
Keesokan harinya Mita harus bersiap untuk pergi ke suatu butik bersama mamanya juga Jodi dan bunda Wina.mereka ke butik karena akan Fitting baju pengantin dan semalam keluarga calon suami nya akhirnya menginap dirumah nya.
Walaupun terlihat rumah nya sederhana namun kamar dalam rumah itu lumayan banyak karena memang sengaja di buat banyak kamar oleh Gilang karena dia sudah berfikir jauh saat Mita menikah dan punya anak akan butuh kamar banyak dan kebetulan rumah itu memiliki enam kamar.
Dor dor dor... 💢💢
Sura gedoran pintu yang selalu terdengar di setiap pagi di rumah itu.
" Markonah, buruan!!" teriak mama Santi di depan kamar putrinya dengan menggedor pintu kamar putrinya dengan suara merdunya yang menggema di seluruh rumah.
Sementara di ruang tamu, mereka mendengar teriakan Santi hanya tersenyum melihat tingkah Santi yang memang bar bar, makanya anaknya lebih bar bar dari emaknya pikir mereka.
" Kalian jangan kaget, tiap hari akan mendengar suara merdu Santi seperti itu.. " ucap kakek Pradana terkekeh mengingat sifat menantunya yang bar-bar tapi,penuh kasih sayang.
" Tapi, itu yang bikin rame,aku suka Dana tak ada kepura-puraan disini" ucap Kakek Bakti pada sahabatnya.
Ceklek
" Astaghfirullah Markonahhh..!!" teriak Santi yang melihat putrinya baru bangun tidur.
" Apaan sih maaa,bisa nggak sih..jangan kayak ibu tiri gitu." protes Mita
" Buruan mandi,kita harus ke butik.Kamu sudah ditunggu sama Calon mertua juga calon suami kamu." ucap Mama Santi pada putrinya dan masuk ke dalam kamar putrinya itu.
" Hah.. Astagaaa,mama maaf Mita lupa..!!" pekik Mita dan langsung masuk ke kamar mandi.
Sementara menunggu putrinya mandi Mama Santi membersihkan kamar putrinya supaya rapih kembali.
Lima belas menit kemudian Mita keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai baju ganti dan tinggal sedikit memoles wajahnya saja.
Sepuluh menit kemudian Mita pun sudah rapih dengan dandananya. Mita menghampiri Jodi yang duduk di taman depan rumah Mita.
__ADS_1
" Kudanil ,buruan !! seru Mita nyelonong melewati Jodi melangkah menuju mobil-mobil yang berserat dihalaman rumahnya.
" Heiii, Nyil !!" tegur Jodi dan memandang penampilan calon istrinya khas ABG
"Ini hasil gw nunggu lama,cuma begini tampilan lo?" tanya Jodi dengan nada mengejek.
"Astaga, ini mah gw bilang dandanan alakadarnya " ejek Jodi pada dandanan Mita.Dan menunjukkan senyuman yang mengejek.
" Emang, ini dandanan alakadarnya. kalau mau dandanan wahhhh... saat gw jalan sama pangeran William , buat apa gue harus wah sedangkan gue kan cuma jalan sama pangeran kodok..wleee "ucap Mita dengan menjulurkan lidahnya dan tertawa meledek.
" Pangeran kodok,enak aja lo !!" seru Jodi tak terima
"Belagak lo,Ayok..buruan, bentar lagi gw harus meeting, udah gw postponed 2jam " ucap Jodi menarik tangan Mita menuju mobil yang akan mereka tumpangi.
" Emang Abang kerja apa?" tanya Mita penasaran.
"Udah nggak usah nanya-nanya kepo, Masuk buruan!!" seru Jodi menyuruh Mita lekas masuk mobil.
" Ya elah apa salahnya tinggal jawab,kalau orang nanya gw bisa jawab apa kerjaan laki gw,tapi kan pernikahan gue itu dirahasiakan " gerutu Mita meratapi nasibnya sendiri
" Nggak usah kebanyakan nggerutu,pasang Seatbelt nya " ucap Jodi melirik ke arah Mita.
" Haiii, jangan begitu coba kamu Slow dikit,terus tarik." ucap Jodi dengan sedikit bersabar mengarahkan Mita supaya bisa.
Mita menarik perlahan dan benar saja Seatbelt itu baru bisa " Begini,tarikkkkk, Slow,CLEK.. terkunci, dah.. selesai !! " ucap Mita dengan nyengir kuda.
Jodi menghela nafas dalam untuk menghadapi calon istrinya yang bar-bar itu.Harus banyak banyak bersabar.
" Makanya jangan kasar-kasar jadi orang, Seatbelt aja nggak mau di kasarin sama lo " ejek Jodi dengan senyum miring
" Udah ayok,katanya buru-buru.. " ucap Mita dengan mendengus kesal.
Dan Jodi segera menanjap pedal gas nya dan mobil pun meluncur dengan cepat
" Wooooowwww...Slow boss!!" pekik Mita saat mobil itu meluncur diatas rata-rata.
__ADS_1
" Berisik!! udah tenang,berdoa aja semoga kita sampai tujuan dan pulang dengan selamat " ucap Jodi dengan cuek.
" Aaaminnn.... " ucap Mita mengaminkan omongan Jodi
" Lucu juga si Unyil ,tapi... memang sikap nya tak mudah di tebak." batin Jodi melirik Mita yang sedang fokus melihat jalanan
Satu jam mereka sampai di sebuah Mall di Bandung dan akan menuju butik yang terkenal di pusat kota Bandung.
" Nyil,Nyil,aisstt.. malah tidur ,Nyil..bangun..!!" teriak Jodi di depan wajah Mita
Namun hasilnya nihil ,Mita tetap tertidur lelap dan membuat kesal Jodi.Betapa kebo nya jika Mita tidur.
" Cantik juga walaupun nggak pake make Up tebal dia manis.. "batin Jodi
" Gimana nih banguninnya susah amat sih, oke gw coba cara mama mertua... 1 2 3. .MARKONAHHHHH....!!! " teriak Jodi di dekat kuping Mita dan berhasil.
" Iya iya.. iya.. mamaaaa !!" teriak Mita langsung membuka matanya dengan sempurna mendengar teriakan Jodu. yang disangka mamanya.
Hahahahaha...
. Tawa Jodi pun pecah saat melihat ekspresi Mita yang kaget dan terlihat kebingungan itu moment yang membuat Jodi tertawa dan melihat Mita yang begitu menggemaskan.
" Akhirnya lo bangun, susah banget sih si bangunin lo Nyil..? " keluh Jodi dengan mencoba menghentikan tawanya.
"Kudanil.. Lo jahat tau nggak sih, gw semalam nggak bisa tidur,gara-gara mikirin pernikahan kita " ucap Mita dengan tampang lesu khas orang bangun tidur.
" Udah nggak usah di pikirin,lama-lama lo cepet tua,gw nggak mau punya bini nenek - nenek " ucap Jodi dengan senyum jahilnya
Mita mendengar ucap Jodi menatap nya dengan tajam seperti ingin menerkam Jodi saat itu.
" Udah turun ,udah sampai kita.. " ucap Jodi lagi membuka pintu mobil.
" Ngeselin " gerutu Mita dengan membuka pintu mobil mengikuti langkah Jodi
Mereka melangkah masuk dalam Mall itu dan menuju dimana tempat salah satu butik di mall terbesar di Bandung.
__ADS_1
Jodi dan Mita berjalan beriringan tak ada acara genggam tangan dan sebagainya ,Jodi malah sempat mengangkat panggilan dan juga terlihat Mita yang masih lemas tak bersemangat saat jalan.Melihat hal itu membuat Jodi dengan cepat meraih bahu Mita dan merangkul nya.Mendapatkan perlakuan mendadak seperti itu pun akhirnya menatap Jodi sekilas,ingin rasanya protes namun saat melihat Jodi yang sedang sibuk bicara pada seseorang dan terdengar penting karena seperti membahas suatu pekerjaan akhirnya Mita hanya pasrah dengan apa yang dilakukan Jodi padanya selama masih terlihat tak berlebihan.
Bersambung