Mita nggak mau nikah maaa... hiks hiks" Mita menangis sedih mengingat dia mempunyai cita-cita yang tinggi


" Mita, dengar kakek ..kakek jamin kamu masih bisa sekolah dan nanti lulus kamu bisa kuliah, kamu nanti bisa diskusikan dengan suami kamu. " ucap kakek Pradana menyakinkan sang cucu.


Mita memandang kedua orang tuanya apalagi melihat wajah sendu sang papa,Mita tahu papanya khawatir dengan kondisi Perusahaan keluarganya, walaupun dulu pernah tak dianggap mustahil jika papanya tak pernah memikirkan tentang keberadaan perusahaan yang sudah begitu susah payah sang kakek dirikan dan kini ,ada pihak lain yang memanfaatkan untuk menghancurkan nya.Tentu Mita tak bisa tinggal diam.


" Dua hari lagi Dani juga istrinya akan kembali ke Indonesia dari Korea, nanti akan kakek undang kemari untuk makan malam jika Mita setuju dengan persyaratan Bakti Mulya.Mita akan bertemu dengan calon suaminya anak dari Dani Mulya" terang Kakek Pradana menatap Mita dengan wajah penuh pengharapan.


" Papa sama Mama , menyerahkan keputusan nya sama kamu nak..tapi, mama minta keikhlasan kamu ..Mit, Mama dan papa tidak ingin menjerumuskan kamu dengan pernikahan yang membuat kamu tak bahagia, walau pun ini salah satu cara untuk menyelamatkan Perusahaan keluarga kita Mit " ucap Mama Santi dengan menggenggam tangan sang putri.


" Baiklah... tapi, kalau dia menolak Mita, itu bukan salah Mita,aku setuju sama syarat keluarga Mulya.. " ucap Mita dengan ekspresi tak terbaca.


Ketiga orang yang tadi sempat tegang melihat respon Mita yang tak bisa terbaca pun merasa kaget dengan keputusan Mita yang menerima perjodohan nya dengan cucu pewaris Keluarga Mulya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2