
Tak terasa waktu penerbangan pesawat pribadi keluarga Mulya pun tiba semua saling berpelukan erat dan melepas kepergian Jodi.
" Kamu jaga diri, maaf harus ninggalin kamu lagi.. anggap ini cobaan buat pernikahan kita, aku tau kita sedang berusaha menerima takdir yang sudah tertulis, kita hanya bisa sebisa mungkin menjalani dengan hati kita.. " ucap Jodi memeluk erat tubuh sang istri yang semalaman bersamanya.
Kebersamaan mereka saat semalam sedikit banyak membuat hati mereka saling terpaut.
Masih sangat jelas di benak mereka,kemesraan yang tercipta dari naluri keduanya sebagai pasangan halal.
Mereka berdua saling pandang dengan senyum manisnya, namun seketika wajah Mita sedikit berubah sendu.
" Aduhhh... rasanya males balik kesana lagi tau nggak?? ucap Jodi dengan langsung memeluk tubuh istrinya dengan erat mencium keningnya dengan lembut.
" Abang.. jangan begini malu tau.. di liatin sama mereka " ucap Mita lirih kesal dengan tingkah suaminya yang menurutnya kelewatan karena menciumi wajah nya di depan keluarga.
Auto wajah Mita yang sudah merah seperti kepiting rebus membuat Jodi makin gemas dengan tingkah istri kecilnya.
" Aku pergi dulu kamu ati-ati " ucap Jodi dengan terpaksa melepas pelukannya
" Iya.. kamu juga, kabarin kalau sudah sampai.. jangan lupa komunikasi itu kunci utama kita" ucap Mita dengan mengoyang-goyangkan tangan sang suami
" Iyaa... pacar halal, bye... " salam perpisahan yang membuat Mita merasa sesak didadanya
Mita mencium tangan sang suami dengan sedikit lama dan Jodi yang mencium pucuk kepalanya bertubi,sepertinya mereka memang OTW Bucin...
" Jodi... buruan 10 menit lagi harus lepas landas" ucap sang kakek hingga dengan cepat dia berbalik dan melangkah ke dalam area bandara
Mita memandang tubuh kokoh itu sampai tak terlihat lagi.
.
.
Sepanjang perjalanan menuju mansion Pradana Mita menatap luar kaca mobil sampingnya.
" Heiii... are you okey baby girl? tanya papa Gilang
" Hemmmm... i'm okey pa.." jawaban singkat Mita dengan senyuman manisnya
Mita memang tipikal orang yang bisa menyembunyikan perasaannya jika sewaktu-waktu.
" Tenanglah, semua akan baik-baik saja " ucap mama Santi menyentuh bahu Mita
__ADS_1
" Ya..ma selagi ada kalian di samping Mita, pasti aku akan kuat menjalani semuanya." ucap Mita memeluk sang mama di sampingnya.
" Kami akan selalu bersama kamu nak" ucap Mama Santi mencium pucuk kepala sang putri
.
.
Sampai di mansion keluarga Pradana mereka segera masuk ke dalam mansion di sana ada Chika juga Mira yang sedang sibuk dengan ponsel mereka masing- masing .
" Kek, mah. .pah aku langsung ke kamar aku yaa..? " ucap Mita langsung nyelonong melewati kedua orang yang sedang menatap tajam ke arah Mita
" Markonah.. langsung istirahat kamu..!! " teriak Mama Santi
" Aduhhh... Santi ini bukan hutan atau rumah kamu di kampung, ini mansion Pradana dan harus ada tata krama yang di jaga. " ucap Mira dengan senyum liciknya
" Uppsss.. sorry, emang kamu nggak tau ayah bilang nggak masalah loh, katanya biar mansion ini lebih terlihat hidup, apalagi kalau sebentar lagi kita nggak bakal tinggal disini" ucap mama Santi santai menjawab perkataan Mira tak kalah sinis.
" Kamu emang nggak betah tinggal disini? aduh.. kamu ini memang susah di ajak hidup di kalangan pengusaha dan juga pergaulan kaum jetset. " ejek Mira menatap tajam ke arah Santi.
" Wahhh... aku biasa hidup sederhana, aku malah lagi mikirin gimana kalau kamu dan anak-anak kamu hidup sederhana dan juga dengan uang pas-pasan." balas Santi tak mau kalah.
" Masud kamu itu apa, kamu jangan mengada-ada yaa..?? ucap Mira kesal dengan perkataan Santi.
Mira yang melihat pemandangan itu, mendadak hati nya sakit karena bagaimana pun dia masih ada rasa pada Gilang, namun memang Gilang seperti jauh tak terjangkau nolehnya.
" Kenapa hati ku sesakit ini, padahal dia menolak ku sudah puluhan tahun " batin Mira memandang kepergian sepasang suami istri itu
" Mam... mami,mamiiiii..." pekik Chika memanggil maminya
Dengan cepat Mira mengalihkan pandangannya ke pada Chika
" Kamu kenapa sih Chika, bikin kuping mami budeg aja.. " bentak Mira
" Abis tuh mami, kenapa masih ngarepin om Gilang yang jelas jelas banget sih kalau aku bilang dia itu menghindari mami.. " ucap Chika tersenyum sinis
" Sudahlah mam ok mau tidur ngantuk...!! Mira langsun melangkahkan kakinya ke arah kamarnya.
Sementara di dalam kamar Mita kini dia sedang termenung.
__ADS_1
Dan... dia pakai baju kemeja milik Jodi yang memang dia bawa dari apartemen milik Jodi.
" Kenapa aku ngrasa kehilangan dia yah, aku sudah jauh melangkah dan sampai rela memperlihatkan sisi lain dari tubuhku ...Aissshhtt...Kenap aku nurut aja sih kemarin? kan jadi gini !! Mita ngomong pada dirinya sendiri dan kesal karena dia masih terbayang malam panas mereka.
Wajah Mita mendadak memerah karena mengingat betapa dia polos sekali mengikuti instruksi sang suami.
" Kamu coba belajar dari internet.. semoga nanti kalau aku pulang kita sudah sama-sama memu askan .." ucapan Jodi selalu terngiang di pikiran Mita
" Maksudnya apa coba.. sama-sama memu askan ?? emang sih aku belum pernah, tapi.. lumrah dia hidup di negara orang dan disana tempatnya se*s bebas, hemmm... dia harus jagain Naga Api kalau nggak... liat aja bakal aku bikin naga api dia jadi cacing buat empan mancing.. " gerutu Mita
Semantara sisi lain tak beda dengan Mita, Jodi yang terbayang malam panas mereka..membuat tekat bulat mengejar cinta sang istri.
"Benar kata Malvin melakukan hubungan ranjang bisa tanpa cinta,tapi..gw nggak tega kalau Mita sampai gw perlakukan seperti itu.. apalagi kalau dipikir pikir dia masih murni memang terlihat dari cover nya yang bar bar terlihat urakan ,tak bisa di atur, terkesan bukan anak baik-baik.. " Jodi dengan mata terpejam menerawang jauh membayangkan wajah cantik sang istri.
.
.
.
.
Di Rumah besar milik keluarga Pradana semua anggota keluarga sedang asik menyantap sarapan mereka.
Terlihat Mita dengan santai sarapan Jagung rebus dan juga telur rebusnya.
" Kenapa lo liat gw gitu, heran gw sarapan jagung rebus? tanya Mita dengan menatap tajam ke arah Chika
" Nggak papa.. cuma heran aja, kenapa yah..emang susah benget yah.. beradab seperti orang kaya, jangan lupa kamu udah jadi anggota keluarga Pradana.. " ucap Chika sinis
" Chika jaga batasanmu..!! bentak Gilang dia sudah jengah dengan orang yang selalu membuat putrinya menahan emosi setiap hari
" Gilang, ada benarnya kan.. Chika cuma mengingatkan kalau istri juga anak kamu, harus berusaha jadi orang yang lebih elegan.. " ucap Mira mencoba untuk membela sang putri
" Bagi keluarga Pradana itu nggak jadi masalah, selama kalian di luar bisa jaga sikap dan sopan santun, jangan cuma di hadapan saya kalian melakukan itu, dan jika di luaran sana..punya banyak skandal.. " ucapan Kake Pradana membuat Mira tercengang.
Mira tak pernah berfikir jika mertuanya akan mengatakan hal yang benurutnya seperti menyindir.Mira juga Chika hanya bisa menelan kasar silvanya.
Bersambung
__ADS_1
Maaf yaa... aku kemaleman Ngapel nya... 😂