
Akhirnya pecakapan itu berakhir dan saat Mita berbalik dan betapa kagetnya didepannya sudah ada sosok yang tak ingin dia lihat.
" Lo, mau apa Lo disini?" tanya Mita memandang wajah suaminya dengan tajam.
"Nyil, lo baik-baik saja kan?" tanya Jodi dengan raut wajah yang khawatir.
" Nggak usah khawatir gue baik-baik saja. Sebaiknya jangan terlalu peduli sama gue takutnya gue salah paham nantinya. Gue akan dukung keputusan yang lo ambil tentang pernikahan kita.Gue siap tunggu surat cerai itu suatu saat.Kalau untuk project pemikat Suami yang gue ucapin itu, lupakan..!!" ucap Mita dan langsung melangkah meninggalkan suaminya yang terpaku dengan omongan yang Mita barusan.
Mita sengaja menyenggol lengan Jodi dan membuat Jodi sadar akan lamunannya.Jodi dengan cepat mencekal lengan Mita dan membawa tubuh ramping Mita dalam pelukannya.
" Lepas, Kudanil lepas !!" pekik Mita berusaha melepaskan diri dari pelukan Jodi.
" Mau lo apa, lo minta gue sabar selama setahun buat nunggu surat cerai dari lo dan itu akan gue lak...
Sebelum menyelesaikan perkataannya bibir Mita sudah di bungkam dengan bibir Jodi,pertama Jodi hanya menempelkan bibirnya.Melihat Mita diam saja Jodi memberanikan diri menggigit kecil bibir itu dan spontan Mita membuka mulutnya.Melihat hal itu,Jodi tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengambil ciu*an pertama Mita.Lidah Jodi lincah bermain di dalam mulut Mita yang masih belum membalas apa yang Jodi lakukan.
Hal mengejutkan bagi Mita karena perlakuan Jodi mencuri First kiss nya, tubuhnya menegang dan terpaku kala bibirnya di sesap rakus oleh Jodi, Mita tak membalas ci*man itu dan hanya bisa menikmati sensasi berbeda dalam dirinya, sekian lama mengeksplor bibir Mita namun tak ada respon sama sekali dari istrinya Jodi menghentikan aksi gilanya.
Dengan nafas yang tersengal Jodi menyatukan keningnya pada kening Mita dan menghapus jejak basah di sekitar bibir Mita.
__ADS_1
Mita menatap wajah Jodi dengan tajam menyadarkan dirinya dari keterpakuan merasakan serangan mendadak Jodi.
" First kiss gue,lo.. kenapa lo sembarangan cium gue.Lo anggap apa gue,dasar mesum gue benci sama lo!!" teriak Mita kesal dengan tingkah suaminya yang menurutnya kelewatan.
Mita mendorong tubuh Jodi dengan seluruh tenaganya dan Mita langsung berlari pergi meninggalkan Jodi yang masih bengong mencerna perkataan wanita yang baru saja memakinya.
" Hahh,First kiss,Jadi..gue yang pertama,nggak nyangka kalau di balik sifat bar-bar nya dia bisa jaga diri nya." gumam Jodi menggeleng gelengkan kepalanya, berpikir jika nggak masuk akal, tipe wanita bar-bar macam Mita belum pernah ciu*an. Jodi tersenyum mencerna perkataan Mita,dan ada kebanggaan jika dialah yang berhasil mencuri cium*n pertama Mita menurutnya urakan ternyata sangat polos.
.
.
" Mita,are you okey?" tanya bunda Wina
" Hah,okey Bun." jawab Mita dengan sedikit terkejut dengan pertanyaan ibu mertuanya.
Mita melirik kearah suami nya yang terlihat tenang dan seperti tak terjadi apa-apa.
Setelah selesai makan malam,Mita membantu mama dan ibu mertua membersihkan peralatan yang kotor.
__ADS_1
Di ruang keluarga terlihat lima pria beda generasi saling membahas tentang bisnis mereka.
Namun,Jodi terlihat sedikit tak bersemangat karena mengingat kejadian tadi sore saat dengan lancangnya dia menciu* Mita.
Pikirannya yang entah mengapa dia merasa bersalah karena tindakannya itu.
Malam kian larut,dua manusia yang baru saja menyandang status baru mereka sebagai suami istri masih dengan mode diam tanpa kata sama sekali .Sampai di kamar mereka pun saling diam tanpa kata, Mita mengambil keputusan untuk tidur di sofa sedang Jodi di atas kasur.
" Nyil, udah tidur?" tanya Jodi melihat istrinya yang membelakanginya tidur di sofa.
"Gue tau lo belum tidur, sorry tadi gue udah lancang sama lo,nggak ada niat gue buat lecehin lo atau bahkan mempermainkan Lo, gue benar-benar minta maaf, gue nggak mau lo selalu bilang kata cerai saat kita berkumpul keluarga. Apa kata mereka kalau tau lo minta cerai.Gue harus jaga perasaan keluarga gue terutama kakek, gue nikah sama lo juga karena Kakek.. gue..
" Sudahlah,nggak perlu di bahas, dan perlu abang tau gue juga sama di posisi terpaksa, karena kakek butuh bantuan gue dan bantuan lo.Gue juga nggak ada niat buat nikah sama lo, dan perlu lo tau gue pengen jadi orang yang bebas dengan segala kemampuan yang gue punya.
Selama ini gue pengen wujudkan impian gue,tapi..ternyata gue terjebak di pernikahan yang Lo anggap mainan ini.
Gue tekankan bukan cuma lo yang ada di posisi terpaksa, tapi juga gue sama kayak lo.. " Ucap Mita membuat Jodi diam karena memang itu kenyataan nya,bukan hanya Jodi yang merasa terpaksa tapi, Mita juga sama apalagi dia masih SMA, masa depannya masih panjang.
Jodi menatap punggung Mita yang bergetar, Jodi tau lagi-lagi Mita menangis dalam diam karena ulahnya bahkan cuma karena egonya dan perkataannya yang membuat hati Mita sakit. Entah apa yang terjadi esok mereka tak tau,hanya ada rasa penyesalan di hati Jodi karena dirinya hanya memikirkan bagaimana dirinya merasa tak nyaman karena pernikahan ini.Ternyata memang Mita pun sama tersiksa karena statusnya dan umurnya yang masih sangat muda.
__ADS_1
Bersambung