
Pagi pun menjelang,Jodi sedari sehabis sholat subuh berjalan-jalan dengan mertua dan ayahnya ke kebun milik mertuanya.
Saat kembali terdengar gemericik air di kamar mandi, pastinya Mita yang sedang ada di kamar mandi dan akhirnya Jodi masuk ke kamar sang kakek untuk numpang mandi karena menunggu Mita keluar sungguh membuat dirinya tak tahan dengan hajatnya.Setelah dua puluh menit dia menyelesaikan ritual mandinya namun,saat kembali ke kamarnya Mita belum juga selesai dengan ritual mandinya,Jodi pun akhirnya memakai pakaian santainya terlihat sudah rapi.
Ceklek
Terlihat Mita keluar dari kamar mandi dan Jodi mengernyitkan dahi saat melihat penampilan rapi Mita.
"Mita,kamu sekolah?" tanya Jodi saat melihat Mita keluar kamar mandi sudah dengan seragamnya.
"Iya." jawab Mita singkat.
Mita sibuk dengan menyiapkan keperluan sekolahnya tanpa memperdulikan tatapan Jodi padanya.
Setelah dirasa sebagai dengan perlengkapan sekolahnya tanpa memperdulikan Jodi Mita menenteng tas sekolahnya keluar kamar siap untuk sarapan sebelum berangkat sekolah.
Jodi tahu Mita masih belum mau bicara padanya,Jodi tak mau memaksakan kehendak nya saat ini.melihat istrinya Keluar kamar dia mengekorinya dari belakang.
Mereka bergabung dengan semua anggota keluarga mereka yang akan menikmati sarapan.
" Mita,kamu mau sekolah nak?" tanya ibu mertuanya membuat Mita tersadar dari lamunannya.
"I_ iya, Mita udah tiga hari nggak sekolah kan Bun,sudah ketinggalan pelajaran juga kangen sahabat Mita." jawab Mita dengan sopan menjawab pertanyaan sang mertua.
" Ya,sudah biar nanti Jodi yang anter kamu." Kakek Bakti yang sekarang angkat bicara.
Mita yang sedari tadi fokus dengan sarapannya langsung mendongak dan menatap Kakek Bakti.
" Nggak usah kek, Mita biasa pake ojek kok." tolak Mita dengan cepat.
__ADS_1
" Nggak,saat ini biar abang yang anter, karena lusa juga abang bakal balik ke London,kamu bisa naik ojek lagi.." ucap Jodi yang dari tadi diam saja sekarang angkat bicara.
Mita mendengar omongan suaminya hanya menatap jengah pada suaminya " Terserah abang." ucap Mita dengan memandang wajah suaminya dengan malas.
Setelah sarapan Jodi langsung menuju mobilnya,sementara menunggu Mita yang sedang bersiap dengan segala yang akan dia bawa ke sekolah.Jodi sudah siap di belakang kemudi mobilnya.Jodi melihat Mita keluar dari rumah dan langsung saja meneriaki istrinya supaya cepat masuk ke dalam mobil.
" Unyil ,Ayo!! " teriak Jodi dari dalam mobil.
Terlihat ekspresi Mita yang malas-malasan saat Jodi ingin mengantarkannya.
" Abang yakin mau nganter aku? " tanya Mita mencoba bernegosiasi dengan suaminya karena malas dengan apa yang akan terjadi di sekolahnya nanti.Apalagi pastinya akan mengundang kehebohan para siswa.Mita lihat mobil suaminya yang super duper mewah,sebuah mobil sport untuk mengantar sekolah.
Mita dengan sedikit ragu memasang seatbelt nya dan memandang suaminya
" Yakin mau anter gue pake mobil ini?" tanya Mita dengan sedikit berbisik.
" Kalau abang bilang mau nganter ya.. nganter lah,emang ada masalah gue anter pake mobil ini?" tanya Jodi dia tau jika Mita sedang mencoba untuk menolak Jodi untuk mengantar sekolah karena memang dia sedang mode marah padanya.
Jodi tersenyum tipis melihat tampang judes istrinya,tanpa banyak bicara Jodi mulai menggerakkan mobilnya meninggalkan halaman rumah mertuanya dan mengarahkan mobilnya ke arah sekolah istri kecilnya.
Setelah lima belas menit mereka sampai di depan gerbang sekolah Mita.
Tanpa menunggu lama Mita dengan cepat melepas Seatbelt nya dan membuka pintu mobil namun, tangan nya di cekal oleh sang suami.
" Kamu nggak tau gimana seorang istri harus bersikap pada suaminya?" tanya Jodi menatap intens wajah cantik sang istri.
Mita menghela nafas kasar dan segera meraih tangan Jodi dan menci*mnya dengan lembut.
" Gue bukan nggak tau, gue hanya bersikap bagaimana layaknya suami ku sendiri tak menganggap pernikahan ini ada,lagian gue juga malas jadi pusat perhatian seisi sekolah kalau mereka lihat gue di anter sama mobil mewah yang ada pada heboh nanti." ucap Mita dan setelah Mita mengucapkan hal tersebut Mita membuka pintu mobil dan Segera menutup dengan keras pintu mobil mewah itu membuat Jodi kaget dengan kelakuan istri kecilnya.
__ADS_1
Mita berlari kecil kearah gerbang sekolah disana sudah ada dua sahabatnya yang setia menunggunya.
Setelah Mita dipastikan masuk dalam sekolah Jodi melajukan mobilnya kembali ke rumah.
" Astaga, gue lupa kasih dia uang jajan. "Jodi baru ingat belum memberikan uang saku buat Mita
" Uda deh nanti gue bakal kasih setelah di pulang sekolah." gumam jodi yang kini menuju ke rumah mertuanya kembali.
" Mitaaaa....!!" Seru kedua sahabatnya itu saat melihat Mita keluar dari sebuah mobil mewah.
Mereka berpelukan erat dan tak terasa tak berjumpa tiga hari,tapi serasa lama sekali..
" Lo jahat tahu nggak sama kita, kenapa ponsel lo nggak aktif selama lo nggak masuk?" tanya Yash penasaran sama apa yang terjadi pada sahabat nya itu
" Sorry,gue sibuk sama saudara gue dia resek banget nggak biarin gue pegang HP." jawab Mita memberikan alasan karena memang dia sengaja menonaktifkan ponselnya
" Gue sempet telpon mama Santi, mama bilang Lo lagi sibuk sama mantu sholehnya maksudnya apa coba??" pertanyaan Ratih membuat Mita,mengumpat habis omongan unfaedah mamanya dan sedikit mikir buat beri alasan.
" Hehehe,biasa nyokap mimpi punya mantu mulu.aneh emang nyokap gue, sampe gue pusing mikirin keinginan nyokap yang bilang enakan nikah muda, sedang gue nggak punya cowok kan, mana bisa nikah muda?" ucap Mita membuat alasan dan memandang wajah kedua sahabatnya yang masih kurang percaya dengan ucapan Mita.
"Terserah kalian deh,mau percaya atau nggak.anak temen nyokap gue adalah kandidat nomer wahid jadi mantu mama Santi yang super duper bar-bar seperti Mak tiru Cinderella." ungkap Mita dengan mencoba mencari alasan untuk membuat dia sahabatnya percaya.
"Lo anak tunggal kan Ta,emang mama Sinta sama Papa Gilang rela gitu aja lepasin lo buat nikah di umur yang masih muda?"tanya Yash. pertanyaan Mita pada kedua orang tuanya juga .
" Kata mereka, mau sekarang atau nanti sama aja, sama-sama mereka bakal di tinggal sama gue, udah gitu.. papa pengen gue lanjutin kuliah di London." Jawab Mita denga santai.
" Serius lo, trus kita pisah dong?" Ucap Ratih dengan wajah sedih.
" Tenang,gue nggak sembarangan terima laki-laki biasa aja buat jadi laki gue." ucap Mita membuat dua sahabatnya merasa aneh dengan pembicaraan random mereka.
__ADS_1
Mereka pun tertawa saling melempar candaan khas mereka.Tiga hari tak bertemu membuat mereka rindu satu sama lain.
Bersambung