
Mita dengan cepat memasukkan bajunya ke dalam koper dan langsung keluar dari kamarnya, berjalan melalui Jodi yang masih duduk diam,memijit pelipisnya seperti memikirkan sesuatu.
Saat melihat Mita membawa koper besar dan tanpa bicara apapun padanya,dia melihat Mita yang sudah ada di depan pintu dan akan memegang tuas pintu, Jodi dengan cepat segera menraih lengan istrinya dan mendekap tubuh kecil istrinya dengan erat.
Mita terus memberontak dan memukul dada bidang suaminya,namun Jodi tak bergeming..
Jodi hanya bisa menerima pukulan itu dengan tak memberikan jarak pada tubuh mereka.
" Lepas... lepas, lepasin..!!! berontak Mita dengan tangan yang masih terus aktif memukul.
" Nggak... nggak akan, nggak akan aku lepasin kalau aku lepasin, pasti kamu pergi."jawab Jodi sambil terus mendekap tubuh kecil itu.
" Aaaahhhh... aku sesak nggak bisa napas bod*h..!! umpat Mita ke Jodi.
Mendengar penuturan Mita, Jodi baru sadar jika dia mengukung tubuh Mita dengan erat, sedikit demi sedikit Jodi dengan cepat merenggangkan pelukannya.
"Lepas !! kenapa kamu tahan hahhh..?? semua ini yang kamu mau kan? kamu benar, hubungan kita perlu di pikirkan lagi,kita terus atau kita akan berhenti sampai tahap ini. " ucap Mita dengan mata memandang tajam ke arah Jodi.
" Bu.. bukan maksud aku macam itu, aku cuma....
" Apa?! kamu cuma mimikirkan diri kamu sendiri, aku tau kamu menyuruh anak buah kamu mengawasi ku, kenapa? kamu nggak percaya sama aku, atau apa? kamu tuh egois tau nggak? pikiran kamu picik!! Mita mulai mengungkapkan rasa yang ada dalam hatinya
" Taaa... aku khawatir sama kamu, aku takut terjadi apa-apa sama kamu" Jodi mencoba untuk bersikap lebih lunak pada Mita.
" Khawatir?? kamu sudah menempatkan banyak anak buah disekelilingku selama 24 jam, dan pasti kamu tau apa yang aku lakukan di luar sana kan? tapi, kamu menyimpulkan sendiri informasi yang orang-orang kamu berikan, aku bukan wanita yang kamu tuduhkan.. aku bukan wanita pengkhianat hang sudah kamu tuduhkan, aku bukan pembohong seperti yang kamu bilang, cuma aku belum bisa cerita apa yang sebenarnya ada dalam hidupku sebelum kamu hadir.. " ungkap Mita dengan memandang wajah suaminya dengan ekspresi tak dapat diartikan.
" Sorry..?!! maafin aku, karena aku nuduh kamu yang bukan-bukan,memang aku perintahkan anak buahku untuk menjaga mu 24jam dan aku dengar kalau kamu, pergi dan ada beberapa orang yang membuntutimu dan yang buat aku Syok anak buahku merekam kejadian kamu menghajar orang-orang itu, setelahnya aku melihat direkaman kamu masuk ke dalam bangunan besar dengan penjagaan ketat dan itu sampai situ info yang aku dapat.. aku khawatir kalau kamu, kenapa-napa di rumah itu..dan kamu itu istriku, tanggung jawabnya aku.. dan aku takut kehilangan kamu. " jelas Jodi dengan memandang sendu ke arah Mita.
__ADS_1
" Seharusnya kamu tanya aku baik-baik, bukan langsung menyimpulkan siapa aku, karena aku bukan orang seperti apa yang kamu tuduhkan, bukan wanita yang gampang naik ketempat tidur seseorang untuk tujuan tertentu. " Kata Mita dengan sembari tangannya merogoh ponselnya .
Terlihat ada panggilang di sana, sebuah nama JAY
📞Jay Calling..
" Yah bang..
" Anak buahku sudah ada di depan apartemen kamu..
" Ya.. Thank's bang..
" Hati-hati yaa..?
" Hemmm..
" Aku minta ijin untuk menginap di rumah kakak angkat ku, dan kamu nggak bisa mencegahnya..jika kamu mau kita masih ketemu.. " ucap Mita dengan nada dinginnya
Jodi mendengar penuturan Mita langsung melihat kearah nya dan memandang wajah Mita yang tak biasa dia lihat.
Mita membuka pintu apartemen dan di depan pintu sudah ada dua orang pria bertubuh kekar
" Boss... " sapa pria itu Ke Mita.
" Lay... bawa kopernya dan tunggu di bawah.. " Perintah Mita dengan nada datarnya.
" Baik.. " ucap orang yang di panggil Lay..
__ADS_1
Setelah Lay dan kawannya pergi Mita berbalik dan memandang suaminya dengan ekspresi yang tak di mengerti.
" Aku pergi, untuk beberapa hari.. kita renungkan lagi apa yang akan benar-benar kita ambil, dan untuk masalah kantor bicarakan sama Papa surat kuasa dari ku sudah aku serahkan ke papa. " ucap Mita dengan masih dengan nada datar.
Mita membalikkan tubuhnya dan melangkah keluar apartemen itu, namun baru satu langkah, perkataan Jodi menghentikan langkahnya.
" Apa harus kamu keluar dari sini, seharusnya kita bisa bicarakan tanpa keluar apartemen kan? ucap Jodi lirih namu masih terdengar Mita.
" Karena aku mengabulkan apa yang dikatakan suami ku, dan kita butuh instropeksi tanpa harus bertemu dulu." ucap Mita dan dengan cepat dia meninggalkan tempat itu.
Dia tak ingin menjadi wanita lemah lagi, tuduhan suaminya memang membuat dirinya sakit namun dia juga sadar akan hal yang dia lakukan adalah salah, pergi dari rumah saat ada masalah.
Namun keegoisan nya juga terlalu besar, dia butuh waktu untuk sendiri cuma itu yang dia harap.
Setelah Mita pergi tubuh Jodi luruh di sofa dan dia menyandarkan kepalanya di bahu sofa,memandang ke langit-langit menyesali semua yang dia katakan pada sang istri.
Dia tak menyangka jika Mita adalah wanita yang keras akan pendiriannya, dan bukan wanita lemah seperti pikiranya ,istrinya bukan gadis kecil yang baru tamat SMA tapi, dia menjelma seperti wanita yang sudah matang.
" Kenapa emosi gw jadi nggak bisa ke kontrol gini, gw marah karena gw nggak tau kebenaran nya.. apa gw cemburu sama istri gw sendiri? cemburu? semudah itukan dia buat gw jatuh cinta?*astaga Jo..apa yang lo pikirin Jo, lo jatuh cinta sama Mita..? kenapa emang nya, nggak ada yang salah kalau gw jatuh cinta sama Mita, dia istri gw.. " batin Jodi terus berbicara pada dirinya sendiri, menyadarkan dirinya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada hatinya.
" Gw harus bisa luluhkan hati Mita, tadi dia saat datang langsung masuk dan peluk gw, apa dia sudah mulai merasakan apa yang gw rasa, astaga Jooo.... lo gobl*g super gobl*g,lo rela mindahin kerjaan lo ke Indonesia buat siapa, buat Mita kan? lo bela-belain nggak tidur buat nyelesain target lo enam bulan jadi tiga bulan kan demi Mita, buat apa gw ngelakuin kayak gini kalau gw nggak ada rasa sama Mita, dia juga sudah mau mengikuti ajaran enak enak dari lo, berarti dia juga sudah mulai menerima lo joo... " batin Jodi terus menyadarkan dirinya sendiri Flasback beberapa bulan yang lalu yang mereka lewatkan saat malam panas itu terjadi*.
Perang batin Jodi terus berbicara menyadarkan keegoisan nya, dia baru sadar kalau dirinya sudah benar-benar jatuh,benar-benar jatuh cinta pada istrinya sendiri.
Bersambung
Apa Jodi akan mencoba mengejar cinta Mita ??
__ADS_1
Tunggu di bab berikutnya, Apa yang Jodi harus lakukan, dia tak tau jika Mita pribadi yang keras.. mampukah dia meluluhkan hati batu Mita..??