
Mita mendengar suara yang sangat di kenalinya dan langsung menoleh pada sumber suara.
" Papaaaa, Mita kangennn...!!" seru Mita melangkahkan kakinya menghampiri sang papa
Mita langsung memeluk tubuh Cinta pertamanya dengan erat.
" Papa juga kangen sama putri cantik papa ini, kamu baru sampai,suami kamu sedang sibuk sekali, kasihan dia." bisik sang papa membuat Mita tersenyum kecut.
" Udah lah pah, menantu sholeh mama Santi masih fokus dengan bisnisnya.Istri nya nggak bakal jadi prioritas dia ." ucap Mita lirih memanyunkan bibirnya.
" Bukan.. begit.......
" Haii, ternyata bener yang di katakan mama orang kampung jadi tinggal di sini," sebelum papa Gilang menyelesaikan perkataannya, terdengar sebuah suara, terlihat seorang gadis masuk dalam mansion Pradana menatap ke arah Mita dengan sinis.
" Terus kenapa kalo gue orang kampung, masalah buat lo?" tanya Mita dengan bersidakep memandang tak kalah sinis ke arah gadis itu.
" Mita,kamu sudah datang?" tanya kakek Pradana yang keluar dari kamar pribadinya.
" Kakek, alhamdulillah Mita baru sampai, kakek apa kabar?" tanya Mita dengan senyum manisnya dan meraih tangan sang kakek dan menciumnya dengan takzim.
Setelah mencium tangan sang kakek, Mita menggandeng tangan keriput itu menuju sofa dan duduk di ruang keluarga.
"Chika, kamu jangan buat masalah sama Mita, kalau..
" Kakek udah lah, anggap saja nggak ada dia disini apa salahnya sih ," kata Mita memotong omongan sang kakek dengan senyuman mengejek.
" Hehhh... lo tuh orang baru nggak usah sok berkuasa di sini !!" ucap Chika sinis tak suka dengan ekspresi Mita.
" Chika jaga batasanmu..!!" bentak kakek Pradana menatap tajam kearah Chika.
" Chika sudah lah, mereka juga keluarga kamu, mereka itu saudara papa kamu." ucap Mira dengan senyum palsunya
" Hadeuh mak lampir, drama banget sih.. " batin Mita menatap jengah pada kedua orang di hadapannya.
" Mita kamu istirahat dulu, kalau ada apa-apa kamu bisa panggil mbok Pur." ucap kakek Pradana menyuruh Mita untuk istirahat karena dia tak mau Chika dan Mita bersitegang.
" Baiklah kek, Mita istirahat dulu.Kakek juga jangan kecapean, ayo mah.." ucap Mita dan mengajak sang mama untuk pergi dari ruang keluarga.
.
__ADS_1
.
.
Clek
" Ini kamar kamu dan jangan buat onar ngerti, besok papa mau ajak kamu ke kantor notaris dan kamu harus tetap menyembunyikan pernikahan kamu dari orang rumah ini dan publik sebelum Jodi pulang kesini dan mengambil alih Pradana group." terang mama Santi yang kini bicara secara serius dengan sang putri.
" Mah, kalau seandainya perusahaan sudah di genggamanan kita, mama sama papa masih tetap di sini atau kembali ke Bandung?" tanya Mita tiba-tiba.
" Mama sama papa juga kakek akan pindah ke Bandung dan mansion ini akan kita jual, terus uangnya akan di sumbangkan ke panti-panti asuhan atau panti jompo.Itu rencana kakek" jelas Mama Santi menghela nafas berat.
" Kenapa mah, apa ada masalah ?" tanya Mita penasaran dengan sikap mama nya.
" Kamu tau, tempat ini banyak memory papa juga keluarganya, pasti mereka sangat berat buat melepas semua nya namun , dengan inilah mereka bisa mengusir dua nenek sihir itu keluar dari mansion.Karena dalam surat warisan Om Galang mereka tak bisa diusir atau di keluarkan kecuali kakek yang menjual rumah ini maka mereka akan setuju pindah dengan kompensasi tentunya" Mama Santi lagi lagi menghela nafas panjang.
" Mah, udah tahu berapa yang di tawarkan untuk harga mansion ini?" tanya Mita dengan memandang wajah mamanya.
" Kenapa, mama dengar rumah ini akan di jual di pelelangan porperty beberapa minggu lagi.Nenek sihir itu pasti tak menyangka kakek akan menjual rumah ini.Entah gimana ekspresi nya nanti setelah semuanya sudah terjual." ucapan mama Santi membuat Mita mengerutkan dahinya yang mendengar ucapan sang mama.
" Yang jelas mama sama aku bakal bersorak, Horeeee...!!!" seru Mita sambil meloncat loncat.
Pletak
.
.
.
Mita mulai hari itu tinggal di mansion keluarga Pradana ,menjadi nona muda Pradana bukan berarti dia akan manja walau dengan banyak pelayan di sana.
Chika masih bersikap seperti awal Mita datang,begitu angkuh dan seperti nyonya besar di mansion keluarga Pradana.
Mita yang sudah tahu akan kebenaran yang ada di dalam rumah besar itu tentu saja dia bersikap biasa tanpa mau mengindahkan keberadaan Mira dan Chika.
Seperti hari ini Mita terlihat cantik dengan balutan baju sederhana namun terlihat sangat menawan.
__ADS_1
" Mau kemana lo?" tanya Chika tanpa menyebutkan nama yang dia tanya.
Merasa tak ada urusan apapun dengan Chika, Mita dengan santai melangkah melewati Chika begitu saja.
" Heiii... lo budeg, gue ngomong sama lo malah nyelonong gitu aja !!" teriak Chika dan menahan lengan dan mencengkram lengan Mita kencang.
" Gue, lo ngomong sama gw tadi ?" tanya Mita balik seperti orang tol*l.
" Ya iyalah,kan lo liat nggak ada orang satupun kecuali kita.. " jawab Chika kesal dengan tingkah Mita.
" Ooo.. lo nanya gue ,habis lo nggak sebut nama gue jadi gue pikir lo lagi nanya temen lo.." ujar Mita dengan menampakkan wajah tak bersalah.
" Siapa temen gue nggak ada orang laen kok " tanya Chika bingung.
" Temen lo, yakin Lo nanya siapa temen Lo itu,sini gue kasih tahu,temen Lo itu ya Setan lah, hahaha!! " Teriak Mita dan langsung berlari ke arah pintu depan.
" Sialan lo !!" umpat Chika mendengar penuturan Mita.
Sementara Mita keluar dari mansion dengan tawa yang lebar membuat para Art dan Security yang sedang bekerja di sekitaran halaman mansion itu menoleh padanya.
" Non Mita kenapa kok ketawa gitu, trus pegangin perut sakit ya ?" tanya bi Pur salah satu Art kepercayaan Kakek Pradana.
" Hahaha... nggak papa bi, cuma lagi ketawain boss setan bi, Hahahaha.." ucap Mita sembari trus tertawa terbahak bahak.
" Markonah, buat ulah apa kamu !!" teriak mama Santi dari balkon kamarnya.
" Hahaha..Heii, rakun Pemarah..tenang anak sholehah mu nggak buat apapun. Hanya saja abis ngeliat biang setang jadi pengen ketawa." kelakar Mita dengan mencoba menghentikan tawanya.
" Sana berangkat, papa sama kakek sudah nunggu kamu di mobil." teriak mama Santi menunjuk salah satu mobil yang berderet di depan mansion.
" Dada..rakun pemarah !!" teriak Mita melambaikan tangannya ke arah sang mama.
Didalam mansion Chika mengumpat Mita habis-habisan walau Mita sudah lari ke depan Chika masih murka dengan omongan Mita.
" Chika kamu kenapa, berisik tau !!" kata Mira mama Chika saat mendekati meja makan.
" Kesel, masak aku dibilang temenan sama setan kan ngeselin, kesel kesel kesel !!" teriak Chika dengan menusuk nusuk roti di atas piring di hadapannya dengan garpu yang dia pegang.
" Hehh.. hehh... hehh... kamu apa-apaan sih, kesel sih kesel, nggak usah cengeng.Tinggal bales kan selesai ," usul jahat Mira pada sang putri.
__ADS_1
Mendengar penuturan sang mama Chika dengan senyum menyeringai membenarkan perkataan sang mama, dia harus balas perbuatan Mita itu yang terlintas dalam benaknya.
Bersambung.