
Hari berganti hari, dan dua minggu kini Mita di Jakarta.
Drrtttt Drrtttt
📞Kudanil Calling
" Hemmm..." ucap Mita saat mengangkat panggilan telepon dari suaminya.
" Assalamualaikum, kenapa cuma Hemm doang." ucap Jodi memberikan salam pada Mita.
" Wa'alaikum salam, ada apa?" tanya Mita dengan ketus.
" Lagi ngapain?" tanya Jodi dengan suara yang lembut.
" Nggak ada pertanyaan lain, yang jelas lagi ngangkat telpon dari lo lah.." ucap Mita dengan ketus
" Hahaha... okey,sorry gw basa basi aja." ucap Jodi tertawa mendengar ucapan istrinya yang terdengar kesal padanya.
" Basa basi lo lama-lama basi, dan lama-lama gue buang kelaut buat makanan lumba-lumba." seloroh Mita menanggapi ucapan suaminya itu.
" Ta.. jangan ngambek gitu dong, maaf baru bisa telpon,kuliah jam berapa?" tanya Jodi dengan sabar.
" Kok dia tau gw kuliah, pasti dia sudah tahu karena mertua solehahnya" batin Mita melirik kedua orang tuanya.
" Pagi kenapa, mau jadi orang sok perhatian gitu nanyain gue begitu, trus mau ngapain kalau udah tau, basi emang lo!!" sergah Mita dengan sinis.
" Oke, bunda mau ketemu kamu..bisa nggak saat makan siang ?" tanya Jodi
" Hahhh... emmmm, sebenernya lo itu dimana, masih diujung samudra atau di kerak bumi ?" tanya Mita mulai kepancing emosi.
" Santai dong, kenapa kangen ," goda Jodi menanggapi ucapan istrinya yang sudah terdengar emosi.
" Kudanillll, denger yaa.. bakal gue pastiin lo nggak akan lepas dari amukan gw..!!" pekik Mita pada suaminya.
__ADS_1
" Wowwww...takut, hahahaha.." ledek Jodi tertawa mendengar istrinya yang sedang marah padanya.
" Bye.." ucap Mita dengan begitu saja memutuskan panggilan telepon nya.
Clek.
Mita melirik kedua orang tuanya yang pura-pura tak tau jika Jodi baru telpon.
" Hadeuhhh, susah kalo orang udik bisa kan kalau ngangkat telpon kalau udah kelar makan," " ucap Chika sinis.
" Hehhh..tau nggak lo kalau saos ini kena mata lo buta bisa kan, mau ngrasain Lo..!!"
ancam Mita dengan santai mengarahkan botol saos cabe ke arah wajah Chika.
" Dasar.. bar-bar, udah ah.. mah aku berangkat, kakek aku berangkat yaa..," pamit Chika segera beranjak dari kursinya dan melangkah pergi meninggalkan ruang makan.
" Markonah !!" pekik mama Santi menatap tajam kearah putrinya.
"Stop sama tingkah konyol kamu,jangan malu-maluin ." Bentak Mama Santi membuat Mita mengerutkan dahinya dan beranjak dari tempat duduknya.
" Mama, papa, kakek aku berangkat, kalau menantu korea mama telpon bilang Mita masih kesel sama dia," ucap Mita dengan lantang dan melangkah kelauar mansion.
Ketiga orang itu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Mita sementara Mira hanya diam tak menanggapi kelakuan Mita.
KAMPUS
" Mita !!" seru dua sahabat Mita mereka yang sudah menunggu Mita di gerbang kampus.
" Heiii, masuk yuk..!! " seru Mita sambil berlari ke arah keduanya.
Mereka masuk dalam area kampus namun, mereka mengarah ke kantin kampus dan duduk di salah satu deretan bangku yang terbilang paling pojok.
" Kenapa tuh muka, kayak BT gitu?" tanya Ratih penasaran dengan tingkah Mita yang terlihat kesal.
__ADS_1
" BT banget tau nggak sih, sekali telpon tuh bisa kan nggak usah bikin gue naik darah, dasar laki ngeselin !" gerutu Mita dengan mencebikkan bibirnya.
" Jadi ada yang kangen sama laki nya, trus ,.kita yang jadi kena getahnya. " sindir Yash melirik Mita yang masih dengan memasang wajah cemberutnya.
" Udah lah Ta, Jodi kan lagi kerja jadi TKI, ya udah paling setahun sekali pulang.." ujar Ratih merangkul bahu sahabatnya memberikan pengertian pada sahabatnya itu.
" Ohhhh... jadi cowok lo itu kerja jadi TKI, wahhh...banyak duit dong, kenapa lo nggak keluar dari rumah Pradana ," celetuk Chika di dekat Mita.
Chika terlihat angkuh dengan wajah membagongkannya dan dia bersama in the gank berkacak pinggang dengan sok kuasa di depan Mita cs.
" Emang lo siapa, nyuruh gue pindah dari rumah itu.Asal lo tau, kalau gue keluar dari rumah itu, dengan perasaan bahagia.Kalau lo yang keluar merempat dari mansion itu, mungkin jadi gembel ." ucap Mita dengan menatap tajam dan akhirnya tawanya pecah kala melihat wajah Chika yang kesal terpampang nyata.
Hahahaha..
" Kurang ajar , lo sama orang tua lo itu hanya bisa nyusahin dan hanya bisa numpang hidup di mansion keluarga Pradana, jadi lo yang harus angkat kaki dari kediaman keluarga Pradana " ujar Chika dengan menggebu dan tak mau kalah dengan omongan Mita.
" Woiiii... santai sis, gue bilang nggak masalah gue keluar dari sana dan gue pastikan lo juga bakal keluar dari rumah besar itu karena lo sama nyokap lo udah lama hidup enak,jadi bersiap-siaplah untuk angkat kaki dari sana." Ucap Mita dengan senyuman devilnya
Chika yang melihat tingkah Mita sangat geram dengan keberanian Mita yang sudah berani mengusik hidupnya.
"Mita.. Mit.. hustt." panggil Yashinta menepuk nepuk bahu Mita dengan pandangan yang tak teralihkan di belakang mereka.
" Apaan sih Yash, gw belom...
" Paramita Ananda !!" seru seseorang dengan suara bass yang terdengar sexy.
" Astaga suara itu, aduh gue halu kalee yaa.." gumam Mita masih membelakangi orang tersebut.
" Paramita Ananda bin Gilang Pradana.." seru orang dengan suara yang sama membuat tubuh Mita menegang.
Akhirnya Mita menoleh pada sumber suara yang tadi menyapanya,betapa kagetnya dia melihat sosok menjulang tinggi sedang tersenyum manis padanya.
" Kudanillll...!! serunya
__ADS_1
Bersambung