Istri Tuan Muda Danial ( Revisi)

Istri Tuan Muda Danial ( Revisi)
# Tree Angel's ( Revisi)


__ADS_3

Hari ini ,sesuai dengan rencana ,Mita dan kedua sahabatnya mereka akan mengunjungi sebuah panti asuhan agak jauh dari wilayah tempat tinggal mereka.


Mita Cs menuju kawasan bukit yang agak jauh dari pemukiman karena memang sebuah panti itu di bawah perbukitan.


Setelah satu setengah jam menempuh perjalanan dari tempat tinggal mereka, sekarang mereka masuk ke area sebuah panti yang sederhana dan asri.


Mereka keluar dari mobil dan melangkah menuju panti asuhan yang sangat sejuk udaranya.Disana sudah terlihat anak-anak panti menyambut kedatangan mereka dengan senyuman dan juga kehebohan yang tercipta oleh keruhan anak anak .


" Haiii... itu kakak tree angel datenggg...!! " seru seorang anak laki-laki yang berumur sembilan tahun bernama Diaz.


" Kakakkkkk.... " seru anak-amak berhamburan lari pada ke tiga gadis itu.


" Haii...anak-anak,apa kabar??!!" seru Mita saat mereka saling berpelukan dengan bocah-bocah panti.


" Bang Farhan mana? " tanya Amel pada Diaz yang sedari tadi tak melihat Farhan anak yang Mita cari tak terlihat menyambut kedatangan Mita cs.


" Bang Farhan ada di lapangan belakang kak," jawab Diaz sambil menunjuk arah belakang.


" Oke... kalian panggil bang Farhan juga kak Lilis buat bawa bingkisan yang ada di mobil, kalian juga boleh bantu tapi... kalian harus hati-hati " ucap Mita dengan lembut pada anak-anak itu.


" Oke kak Mita... " seru mereka dengan kompak.


Mita memandang anak-anak panti sontak membuat dirinya merasa bahagia karena bisa sejauh ini membantu mereka walaupun belum bisa semaksimal yang dia harapkan.Karena memang keterbatasan dana yang dia punya,dia juga harus menabung untuk membeli keperluan panti yang dibantu dua sahabatnya itu.


Di panti asuhan " Kasih" ada sepuluh anak berumur 3-10th dan 4 anak yang sudah mulai dewasa 14 th an dan pembimbing di panti sebanyak 4orang itulah Mita sangat bersyukur bisa sedikit membantu dalam membangun panti asuhan.


Kenapa cuma 4orang karena 4anak remaja di sana sudah ikut membantu kegiatan panti dengan mengajari anak-anak panti dengan kegiatan menulis dan membaca,serta bercocok tanam untuk membantu ekonomi panti.


" Assalamualaikum.Bunda.!!" seru ketiga sahabat itu.


" Wa'alaikumsalam, kalian datang... " sambut Bunda Salamah yang menjadi kepala panti asuhan.


" Ya bun.. maaf ya kita baru bisa kemari.. " ucap Yashita


Mereka bertiga menyalami tangan Bunda Salamah dan memeluk wanita paruh baya itu bergantian.

__ADS_1


" Nggak papa.. bunda juga tahu kok, kalian sudah kelas tiga SMA sebentar lagi ujian trus kuliah.. " ucap Bunda Salamah dengan lembut kepada tiga gadis kesayangannya itu.


" Bun, kalau seandainya kita kuliah di Jakarta..kita jarang kemari,tapi..jangan khawatir kita akan tetap kasih seperti biasa tapi, cuma kita jarang kesini lagi" ucap Mita dengan memeluk Salamah


" Tidak masalah sayang, yang penting kalian selalu sehat, trus.. harus bener sekolah sama kuliahnya yaa? " kata Bunda Salamah menatap penuh kasih ke tiga gadis itu.


" Mit.. lo kok udah bilang kuliah di Jakarta emang bener Lo mau lanjutin kuliah disana,kenapa harus di Jakarta sih .? " tanya Ratih dengan wajah sendu.


" Ehh.. dodol kita kan emang seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur beasiswa ..emang lo lupa?" umpat Yash pada Ratih yang pelupa.


" Ehm..iya yah, lupa gw... " ucap Ratih dengan wajah tanpa dosa


" Dodoll.. " seru Yas dan juga Mita dengan memeluk Ratih membuat Ratih sesak dengan tingkah kedua sahabatnya.


Sementara bunda Salamah melihat keseruan Mita cs yang sudah dia anggap anak nya sendiri sangat senang, karena mereka mau jadi donatur panti asuhan tempat tinggal mereka walaupun mereka masih sekolah mereka sudah punya penghasilan sendiri dari usaha online mereka tanpa sepengetahuan orang tuanya itupun tak luput dari usaha anak panti dengan membuat kerajinan yang akan di pasarkan oleh ketiga sahabat itu.


Setelah disana menghabiskan waktu bermain dengan anak-anak anak panti mereka akhirnya pemitan pada bunda Salamah untuk pulang kerumah mereka masing-masing.


Setelah perjalanan melelahkan Mita sampai juga di rumahnya setelah diantar Yash sampai depan rumah Mita.


" Wa'alaikumsalam "sautan dari dalam rumah


" Eh.. Markonah, nggak tau sopan ya kamu.. udah mau nikah masoh aja jejeritan.. nggak pantes tau.. " Omel mama Santi saat meletakkan cangkir di meja tengah.Disana pun ada Kakek Pradana yang sibuk memainkan hp nya dan papa Gilang juga sedang sibuk dengan Laptopnya.


" Kan memang aku begini mah, kalau dia mau terima aku itu syukur tapi, kalau nggak... ya nggak masalah... " ucap Mita santai dengan mengunyah cemilan favoritenya disamping sang kakek dengan mbersandar manja di bahu kakeknya.


" Liahat deh yah, cucu ayah.. ya,begitu lah... Santi pusing kalau dia udah teriak-teriak kayak di hutan " adu mama Santi pada ayah mertuanya dan di tanggapi senyuman kakek Pradana melirik cucunya yang sedang bersandar manja di bahunya.Ada rasa bahagia saat sang cucu berlaku manja padanya, berpikir kenapa tak sedari dulu dia mendekati cucu nya yang terlihat galak di luar tapi, sangat manja jika sudah mengenal nya.


" Cieee ada yang ngadu, ciee.. yang jadi mantu kesayangan!!" ledek Mita pada sang mama membuat papa Gilang dan Kakek Pradana bergelak dan mama Santi yang memandang geram dengan tingkah putrinya.


" Markonah.. lucknat memang yah kamu, mama kutuk kamu jadi anak sholehah.. deh..!!" umpat mama Santi memang suka ber adu mulut dengan Mita itu yang membuat ramai rumah milik Gilang.


Kedua pria yang tadinya sedang berkonsentrasi dengan pekerjaan mereka mendadak pikiran mereka buyar dengan perdebatan kedua wanita yang notabene nya anak dan ibunya.


" Kalian ini, ibu sama anak sekali aja akur kenapa sih, papa pusing kalau kalian lagi adu mulut... " ucap Papa Gilang menggeleng gelengkan kepalanya tak habis pikir dengan tingkah putri dan istrinya yang selalu gaduh.

__ADS_1


" Yahh.. papa nggak Cs sama Mita, kan mama ngadinya sama kakek ,masak aku nggak ada yang belain sih, itu nggak adil !!" protes Mita dengan memanyunkan bibirnya.


" Ya sudah.. kakek dukung kamu Mit, kalau laki- laki itu milih kamu berarti patut bersyukur dia nggak perlu jam Weker cukup kamu teriak aja dia langsung lari ..hahaha" ucap Kakek Pradana meledek sang cucu.


Mendengar ucapan sang kakek sontak membuat mata Mita terbelalak,bukan karena omongan Kakek yang teramat sangat meledeknya tapi, suatu kejadian yang langka kakeknya yang terlihat serius kini meledeknya juga...ooohhh,suatu prestasi yang membanggakan buat Mita.seorang Pradana yang sombong sekarang meledeknya habis-habisan.


"Hahahaha" bener ayah kalo itu mah Gilang setuju.


Sementara Santi dan juga Mita cengo melihat orang yang biasanya mereka lihat otoriter malah sekarang meledek sang cucu


" Kenapa kalian liat saya begitu, kagum sama kakek kamu Mit, San kamu nggak nyangka kalo Ayah bisa ngomong gini? " ungkap Kakek Pradana menebak isi pikiran mantu juga cucunya


" Prok.. prok prok.. aku nggak nyangka ternyata kakekku okem gini... hahahaha" ucap Mita langsung menghambur memeluk sang kakek .


" Kamu nggak marah kan Mit sama kakek,selama ini sudah buat kamu sedih kan? " kata Kakek Pradana menatap sendu sang cucu.


Mita dengan cepat menggelengkan kepala " Kakek... setelah dengar cerita tante Mira, Mita jadi berfikir seperti apa sakitnya om Galang diakhir hidupnya mengetahui kebohongan sang istri, dan pasti berimbas pada keluarga besar Pradana juga kan?" ucap Mita mengungkapkan rasa hati nya sedikit memahami bahwa keluarga nya tidak baik baik aja.


Pradana tak habis pikir Mita yang terlihat sangat manja dan susah diatur bisa berpikiran dewasa.


" Sudah jangan sedih-sedih lagi, Mita akan bantu sebisa mungkin, kalau untuk menyelamatkan keluarga kita memang Mita harus menikahi pria yang tak Mita kenal, mungkin takdir Mita yang harus di jalani " ucap Mita lagi menambah haru suasana malam itu


" Kamu yakin Sayang....?? " tanya Papa Gilang melihat sendu putrinya.


" Papa, mama, juga kakek cukup doin Mita biar selalu sehat juga bisa jalani hidup dalam rumah tangga nanti dengan bahagia, walaupun kita menikah tak ada rasa cinta sebelumnya,semoga saja suami Mita akan klepek-klepek sama Mita yang cantik jelita ini.. " jawab Mita dengan candaan khasnya ,dia tak ingin Keluarga nya terlihat sedih


" Sayangku.. Markonah, semoga suami kamu kaya oppa korea deh..!! " seru sang mama dengan memeluk sang putri dan menciuminya wajah putri kesayangannya.


" Udah ah... dari tadi ngebual disini, Mita mau mandi dulu.." ucap Mita melepaskan diri dari sang mama dan beranjak dari sofa dan menuju kamarnya


" Mama juga mau masak ..."Mama Santi langsung masuk ke dapur.


Dan akhirnya Ayah dan anak menikmati teh hangat dan cemilan yang diabuat Santi tak lupa akhinya mereka memutuskan bermain catur.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2