
" Chika kamu yakin, kirim pesen gitu sama mami kamu.. " ucap Mita dengan menikmati snacknya.
" Tenang aja, dia pasti langsung dropp.. nggak usah nyerang dia pun kalau aku yang cuma kirim pesen pasti besok bakal kembali lagi seperti seharusnya." ucap Chika dengan wajah serius
" Gw percaya lo anak baik, thank's yaaa.. " ucap Mita.
Chika tersenyum dan merentangkan kedua tangan nya pada Mita, dan dengan kelapangan hati Mita juga menyambut tangan terbuka Chika, mereka saling berpelukan dengan wajah senang.
" Kamu tetap saudara ku Chika, kamu pasti akan bisa hidup bahagia" ucap Mita dengan masih berpelukan
" Aku percaya itu, tapi.. aku harus benar-benar jadi orang baik kan Ta... ?" ucapan Chika membuat Mita melerai pelukannya.
" Aku yakin kamu orang yang baik, aku sayang sam kamu Chika.. maaf selama ini aku ungkin terlalu angkuh padamu " ucapan Mita membuat Chika tertawa kecil.
" Nggak masalah, aku akan selalu membutuhkan dukungan kamu dan keluarga kita tentunya " ucap Chika denggengam erat tangan Chika.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Kini di Pradana Group terjadi kegemparan dengan terkuaknya penyelewengan dana oleh anak buah Burhan, dan Mira..
Semua sudah di gelandang ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan apa yang mereka perbuat.
Burhan, Mira dan anak buah Mereka ke dalam sel tahanan.
Mira yang sudah pasrah akan apa yang terjadi padanya, hanya bisa diam dan menyesali perbuatan kejamnya,dan pikirannya selalu di penuhi dengan wajah Chika.
.
.
.
Sementara Mita yang sedari tadi diam dan menyimak apa yang sedang di jelaskan sang suami, merasa tak fokus karena tiba-tiba merasa pusing bukan main.
Mita beranjak dari tempat duduknya ingin mengambil pereda nyeri namun saat dia melangkah pandangannya mendadak kabur, namun dia masih memfokuskan pandangannya namun tiba-tiba gelap semua dan dia tak sadarkan diri.
Brukk...
" Mitaaa...!!! pekik semua orang melihat Mita yang terlihat ambruk tak jauh dari tempat mereka
" Sayang.. sayangg... heii.. tolong buka matanya jangan buat aku khawatir yangg...!! pekik Jodi yang terlihat sangat Khawatir dengan Mita.
" Sebaiknya kita bawa mita ke rumah sakit. " ucap papa Gilang.
__ADS_1
Dengan cepat Jodi membopong tubuh istrinya yang tergolek lemah dan wajah terlihat sangat pucat.
.
.
Dengan sigap Jay langsung menjalankan mobilnya, sementara anak buahnya melerai kemacetan supaya mobil yang dia bawa cepat sampai di Rumah sakit.
Tak butuh waktu lama mereka sampai di rumah sakit dan langsung di bawa ke ruang UGD.
Semua nya nampak cemas apalagi mama Santi yang sedari tadi menangisi anak sata wayangnya itu terbaring lemah.
Karena sejak dulu Mita tak pernah sakit yang berat sampai pingsan atau harus opname di RS.
Jodi tak kalah cemas dengan keadaan sang istri yang sudah menemaninya hampir satu tahun ini, berputar memory saat pertama bertemu dengan gadis keras kepala yang lambat laun meruntuhkan tembok yang Jodi bangun.
Ingin rasanya dia menggantikan dengannya saat ini, Jodi tak tega dengan wajah pucat dan tak berdaya Mita membuat batinnya tersiksa.
" Markonah... maafin mama, selama ini keras sama kamu..jangan tinggalin mama nak" gumaman mama Santi membuat Gilang merengkuh tubuh istrinya masuk dalam pelukannnya.
" Dia gadis yang kuat, pasti dia akan segera bersama kita lagi sayang.. " ucap Papa Gilang dengan memeluk erat tubuh sang istri.
Clek..
Bersambung
__ADS_1