
" Kamu juga belum tau sebenarnya Burhan itu adalah ayah biologis ?" tanya Seseorang dengan suara lantang...
Duarrrr 💥💥
Bagai petir menyambar, tubuh Chika membeku mendengar suara yang sangat terkenal dengan pendengarannya.
" Kakek, apa maksudnya kek? kalian mau buat aku membenci Mami? Chika yang mendengar sang kakek berkata jika Burhan ayah biologisnya merasa sangat kaget.
" Kenapa, ini kenyataan yang kamu harus tahu.. " ucap Kakek Pradana dengan memandang Chikan dengan pandangan yang datar
" Bagaimana mungkin om Burhan ayah kandungku, sementara mami istri papi Galang?tanya Chika dengan tatapan nanar.
" Duduklah Chika.. " mama Santi membawa Chika duduk di sofa ruang keluarga.
__ADS_1
" Biar kakek yang menjelaskan, karena kakeklah yang selama ini banyak tahu tentang kehidupan kalian " ucap Gilang merasa iba pada sosok yang dibilang keponakannya.
" Mira menikah dengan Galang karena dia sudah di tolak oleh Gilang, saat itu aku yang menjodohkan Mira dengan Gilang, namun Gilang lebih memilih Santi dan menikah dengan tidak membawa harta ku sepeserpun dia pergi dari hidup kami." terang kakek Pradana menatap Gilang dan Sati bergantian, lalu menatap Mita dan Chika yang sekarang berdampingan.
" Lalu?? tanya Chika lagi..
" Saat itu Galang bilang,jika dia mencintai Mira sejak lama, awalnya Mira tak terima dengan penolakan Gilang namun satu hari Galang menemui Mira dan meyakinkan Mira dengan mewujudkan kebahagiaan untuk Mira.
Dengan berjalannya waktu Galang menikahi Mira sebulan kemudian Mira hamil, Galang sangat bahagia apalagi setelah tau mereka akan di karuniai seorang anak, dan pada saat perhitungan kami kandungan Mira berusia 7bulan Mira melahirkan, aku pernah bilang pada Galang kalau seperti ada yang janggal apalagi melihat fisik anak Mira seperti bayi pada umumnya dilahirkan 9 bulan namun ada yang bilang walaupun melahirkan prematur belum tentu bayinya pun prematur,sejak saat itu semua berjalan dengan seperti biasa, namun satu waktu aku memergoki Mira yang sedang menemui Burhan saat itu membawa anaknya ,betapa terkejutnya aku mendengar jika Burhan adalah ayah dari bayi Mira yang tak lain kamu Chika, pernah Galan kakek beri tahu soal itu tapi, saking cintanya pada Mira dia tak mau menerima aduan kakek, saat itulah kakek selalu mengawasi gerak gerik Mira dan benar saja saat Alang tiba-tiba sakit dan ternyata itu ulah Burhan dan juga Mira,dia membuat surat kuasa soal kepemimpinan Pradana Group yang menyatakan jima Burhan men ambil alih kepemimpinan perusahaan dengan alasan tak adanya Gilang dan juga Gilang tak akan pernah kembali.
" Nggak mungkin aku anak om Burhan,setahu Chika Mami tidak pernah terlihat gelagat yang mencurigakan bersama Burhan" bela Chika yang masih tak percaya akan cerita kakek Pradana.
" Karena mami mu adalah salah satu wanita hyper se* dan dia butuh orang yang bisa memuaskanya, karena itu mamimu menjadi seorang pemuas nafs* para lelaki hidung belang" lanjut Mita dengan memandang Chika dengan tatapan dinginnya.
__ADS_1
" Nggak... nggak mungkin mami seperti itu, mami sangat mencintai papi.. kamu jangan ngarang Mita.. kamu nggak terima kan, kalau kakek Pradana lebih menyayangiku. " teriak Chika tak terima.
" Buat apa aku iri sama kamu, asal kamu tau.. karena dulu aku membenci kakek, karena apa..? karena kakek selalu memandang mama ku rendah dan bilang wanita miskin.
Karena itu aku nggak pernah suka kakek datang kerumah ku, aku selalu kesal kalau kakek di ruamahku. Entahlah, memang Mama ku orang yang sangat baik atau apa? walaupun terlihat kayak mak lampir mama ku adalah wanita yang begitu sabar, dan selalu memberikan kasih sayang nya dengan tulus, dan kamu tau.. saat kakek menawarkan perjodohan ku dengan Jodi aku juga benci pada kakekku.apa kamu tau,mamaku sama papaku,orang paling aku sayangi lebih memilih mengikuti rencana kakek,orang yang dari dulu tak merestui mereka, kamu tau..rasanya waktu itu tak dianggap sama sekali.
Dari dulu kemana saja.. saat susah dia datang tiba-tiba mengacak-acak rencana masa depanku.. apa kamu tau, dari awal pernikahanku hati ini sakit dengan penolakan suami ku,dia juga sama merasakan susah menerima permintaan kakeknya,jadi kamu tau kan rasa benci itu berubah jadi sayang, itulah kami sekarang, dan kamu juga harus bisa menerima hakikat nya kamu anak Burhan dan Mira, dan sekarang tugas kamu menyadarkan mereka, jika mereka masih menganggap mu sebagai anak yang sangat berharga, tapi.. jika mereka menolak.. kamu masi ada kita dan bisa perbaiki diri untuk lebih baik. " perkataan Mita begitu panjang dan juga penuh dengan penekanan membuat semua orang mendengar dengan baik dan sekarang mengerti dengan kehidupan bawah tak selamanya mereka juga jahat.
" Jadi apa rencana kalian? " tanya Chika tiba-tiba walaupun dia ingin menangis sebisa mungkin menyembunyikan perasaannya yang sangat sedih, kecewa juga ingin sekali dia marah.
Mita memegang tangan Chika dengan tatapan dinginnya dan berkata " Jika kamu mau nangis, nangis aja, jangan di tahan.. nanti kamu sesak nafas,mau marah..? nanti aku ajari " ucap Mita
Dan tak lama Chika memeluk Mita dan menumpahkan air matanya yang sudah sejak tadi dia tahan.
__ADS_1
Pemandangan itu membuat mereka haru, semua orang yang ada di sana saling lirik tadinya mereka sudah berpikir jika Mita akan berbuat kasar pada Chika.
Bersambung