
🐸 Siapa nih.. yang bilang ceritanya jalan di tempat?
🐣Maaf yaa.. bukan jalan ditempat ,tetep bergerak maju kok, othor baru 20harian nulis cerita nya masak mau cepat end aja.. ya... jangan lah...??
Othor usahakan setiap up ada perkembangan kok,nggak jalan di tempat.. paling plot nya di fokus in satu-satu aja.. Hehehehe..🙏🙏
Udah lah cuss... terusin ngrumpi deh, kita ngintip Mita sama Jodi yang lagi dua-dua an..
😂😂
👇
🙋
💋💋💋💋💋💋
Walaupun acara makan malam itu diselingi dengan drama Mita yang minta pisah dengan Jodi, dan Tiara yang tak di anggap cucu kakek Bakti Mulya,makan siang itu masih bisa berjalan baik, setelah Mita menghentikan semua kata-kata nya yang banyak benarnya.
Tiara senang sang kakak yang mendapat wanita baik seperti Mita, waaupun sifat Mita yang frontal namun dia juga jujur dalam bersikap dan bicara.
Sementara Jodi, banyak hal yang ingin dia bicarakan dengan Mita, entak mengapa.. hatinya merasa tak tenang kala Mita menyuruh dia melepaskan Mita.
Ada rasa tak terima dengan permohonan Mita, walaupun belum ada rasa cinta Jodi tak mau gagal dalam berumah tangga, dia yakin sekarang.. jika Mita gadis baik, Jodi mempunyai menemui wanita dengan banyak karakter namun, baru kali ini ada gadis yang menolak akan pesona yang dia punya.
" Ta.. bisa kita bicara berdua? tanya Jodi saat ada di parkiran Mall.
" Pergilah.. kalian perlu bicara, kami sebagai orang tua kamu.. papa serahkan keputusan yang terbaik buat kamu.. " ucap papa Gilang dan mencium pucuk kepala sang putri
" Oke, makasih pah.. Mita sayang papa " ucap Mita dan memeluk sang papa.
Akhirnya Mita ikut mobil Jodi dan mereka meninggalkan Mall dan Jodi mengarahkan mobilnya ke pusat kota.
"Apa lo mau pergi ke suatu tempat? tanya Jodi melirik sang istri yang masih bersikap cuek padanya.
" Nggak ada, terserah lo.. mau bawa gw kemana yang penting lo nggak macem-macem sama gw " ucap Mita acuh
Jodi hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Dalam hati Mita sangatlah kacau, ada rasa cemas dihati Mita, ada sedikit rasa senang di hatinya ada rasa rindu pada sosok yang memang nyebelin bagi Mita.
Setelah tiga puluh menit mereka sampai di salah satu apartemen mewah.
Mita mengedarkan pandangannya di sekeliling parkiran depan bangunan tinggi itu.
" Ngapain lo ajak gw kesini? tanya Mita menoleh pada sosok di sampingnya.
" Kita perlu privasi untuk bicara Ta.. gw ajak lo ke apartemen kita diatas. " ucap Jodi dengan melepas Seatbelt nya dan membuka pintu mobil dan diikuti Mita dari sebelahnya.
Mita dan juga Jodi berjalan beriringan masuk dalam gedung yang menjulang tinggi dan megah itu, namun tak ada kata apapun terlontar dari mulut mereka berdua.
" Dia punya apartemen mewah seperti ini? gw nggak nyangka laki gw tajir gini, astaga... laki gw.. aduhhh.. Mita lo tadi kan udah minta cerai.. cerai ..cerai..,udah kayak uang kost an nggak di bayar ..pagi siang malem di tagih mulu" batin Mita mengingat peristiwa di retaurant tadi.
Diam tanpa kata, itu.. yang mereka lakukan hanya ada suara lift berhenti di angka 21.
Jodi melangkah terlebih dulu dan diekori Mita di belakangnya, mereka masuk ke dalam apartemen tepat di tak jauh dari lift tersebut.
" Ayo masuk Ta... " Jodi membuka pintu dan mempersilahkan Mita masuk terlebih dulu.
"Mau minun apa Ta, biar gw bikinin.. mau jus atau minuman hangat? tawar Jodi sambil melangkah terus ke bagian ruangan dan ternyata dapur
" Gw udah lama beli apartemen ini,tapi..nempatin baru hari ini." jawab Jodi memberikan minuman kaleng pada Mita.
" Trus apartemen ini dianggurin gitu aja? tanya Mita dengan meneguk minumana penetral dahaga dan penetralndetak Jantungnya yang terpacu cepat
" Nggak juga, dua hari sekali ada orang dari mansion Mulya bersihin apartemen ini, trus tadi pagi gw bilang mau tempatin apartemen ini malam penuh ini, jadi gw suruh orang buat belanja menuhin persediaan aja" jelas Jodi bersandar pada pagar pembatas balkon memandang jauh, memandang langit sore jakarta yang telah berubah jingga.
" Pemandangan nya bagus" ucap Mita dengan memandang langgit senja kota Jakarta
" Lo suka? tanya Jodi memandang wajah Mita yang sedang menikmati indahnya senja dengan senyum menawan.
" Suka...suka banget malah" jawab Mita dan menoleh ke arah sang suami yang disampingnya
Pandangan mata mereka saling terpaut dalam diam di tengah suasana senja yang sangat indah,saling melempar senyuman manis .
" Ya Tuhan ganteng banget laki gw..,jantung gw.. astaga kenapa dag dig dug gini sih. jantungggg... please gw nggak mau mati sekarang, gw masih pengen nikmati surga dunia.. " batin Mita dengan pandangan masih fokus dengan Jodi
__ADS_1
" Ya Ampun, ternyata di liat deket gini. bini gw manis banget... duhhh, Nyil.. bibir lo.. astaga bikin gw pengen... Ohhh salah salah.. jangan sampe gw lakuin kesalahan yang ada Mita benci banget sama gw...jantung gw kok kayak lompat lompat gini sih... Tuhan.. jangan sampai gw kena serangan jantung.." batin Jodi
Mereka lama saling pandang, dan mereka sama sama terbuai dengan suasana senja dilangit jingga, menentramkan dan membuat kesan romantis bagi kedua anak manusia berlawanan jenis ini.
Jodi dengan sedikit beringsut dari tempat dia berdiri dan sekarang berdiri di depan wajah Mita yang terlihat menggemaskan.
Jodi menangkup kan tangannya ke dua belah pipi Mita dan dengan cepat mengecup singkat bibir Mita.
Mita di buat terkejut dengan apa yang Jodi lakukan dan dengan cepat Mita mundur beberapa langkah dari hadapan Jodi.
" Sorry.. apa salah seorang suami mencium yang halal baginya? tanya Jodi dengan pandangan lembut kearah Mita
" Suami.. apa lo nggangep gw selama ini sebagai istri? tanya Mita dengan senyum miring
" Gw sedang berusaha Ta, dan lo juga butuh proses akan hal itu, gw ingin kita sama-sama Ta.. gw udah pernah bilang ke lo nggak akan pernah gw cerai in lo ,selamanya lo istri gw.. bisa kan paham sama kata-kata gw, kasih gw kesempatan untuk memulai dari awal, kita bisa saling kenal..apa yang lo takutin? tanya Jodi dengan pandangan lembut kearah Mita
Pandangan yang berbeda dari pandangan pertama mereka bertemu seperti tak ada ke bencian dan kemarahan dari raut waja tampan itu.
" Kesempatan? berapa kali lo mau gw kasoh kesempatan buat lo yakinin gw? tanya Mita dengan memandang wajah suaminya juga dengan intens
" Kasih gw satu.. iya satu Ta, satu kesempatan buat gw..please...???!! Ucap Jodi dengan penuh harap
" Yakin cuma satu, bahkan lo selalu bilang begitu sama cewek yang lo suka.. ya kan? yakin cuma satu, kalau seandainya lo ke goda sama cewek lain apa lo mau gw kasih kesempatan buat lo lagi? Mita mencoba bernegosiasi dengan suaminya karsna memabg Mita belum percaya akan kata-kata Jodi.
" Kasih gw waktu palin cepat enam bulan buat ngurus kerjaan gw di London dan selama enam bulan itu paling lama satuntahun buat selesaikan kontrak kerja gw yang lama,setelah itu gw bakal balik kesini, dan kita akan sama-sama tinggal disini, gimana? Usul Jodi dengan berat hati dua mempertaruhkan pekerjaannya.
" Tanpa komunikasi dan kita sama-sama fokus dengan tujuan kita, dan gw harap lo setia dan tepati janji lo, dan jika selama lo nggak sama gw lo di larang selingkuh dari gw sama gw juga begitu.. " ucap Mita dengan melirik Jodi dengan sedikit senyuman samar.
Entah takdir apa yang akan mereka jalani, selama kesepakatan itu berjalan..
Mereka belajar untuk berkomitmen dengan apa yang mereka punya, yaitu hubungan pernikahan..
Bersambung..
Akan kah kisah LDR mereka berjalan dengan semestinya?
Atau diantara mereka akan ada sesuatu yang membuat mereka berpisah atau bercerai??
__ADS_1
Jangan su'udzon dulu sama othor yaaa... ??
Masih ada kocak-kocaknya kok.. antara kudanil sama Unyil..