
Saat jam istirahat sekolah Mita cs sudah ada di kantin dan menikmati bakso yang pedas dan juga es jeruk kesukaan mereka.
" Mita lo beneran mau traktir anak-anak buat jajan di kantin?" tanya Yash tak percaya dengan omongan Mita karena setahu Yash dan Ratih,Mita selalu berhemat karena mereka akan mengadakan pertemuan dengan anak-anak Panti asuhan yang biasa mereka kunjungi.
" Hemmmm."jawab Mita singkat dengan sibuk mengunyah bakso di mulutnya.
" Duit dari mana lo?" tanya Ratih penasaran karena bukan hanya mereka saja yang di traktir Mita tapi anak-anak yang jajan di kantin.
Namun sebelum Mita menjawab pertanyaan dari Ratih seseorang datang menghampiri Mita Cs
" Hehhh Mita, lo yakin mau traktir makan kita-kita, lo yakin sanggup buat bayar atau, jangan-jangan Lo habis menang loter* atau ngelont* hahaha.." ucap Airi dengan tawa cekikikan dan menatap jijik pada Mita.
Brakk..
Mita menggebrak meja kesal dengan sikap sombong Airi " Kalau gw mampu kenapa, masalah buat lo,dan perlu Lo tahu nggak perlu gue ngelont* buat traktir Lo makan,bahkan mungkin gue bisa beli bac*t Lo juga,apa Lo takut kesaing sama anak penjual bunga?" ucap Mita muak melihat tingkah Airi yang sok kaya.
" Iya gimana ya, habisnya gue ragu aja, dulu waktu SMP aja lo suka nunggak SPP sekarang lagak lo sok kaya,muak gue liat muka lo. !!"teriak Airi menatap sinis ke arah Mita.
" Apalagi gue liat muka lo juga jijik, gue tau siapa Lo sebenarnya,Lo sok jadi anak seorang pengusaha kaya disini, terus yang bilang sahabat..tapi nusuk dari belakang,dasar pengkhianat.!!" balas Mita tak kalah sinis.
" Mita, Mita,lo masih marah sama gue,apa karena gara-gara Bagas lebih milih gue dari pada lo seorang anak petani bunga. lo ngaca dan sadarlah dari dulu lo itu sok imut sok lugu, deketin Bagas cuma buat uangnya aja kan, kalau bilang nggak berarti lo munafik. gue tau lo pinjam duit sama Bagus buat lunasin SPP lo kan?!" ucap Airi dengan senyum mengejek.
" Airii ,apa-apaan sih, kamu bisa diem kan, kamu lancang!! " bentak Bagas yang baru datang dan mendengar Airi mengungkit uang SPP waktu mereka SMP
"Cukup,berapa utang gue sama lo, gue bakal bayar sekarang!! " tantang Mita dengan menekankan kata Sekarang.
__ADS_1
"Mit.. bukan maksud...
" Sudahlah Gas, semua orang pun sudah tau karena ulah pacar lo yang lucknat ini,sekarang bilang berapa yang Lo keluarin selama kita berteman di SMP dulu,gue nggak mau pake uang Lo dan itu gue haramkan." ucap Mita memotong perkataan Bagas
Harga diri Mita seoalah diinjak-injak dan dia nggak akan terima itu sekarang dan sampai nanti." Yakin lo mampu bayar, jangan asal ngomong lo !!" ejek Airi masih saja memprovokasi Mita.
Mita mengambil dompet di dalam tasnya, memang Mita belum ikut belajar hari ini karena habis kena hukuman.
" Dulu gue pinjem duit lo dua juta kan, ini ada tiga juta anggap saja itu bunga bank buat kebaikan Lo dulu,jangan lagi ganggu hidup gue kalau nggak ingin kalian menyesal !!" ancam Mita dengan cepat memberikan uang itu ke tangan Bagas.
"Ta... bukan...
" Gue nggak mau utang ke lo, apalagi cewek lo yang selalu sok tau tentang hidup gue.Urusan gue sama lo cukup sampe sini !!" ucap Mita dengan memandang wajah Airi dengan senyum miring.
"Gue tau dan pastikan cewek lo nggak perlu nyiyir ke gue lagi." Serobot Mita memotong omongan Bagas.
" Maksud Lo apa,apa gunanya gue nyiyirin lo,apa yang gue sampein semua fakta.Lagian baru bayar utang ber tahun-tahun aja seneng bener kalau gue nggak ngomong pasti lo nggak bayar kan?" tanya Airi berubah nyolot
perkataan Airi membuat darah Mita mendidih.
" Cukup Airi,lo itu nggak tau apa-apa dan lo Gas lo sendiri yang tolak duit gue waktu seminggu setelah gue pinjem kan, kenapa lo nggak cerita sama cewek lo ini, gue heran sama lo,dasar mulut lemes !!" umpat Mita
ucapan Mita membuat Bagas dengan intens memandang Mita
" Airi udah jangan di perpanjang, Mita pun udah ngasih duit, ini satu jutanya gue balikin,utang Lo kan cuma dua juta Ta" ucap Bagas dan menyodorkan uang satu juta itu ke Mita.
__ADS_1
Namun tak disangka Airi merebutnya.
" Hahaha.. kalian lihat kan, siapa yang miskin disini, lintah darat !!" ejek Mita menatap sinis ke arah Airi.
" Gue nggak mau duit lo, gue cuma pengan tau duit dari mana lo dapet, jadi simpenan Om-om atau jadi pela*ur !!" ejek Airi
Plakk...
Plakk
"Dari tadi gue coba nahan emosi gue dan kali ini lo keterlaluan, gue nggak perlu jadi sugar baby kayak lo. gue punya sumber penghasilan yang halal buat hidupin gue, kalau perlu bakal gue beli pabrik kain punya bokap lo!!" teriak Mita dengan memandang geram wajah Airi yang dia tampar dia sudah mencoba menahan emosinya namun gagal.
" Sial*n lo, gwi nggak terima, ucapan lo itu. bakal gue tuntut lo karena udah buat gue luka gini" ancam Airi menatap nyalang kearah Mita.
Semua yang mendengar penuturan Airi tercengang.tapi, nggak buat Mita dia malah berkacak pinggang di Depan Airi.
" Lo belum tau siapa gue Airi jadi, gue peringatkan jangan pernah usik hidup gue kalau lo nggak mau menyesal !!"ancam Mita dengan nada tegasnya
" Ada apa ini?" tanya bu Diah memandang Mita dan Airi.
Betapa kagetnya dia melihat pipi Airi yang merah dan ada darah yang keluar dari sudut bibirnya.
Bu Diah memandang wajah Mita dengan wajah marah dan emosi yang sudah akan meledak.
Bersambung
__ADS_1