
Mira tak pernah berfikir jika mertuanya akan mengatakan hal yang benurutnya seperti menyindir.Mira juga Chika hanya bisa menelan kasar silvanya.
" Maksud ayah apa yaa? tanya Mira yang melihat wajah sang mertua tak seperti biasanya.
" Baiklah... semua anggota keluarga berkumpul di sini, ayah tak mau basa basi..untuk kamu tahu, keadaan keuangan perusahaan sangatlah mengkhawatirkan memerlukan suntikan dana secepatnya.. dan untuk itu ayah sudah mengambil keputusan untuk menjual mansion ini, dan nanti hasil penjualan akan ayah berikan ⅓ dari penjualan untuk kalian berdua,kalian bisa membeli rumah yang cukup mewah untuk kalian berdua" jelas Kakek Pradana
Perkataan kakek Pradana membuat syok Mira dan juga Chika.
" Mana bisa begitu ayah, kenapa harus di jual? tanya Mira yang kaget dengan keputusan sang mertua.
" Perusahaan itu butuh dana, dan beberapa pemegang saham pun akan menjual saham mereka karena perusahaan kita sudah sangat memprihatinkan..kalau tak cepat-cepat kita tangani perusahaan itu bakal bangkrut dalam waktu kurang dari dua bulan " ucap Gilang yang masih mengunyah roti bakar buatan sang istri.
" Memang aset-aset lainnya nggak bisa menutup kerugian yah? tanya Mira melirik Santi yang terlihat santai.
" Nggak akan culup Mira, makanya ayah mengambil keputusan untuk menjual mansion ini lebih baik sekarang kita atasi jangan sampai malah membuat kita tak dapat apa-apa. " ungkap Kakek Pradana dengan senyum getirnya.
" Terus aku sama mama tinggal dimana? tanya Chika bingung dengan penyataan dan ketakutannya hidup miskin
" Yah.. kan lo punya mami, kenapa harus tanya kakek, gw aja ngekost disini.. mama sama papa bakal balik ke Bandung dan kakek akan ikut mereka, tante Mira mau ikut kakek tinggal di kampung.. trus lo Chika bisa aja kita kost bareng.. " ucap Mita dengan senyum devilnya .
" Tinggal di kost an.. it's No..!! teriak Chika tak bisa bayangin apa yang terjadi dengan dirinya jika dia tinggal di kost an
" Yahh.. biasa aja kalee, lagian gw juga ogah punya housemate macam lo " ucap Mita dengan senyum miringnya.
" Ogah gw juga, tinggal bareng sama orang misquin kayak lo.." timpal Chika tak terima
" Sudah - sudah... ayah rasa sampe sini pembicaraan kita, kamu Mira bisa siap-siap buat cari rumah buat kalian berdua, dan untuk Mita kamu sudah dapat tempat tinggal buat kamu Mita? tanya sang kakek
" Aku sudah dapet kek, kemaren Jodi bilang suruh nempatin tempat tinggal nya aja, gimana menurut kakek, mama,juga papa? Tanya Mita meminta pesetujuan keluarganya.
" Papa rasa itu keputusan yang terbaik, lagi pula sayang tempat itu kosong.. bagaimana pun juga tempat itu nantinya akan jadi tempat tinggal kamu sama Jodi" ucap papa Gilang.
" Ya udah, besok kalau kita memang harus keluar dari sini aku langsung bilang Jodi kalau aku bakal tinggal ditempatnya aja," Mita bangun dari kursinya "aku berangkat yaa.. pah, ma, kek... bye... " pamit Mita menyalami kedua oran tuanya dan sang kakek.
" Kamu nggak ada kuliah hari ini Chika? tanya kakek Pradana setelah melihat Mita keluar dari rumah.
" Ini aku udah siap kek,aku berangkat.. " pamit Chika segera bergegas pergi dari mansion.
__ADS_1
.
.
*Kampus
" Mitaaa....!!! panggil dua orang Sahabatnya yaitu Ratih juga Yashinta
" Uhhh... kangeeeeeennnn...??!!! ucap Ratih dengan langsung memeluk Mita
" Woy.. woyy...woyyy... stopp !! gila lo ya Ra.. gw masih normal sedeng !!" umpat Mita seraya menjitak kepala Ratih
" Awwww...sakit Taaaa.. jahat lo, gw serius gw kangen ngegibhah bareng lo, karena kemaren lo langsung di culik sama bambang Jodi jadi, kita berdua nggak sempet ghibah bareng lo" ucap Ratih dengan nyerocos tanpa henti
" Biasa aja kalee.. ehh, laki lo udah ke London lagi? bisik Yash
" Hemmm... udah,dia bilang paling lama satu tahun baru balik ke Indonesia ,paling cepet 6-8 bulanan " jawab Mita dengan wajah yang murung
" Kangen... yaaaa?? ledek Ratih melihat sang sahabat tak bersemangat seperti biasa nya.
" Apaan sih, nggak lah... cuma kalau gw pikir-pikir gw sama dia kayak pacaran aja, kaya bukan laki bini gitu" ungkap Mita dengan menyangga dagunya diatas meja dengan kedua tangannya
" Udah wa tadi.. dia bilabg sibuk juga, kita kekelas yuk.. " ucap Mita beranjak dari tempat duduknya dan melangkah bersama Yash
" Heeeiii.. tunggu...!! teriak Ratih yang melihat kedua sahabatnya meninggalkan kantin
.
.
Disisi lain kampus Chika bersama teman temannya sedang berada di class nya.
" Lo kenapa Ka? ada masalah? tanya Claudia
" BT gw, masak kakek ma jual Mansion nya trus gw sama nyokap gw harus nyari rumah buat kita berdua tinggal" jawab Chika dengan muka kesalnya
" Trus kakek lo, ikut sama lo sama nyokap lo? tanya Abel
__ADS_1
" Nggak, kakek milih ikut om Gilang anak bungsu kakek tinggal di kampung istri om Gilang, dan anaknya om Gilang yang nyebelin itu.. tau nggak dia mau tinggal di kost kostan.. " ucap Chika tersenyum sinis
" Hahhh.. kalian kan orkay ngapa sepupu lo tinggal di Kost an? tanya Abel
" Nggak tau, tapi.. gw dengar dia kalau nggak ngekost dia mau tinggal di tempat pacarnya yang TKI, gw bayangin pasti tempat tinggal pacar nya itu di dalam gang sempit, kumuh, sering banjir.. wlekkk.. hiiiiii... geli gw ngebayanginnya" ujar Chika membayangkan Mita tinggal di tempat kumuh.
" Trus lo sama nyokap lo gimana? tanya Claudia
" Gw bakal nyari rumah buat kita berdua, walaupun nggak mewah kaya mansion Pradana minimal harus dibilangan elite lah... atau paling tidak di apartemen mewah. " ucap Chika
" Kalau Apartemen.. gw banyak kenalan juga tau, apalagi di daerah pusat kota apartemen mahal, mewah fasilitas pun sangat memuaskan. " ucap Claudia
" Boleh deh.. coba lo tanyain sama teman lo apartemen mewah dan gw mau termewah. " ujar Chika yang membayangkan tinggal di sebuah apartemen mewah.
" Kalau bisa lo saingan sama keluarga Mulya nggak masalah, tapi.. kita tau keluarga Mulya tajir mlintir lebih dari kita berkali lipat...kalau saja kita tau anak dari tuan Dani Mulya wah.. bakal gw pastikan dia jadi milik ku" ucap Abel membayangkan akan bersama Danial Mulya.
" Lo emang udah tau wajah pewaris dari Mulya Group?? tanya Chika
" Kita tau kan, dia hidup di London dan dia punya bisnis besar disana " ucap Claudia.
.
.
Saat siang hari,Tiara mencari Mita di kampus nya.
" Kak maaf.. apa kakak kenal Paramita Ananda anak Design? tanya Tiara pada tiga orang gadis yang kebetulan akan ke kantin kampus
" Siapa Paramita Ananda? lo siapanya? tanya Chika dengan meneliti penampilan Tiara yang memakai seragam SMA
" Kenal nggak kak?tanya Tiara mencoba untuk bersikap biasa walaupun hatinya gondok
" Tiaraaaa...!!! seseorang memanggil nama Tiara dari arah belakang punggung Tiara.
Bersambung
Besok lagi yaaa...
__ADS_1
Besok kita Mingguan deh...