
Setelah sarapan, benar saja Mita seperti terdakwa di antara tiga orang yang memandanginya secara intens ke arah Mita.
Mita meyadari tatapan ketiga orang di depannya tersirat keseriusan di mata ketiga orang itu membuat dirinya ketar ketir.
" Mita kaya terdakwa deh, liat..kakek jadi pak Hakim ,papa Jadi pak Jaksa.. trus mama penuntut umum... trus siapa yamg bela aku?" ucapan konyol Mita sontak hampir membuat ketiganya tergelak namun,itu mereka harus tahan dan harus bisa membuat serius.
Mita hanya bisa tersenyum terpaksa saat setelah candaan yang di lontarkannya tak mendapat respons apapun.
" Mita.. kita semua mau bicara serius sama Mita, jadi... papa mohon Mita serius juga... Okey? " kata papa Gilang dan tanpa mengeluarkan suara Mita mengangguk tanda paham akan omongan sang papa.
" Aduh.. muka mereka kok kaku banget kaya kanebo kering... nggak asyik banget liatnya.. " batin Mita saat melihat ketegangan diruangan itu.
" Mita... kamu tahu kalau kamu keturunan keluarga Pradana?"kata papa Gilang mencoba memulai berbicara .
" Ya tau pah,kan Mita anak papa..terus papa anak kakek Pradana.Masa papa nanya nya gitu sama aku,aneh.." gerutu Mita membuat mereka pun menggeleng gelengkan kepalanya,karena memang sadar ..mereka sedang menghadapi siapa.Seorang Mita yang punya sifat menjengkelkan.
" Baiklah sayang, denger baik-baik apa yang kita bicarakan sekarang itu harus serius!!" intruksi sang papa memandang Mita dengan wajah serius.
Mita orang nya ingin simple nggak mau ber belit-belit dia membuang nafas kasar dan memandang ketiga orang didepannya.
" Maaf semuanya ,Mita bingung kenapa kalian begitu tegang mau bicara sama Mita. kalian tahu kalau Mita bukan orang yang suka basa basi, jadi langsung saja.. apa yang terjadi sama keluarga Pradana? " ucap Mita dengan rasa penasaran karena tak biasanya sang papa bingung memilih kata untuk bicara padanya.
__ADS_1
"Markonah, denger mama..kami semua ingin meminta bantuan kamu untuk menyelamatkan keluarga kita,ternyata selama ini tante Mira berbuat yang tidak baik sama keluarga kita nak, Chika sepupu kamu bukan darah daging Om Galang Kakak papa.. dia anak selingkuhan tante Mira dan yang membuat kita kecewa Mira berubah surat kepemilikan perusahaan Pradana atas nama Chika " jelas Mama Santi masih memandang Mita dengan intenst
Mita mencerna perkataan sang mama dan memikirkan sesuatu namun,masih tetap dengan sikap santai.
" Terus apa yang bisa Mita bantu, kan Mita nggak ada kekuasaan buat mengubah semua, gini... Mita ingin tahu jelas kenapa tante Mira sampai berbuat begitu..? " ucap Mita dengan masih menebak nebak
" Mita biar kakek yang menjekaskan... " ucap Papa Gilang memandang wajah sang ayah.
Mita memandang sang Kakek yang tertunduk dan terlihat sekilas kesedihan mendalamnya.
" Baiklah kakek akan cerita yang kakek tahu selama ini ." terang Kakek Pradana.
Lalu bentuk saja Kakek Pradana mulai bercerita tentang Galang dan juga Mira.
RS Jakarta
Diruang VVIP Rumah Sakit Jakrta terlihat seorang pria terbaring di brankar dengan keadaan.yang lemah banyak alat bantu di tubuhnya dan hari ini setelah dua hari tak sadarkan diri dia baru membuka matanya dan harus menerima kenyataan pahit.
" Sudah sadar,baguslah.. jadi, nggak perlu lama-lama aku harus minta tanda tangan kamu Galang" ucap seorang wanita disamping brangkar sang pasien bernama Galang menatap sinis pada orang bernama Galang yang sudah terbaring tak berdaya di atas brankar.
" Ma-mau apa kamu Mi.. Mira?!" pekik Galang dengan suara lirih dan tebata-bata dia memandang wanita itu bernama Mira istri dengan nyalang.
__ADS_1
" Kamu sudah dengar semua kan,dengan kenyataan kalau Chika bukan anak kamu, melainkan anak aku dengan Burhan, Galang-Galang... aku kasihan sama kamu ternyata memang kamu itu bod*h, begitu cintanya kamu sama seorang Mira.. hahahaha" ucap Mira dengan tawa mengejek
" Gilang pintar ,dia sangat pintar di banding kamu,makanya aku mencintainya ,sangat mencintainya.Sayangnya ,dia lari dari perjodohan itu, tapi.. kamu dengan bodohnya mengajukan diri jadi pengganti.
Galang,dari dulu aku mencintai adikmu dan Burhan adalah patner S**s ku dan kamu... hanya orang bod*h yang mengatasnamakan cinta untuk menikahi ku. " ungkap Mira dengan senyum liciknya.
" Aku nggak pernah menerima kamu jadi suamiku, tapi... aku ingin harta Pradana untuk ku, saham kamu di Pradana Group sebesar 10% akan menjadi milikku,ditambah 5%milik Chika, 5% milik ku cukup lah buat mengimbangi adik kamu suatu saat. " kata Mira seringai menggelikan .
"Apa tujuan mu? " tanya Galang menatap tak percaya penuturan sang istri yang begitu dia cintai.
" Saham yang Gilang punya 15% , dan Kakek tua itu punya Punya 20% ,kalau kakek tua itu mati aku punya setidaknya 40% dan aku akan menguasai Pradana Group bersama Burhan.. hahaha" ucap Mira dengan gelak tawa yang membuat pandangan Mita sinis.
" Kamu.. telah selingkuh di belakang aku Mira dan Chika bu.. bukan anak ku..?? " tanya Galang dengan sendu
" Iya.. kamu pikir aku mau nikah sama kamu,dan kamu saking bod*hnya kamu nggak tau kalau anak yang aku kandung bukan anak kamu" ucap Mira dengan senyum liciknya
" Sekarang tanda tangani berkas ini,cepat...!! atau ayah tersayang kamu akan mati dengan mengenaskan " ancam Mira dengan memaksa berkas yang dia bawa
" Ja.. jangan ..tolong jangan begini..,baiklah akan aku lakukan... jika ini balasan dari cinta ku sama kamu, dan kamu ingat... jika suatu hari akan kamu rasakan lebih sakit dari apa yang aku rasakan!! " ucap Galang dan dengan terpaksa dia menuruti kemauan sang istri durhaka.
Dengan deraian air mata,kakek Pradana menceritakan kejadian yang menimpa keluarganya.
__ADS_1
Bersambung