Istri Tuan Muda Danial ( Revisi)

Istri Tuan Muda Danial ( Revisi)
#85


__ADS_3

Semua orang kini sedang berada di ruang makan, tersajikan makanan yang menggugah selera.


" Chika makanlah nak, apapun yang akan terjadi kamu harus kuat, ada tante yangbselalu dukung kamu" kata mama Santi menguatkan Chika


" Sebenarnya kamu anak baik, cuma karena tante Mira yang cenderung matre dan kamu sedikit banyak pasti berdampak sama kamu, jadi ikutan begitu" ucap Mita dengan santai.


" Husttt.. kamu tuh kalo ngomong tuh di saring. jangan seenaknya aja" ucap Mama Santi pada putrinya


" Nggak papa tante, apa yang di bilang Mita itu. benar Chika memang selalu di manja sama mami, nggak tau kalau mami dapat duit dari mana..Chika ingin mami berubah" ucap Chika dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Sementara itu Mira yang baru sampai rumahnya, mencari keberadaan putrinya namun dia tak menemukan nya.


" Bi Dimana Chika? tanya Mira pada ART nya.


" Maaf nyonya saya sudah dari kemarin, saat non Chika pamit sama saya mau nginep di rumah temennya saya belum sempat ketemu lagi,non Chika juga katanya sudah ijin sama nyonya" ucap ART tersebut.


" Ya sudah sana " ucap singkat Mira


" Kemana tuh anak, nggak biasa-biasanya dia nggak ngasih kabar. " gumam Mira


Mira melangkahkan kaki nya ke dalam kamar dan membersihkan dirinya setelah lelah menempuh perjalanan Bali - Jakarta.

__ADS_1


Semetara Burhan mendapat berita jika Chika sudah ada yang menebus, maka dia langsung menemui Debora.


" Ada apa kamu kesini? kamu itu buat aku serba salah tau, gara-gara kamu..hampir saja usahaku bangkrut " ucap Deboraenatap sinis pada Burhan


" Ayolah.. kan kamu sudah aku kasih barang bagus, dan pasti laku besar dong? Tebak Burhan pada teman nya itu


" Hehh.. sebenar nya siapa dia, kenapa si Pahit lidah bisa dengan cepat tau ada dia sini dan ngancem mau hancurin usahaku, kamu buat aku hampir mati karena serangan jantung tau" protes Debora


" Si pahit lidah, maksudnya Chika di beli oleh nya?" tanya Burhan menatap tajam ke arah Debora.


" Iya ,kamu tau si Pahit lidah kalau udah nggak suka sama orang, bakalan di babat abis.. dan gw nggak mau lagi berurusan sama dia, untung aja dia nyuruh temennya ambil bukan dia langsung, si pahit lidah nggak pernah main-main sama ancamannya" ungkap Debora dengan rasa kesal dengan Burhan.


" Aku hanya sedang berfikir kenapa si Pahit lidah mau membeli Chika padahal banyak wanita lain nya yang di ju*l disini kenapa ,harus Chika? tanya Burhan dan dia sedang mencoba berfikir keras dengan beberapa kemungkinan


Tak lama bunyi ponsel Burhan berbunyi ternyata Mira menghubunginya.


" Oke aku ada urusan, thank' s kerja kerasnya" ucap Burhan dan melangkah pergi menuju tempat yang biasa mereka janjian.


Sementara di tempat lain Chika dengan jengah melihat panggilan dari sang mami.


" Angkat Ka, biar kamu tau apa yang mau mami kamu lakukan " ucap Jodi dengan nada datarnya.

__ADS_1


Dengan malas dia mengangkat panggilan itu.


" Ya mam..?


" Chika kamu dimana?


" Tanya aja sama orang yang telah menghancurkan hidup ku mam.


" Maksud kamu apa, siapa yang nguburin hidup kamu?


" Coba mami tanya sama Om Burhan apa yang dia lakukan sama aku"


" Ada apa sama Burhan, kenapa mami harus tanya sama dia?


" Karena jawabannya ada sama Om Burhan "


" Kamu bikin mami khawatir aja Chika"


" Mami khawatir sama aku, atau khawatir kalau mami hidup miskin? mami nggak inget sama aku, karena mami sudah dapat apa yang mami ingin kan "


Mira mendengar penuturan sang putri semakin bingung, ada apa dengan sang Putri?

__ADS_1


B E R S A M B U N G


__ADS_2