
Kini Alvin sudah ada dalam Club tersebut, suara bising music DJ menggema dan keramaian lantai Dance terlihat meriah.
Alvin yang di dampingi beberapa anak buah Mita masuk makin ke dalam ruangan Club, walaupun Alvin tak menyadati jika dirinya di lindungi oleh beberapa orang bayangan dari Mita.
" Haii... ganteng?? perlu teman? goda seorang wanita sexy mencoba menggoda Alvin
" Thank's.. gw nggak perlu, gw sama temen gw.. "tolak Alvin dan langsung menuju meja bar disana seorang bartender wanita sedang melakukan aksinya meracik sebuah minuman.
" Mau pesen? tanya bartender lain yang terlihat sedang menawarkan menu minuman nya.
" Gw mau ketemu mami Debora, lo tau dimana bisa ketemu? tanya Alvin, karena memang dia tak menghubungi Debora langsung.
" Oh..lo udah buat janji? tanya pria itu dan Alvinpun mengangguk.
" Ikut gw..!! ucap pria itu lagi membujuk arah yang harus Alvin tuju.
Alvin akhirnya mengikuti langkah pria itu, dan terlihat lebih dalam mereka masuk sepanjang lorong Club terlihat beberapa wanita bersandar di tiap bilik, Alvin mencoba menetralkan detak jantungnya yang terpacu karena melihat pemandangan yang membuat adik kecilnya berontak seketika.
" Anjirrr... si Mita kurang ajar.. bikin otong gw nggak turun-turun..!! umpat Alvin yang sepanjang lorong mendapat godaan.
Sementara Mita yang mendengar penuturan Alvin yang mengumpatnya hanya tersenyum miring.
Di satu kamar yaitu dimana Chika di kurung oleh Debora, dia meneliti setiap celah ruangan untuk dia kabur dari kamar itu.
" Gw harus bisa keluar dari sini, siapa mereka yanh sudah menjebakku di tempat seperti ini.. " gumam Chika yang berusaha membuka jendela kamar namun memeng jendela itu ber tralis besi sehingga Chika hanya bisa bembuka celah untuk dia berteriak.
" Tolong... tolonggggg... siapa pun tolong keluarkan saya dari sini..!! "teriak Chika di balik jendela yang sedikit terbuka.
Brakkkk..💥💢
Terdengar pintu kamar itu terbuka, tampak tiga orang pria berbadan tegap dan bermuka sangar, Chika yang melihat mereka merasa sedikit takut karena tatapan mereka seperti tajam menusuk.
" Ayo ..!! orang yang kamu harus temui sudah ada disini..!! " ucap Salah satu pria itu dan menarik tubuh Chika keluar dari kamar tersebut
" Sa... sakit, pelan-pelan dong..!! kamu menyakiti saya..!! protes Chika sambil mengusap pengelangan tangannya.
__ADS_1
" Diamm !! bentak pria itu dan menarik Chika ke sebuah ruangan.
Tok tok tok..
" Mami.. ini kami mengantar gadis itu." ucap slah satu pria itu
" Hemmm... kalian bisa pergi..!! Debora dengan cepat menyuruh para ajudannya pergi.
Debora menatap Chika dari atas sampe bawah,meneliti penampilan barang barunya.
" Lo beruntung dapet kelas kakap, nggak sia-sia gw beli lo dari Burhan dengan harga mahal.. " ucap Debora dengan senyuman sinis.
Chika yang mendengar penuturan Debora di buat terperangah dengan kenyataan jika orang yang menjualnya itu adalah Burhan orang kepercayaan ibunya.
" Jangan sembarangan kamu, nggak mungkin om Burhan jual gw ke lo..!! teriak Chika yang masih tak percaya penuturan Debora.
" Terserah lo mau percaya atau tidak, yang jelas gw udah untung ngelepas lo dengan harga 500jt buat sebuah keperawanan, tapi.. gw nggak yakin lo masih ori atau nggak, yang jelas gw udah untung 200jt buat gw puas,kalau bukan Si pahit lidah yang membeli mu paling dapat 350jt paling mentok.. tapi, lo beruntung Si pahit lidah yang bayar lo, ntah kebaikan apa yang lo lakuin tapi.. lo harus berterima kasih sama si pahit lidah sudah selamatkan lo dari Burhan, karena yang lo harus tau Burhan pria kejam yang rela berbuat apapun demi. tercapai keinginannya. " ungkap Debora dengan senyuman devilnya.
" Om Burhan...!! awas lo.., gw bakal bikin perhitungan sama lo, dan gw akan bulang ke mami kalau orang kepercayaan nya itu yabg manfaatin aku, cuma untuk uang. " gumam Chika merasa geram dengan kelakuan Burhan yang sudah kelewatan menurutnya.
Sosok Pria yang masuk dalam ruangn tersebut,dan Setelah salah satunya pergi kini tinggal si pembeli Chika yaitu Alvin.
"Selamat datang Tuan Alvin, silahkan duduk.. " Ucap Debora dengan sikap yang sopan yang tak seperti biasanya.
Karena Debora tahu, Alvin orang yang dekat dengan Mita, maka dia pun tak berani untuk basa basi atau bahkan bicara dengan tutur kata atau gestur menggoda.
" Dimana dia, saya ingin cepat membawanya dari sini" ucap Alvin bersikap dingin dan cenderung kaku.
" Chika sini...!! Debora dengan cepat menyuruh Chika mendekat dan, dengan langkah ragu Chi melangkahkan kakinya mendekat pada Debora.
Kini Chika duduk di sampung Debora, masih dengan kondisi yang tertunduk.
" Chika ini tuan Alvin yang akan membawamu pergi, dan ak ingatkan..jangan buat ulah dengan semua orang yang ada disekitar Si Pahi yg lidah kalau kamu nggak mau berakhir di ranjang rumah sakit merasakan siksaan dark Si yglidah dan orang nya." bisik Debora memperingatkan Chika.
" Baik lah.. " jawab Chika dengan suara lirih.
__ADS_1
" Boleh saya langsung bawa,satmya tidak punya banyak waktu.. " ucap Alvin yang terdengar sedikit keras.
" Ba.. baik tuan Alvin silahkan " Debora mau nggak mau dia membiarkan Alvin membawa Chika bersamanya.
Namun Debora dan anak buahnya mengantarkan Chika samai jalan yang mereka biasa transaksi.
" Terima kasih Tuan Alvin, senang berkenalan dengan anda.. salam untuk si pahit lidah.. " ucap Debora yang masih setia di samp Uhhh ng Alvin
" Baik kami permisi.. " Alvin melangkah keluar tempat itu dan mengatakan sesuatu ke Chika
" Ikuti gw, jangan coba-coba kabur ..karena,kalo lo sampe kabur gw nggak jamin lo selamat.. " ancam Alvin segera dia melangkah keluar Club.
Chika yang sedari tadi diam dan banyak menunduk, posisi Chika yang berada di belakang Alvin hanya bisa melihat punggung kokoh milik Alvin dan juga badan atletis yang terlihat dari tampilan bajunya yang mencetak tubuhnya begitu sempurna.
Sampai di parkiran, mereka menuju ke sebuah mobil mewah berupa mobil limosin yang terparkir apik di dekat club itu.
" Masuklah.. " Alvin membuka pintu belakang mobil dan menyuruh Chika segera masuk ke dalam mobil.
Chika dengan tak bersuara dan langsung masuk kedalam mobil tersebut, diikuti oleh Alvin.
Didalam mobil tersebut sudah ada Mita ,Jodi, Bagas.
" Huffttt.... gilaaaa.. anjirrr, gw ampun deh Ta ngikutin keinginan lo.. sampe punya gw tegak dari awal masuk..!! pekik Alvin saat mobil sudah mulai bergerak meninggalkan kawasan Club.
" Hahaha.. cemen amat lo bang..!! jawab Mita dengan santai
Mendengar suara yang sangat dia kenal Chika yang sedari tadi menunduk mendongakkan wajahnya melihat siapa yang sedang bicara di depannya.
" Lo...!!
Betapa terkejutnya saat Chika melihat sosok yang ada di depannya dengan santai sedang menikmati minuman dingin ditangannya.
B E R S A M B U N G
__ADS_1