Istri Tuan Muda Danial ( Revisi)

Istri Tuan Muda Danial ( Revisi)
# 51


__ADS_3

Mita, Papa Gilang ,juga Kakek Pradana memasuki salah satu gedung yang menjulang tinggi di kota itu dengan jalan beriringan penuh dengan aura yang terlihat sangat mempesona.


Dengan langkah yang elegant papa Gilang terpancar aura kewibawaan nya sangat mempesona seorang pemimpin yang terlihat mesterius.


Ketiga orang yang berbeda generasi itu terlihat dengan pesona nya masing-masing.


Pesona seorang Paramita Ananda tak kalah menyita perhatian setiap mata para pegawai disana.


Wibawa seorang Pradana pun tak luntur di makan usia.


" Bisa bertemu dengan Pak Bayu." ucap Papa Gilang pada salah satu resepsionis yang ada di kantor itu.


" Sudah buat janji pak ?" tanya wanita itu dengan sopan pada papa Gilang.


" Sudah, bilang saja tuan Pradana sudah datang" ucap kakek Pradana dengan cepat.


" Owhh.. iya maaf tuan, silahkan langsung ke ruangan pak Bayu di lantai 7" ucap Resepsionis itu tertunduk karena kepergok mengagumi papa Gilang.


Mereka melangkah menuju sebuah lift pengunjung namun , sebelum melangkah jauh dari meja resepsionis Mita berhenti di hadapan wanita itu.


" Mbak, papa saya ganteng yaa.. sayang, dia sudah ada rubah pemarah dan galak dirumah.Jadi, di urungkan niatnya buat jadi bibit pelakornya yaa... bye !!" tegur mulut Mita yang nggak ada saringannya pada resepsionis itu, lalu melenggang pergi.


Mendengar ucapan Mita barusan membuat sang resepsionis bergidik ngeri saat mendengar rubah pemarah.Dia bisa bayangkan istri dari laki-laki itu seorang yang menyeramkan.


" Kamu ngapain tadi sih ,nakal yaa ?" tanya papa Gilang saat mereka di dalam lift melihat gerak gerik sang putri yang biasa jahil.

__ADS_1


" Nggak kok, cuma mengurangi calon bibit pelakor.Kasihan kan dia bakal di ulek sama rubah pemarah milik papa." jawab Mita dengan senyuman tengilnya


" Hahh.. rubah pemarah, emang ada Mit ?" tanya kakek Pradana heran dengan istilah istilah yang di gunakan cucu dan menantunya.


" Rubah pemarah itu, tapi ini rahasia yah kek, janji jangan sampai bocor rahasia kita." Mita menautkan kelingkingnya pada kelingking sang kakek.


Gilang yang melihat tingkah sang putri mengerjai sang kakek cuma bisa geleng geleng kepala.


" Rubah pemarah itu, it's the Queen rubah pemarah adalah mama Santi, menantu sholehah kakek Pradana.. hahaha ." jelas Mita dengan berbisik pada sang kakek


Dan selanjutnya Mita tertawa terbahak bahak melihat ekspresi sang kakek yang kaget dengan penuturan cucunya.


" Kamu itu yaa ," kakek Pradana mencubit hidung mancung Mita.Dia sangat gemas dengan tingkah sang cucu.


" Maaf ..maaf.. kakek gemes banget sama kamu.Kakek merasa senang dan beruntung di sisa ussia kakek masih bisa bercanda sama cucu kakek ini,jadilah orang yang selalu kuat yaa.." ucap kakek Pradana menatap sendu sang cucu.


" Pasti kek dan kakek harus jadi super hero !!" seru Mita bergelayut manja pada lengan sang kakek.


Lift pun terbuka dan mereka menuju sebuah ruangan yang di yakini ruangan Bayu sang pengacara.


Tok tok tok


" Masuk " terdengar suara teriakan dari dalam ruangan.


Mereka bertiga akhirnya masuk keruangan tersebut.

__ADS_1


" Permisi benar ini ruangan pak Bayu, soalnya di depan nggak ada orang" ucap Mita dengan nyengir kuda terlihat deretan gigi putihnya.


" Iya betul, maaf.. tuan Pradana dan tuan Gilang dan ini, pasti Mita? " tebak Bayu dan menjabat mereka ketiga


" Maaf pak Bayu, kami mengganggu anda karena menurut tuan Dani Mulya kita diarahka ke kantor anda " ucap papa Gilang pada Bayi.


" Iya pak untuk pengacara bapak sudah menghubungi kami dan mengkonfirmasi kan kok, dan sebentar lagi pak Riko juga akan datang untuk mewakili pihak Bakti Mulya." ungkap Bayu pada papa Gilang dan juga kakek Pradana.


Setelah sekian lama akhirnya Riko sampai di kantor Bayu.Mereka akhirnya mendiskusikan langkah untuk mengambil alih semua aset yang seharusnya dimiliki keluarga Pradana yang sah.


Setelah dua jam berlalu Mita dan Papa Gilang serta kakek Pradana pergi dari kantor pengacara dan langsung ke kampus yang di tuju Mita.


Yah.. Mita memutuskan kuliah di Jakarta dan dua sahabatnya juga akan melanjutkan di kampus yang sama dengan nya.


🎬Bersambung


📓 Untuk para readers tersayang yang baik budi dan slalu santun dalam berkomentar ,maaf yaa.. jika masih banyak typo di sana sini, jujur... othor masih ngantuk waktu nulis aja jam 3pagi sampe subuh..😊


🍁 Maaf juga kalau othor up ceritanya lama, ngurusin bocah dulu baru ngurus Novel.. hehehe


🍰Semoga kita selalu sehat, dan selalu berpikir positif...


🍯Jaga imunitas tubuh, dan jangan lupa ..bersyukur...


☀ Terima kasih... 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2