ISTRI YANG TAK DICINTAI

ISTRI YANG TAK DICINTAI
eps 10


__ADS_3

Ferdi begitu gencar men**mb* Vika.


Mereka begitu menikmati malam itu, seoalah tidak ada hal lain yang lebih penting dari hubungan itu.


Lama mereka saling menc***u stu sama lain. Dan setelah berc**** cukup lama. Tibalah mereka di ambang batas keduanya.


Ferdi segera menumbangkan dirinya di samping Vika yang masih tersenggal.


Ferdi segera mengatur nafasnya yang tak beraturan, hingga tak disadari dirinya terlelap.


Jangan pulang malam ini......


......................


Busyet..... aku telat.....


Ferdi masih tak percaya dengan kecerobohannya. Dia lupa memasang alarm di ponselnya.


Saat di rumah Nesi sering membangunkan Ferdi. Namun kemudian Ferdi menolak itu. Dan akhirnya Nesi memasang jam alarm di kamar tidur Ferdi. Ferdipun tidak protes tentang itu.


Tapi di apartemen Vika.... tidak ada jam alarm. Sehingga Ferdi sampai telat bangun 2 jam.


"Sayang..... Kenapa kamu tidak membangunkan aku.... aku telat nih..."


Ferdi sedikit mengomel kepada Vika. Tapi Vika hanya diam dan tidak merespon.


"Sayang.... bangun....!!! Siapkan sarapan untukku" Ferdi berkata sembari pergi ke kamar mandi.


"Aah.... apaan sih, aku ngantuk tauk..... Beli aja sarapan di jalan, kan banyak!"


Vika malah mengomel dan memilih melanjutkan tidurnya. Akhirnya Ferdi pasrah saja melihat respon Vika.

__ADS_1


Mungkin efek dari kehamilannya


Ferdi menenangkan pikirannya.


Setelah selesai, Ferdi segera menghampiri ranjang Vika dan mengecup kening Vika.


"Aku berangkat ya...." Lalu meninggalkan Vika yang masih terlelap.


Dia sudah pergi....


......................


Sesampainya di kantor, hampir semua karyawan menatap kedatangan Ferdi.


Seorang karyawan menghampiri Ferdi.


"Bapak Ferdi di tunggu CEO di ruangannya..."


Ferdi membuka pintu ruangan dengan sedikit gemetar. Ia melihat Kenzi dan seorang asistennya (Bastian) yang seolah sedang menunggunya.


"Selamat pagi pak....." ucap Ferdi ramah meski dengan senyum yang masam.


"Pagi kamu bilang..... ini sudah siang..... apa kamu tidak sadar" Bastian menjawab dengan sedikit membentak.


Ferdi menjadi ciut karenanya.


"Kamu tau..... pagi ini kita mendapat masalag besar gara-gara kamu telat dan tidak menghadiri rapat pagi tadi" Bastian kembali berkata dengan nada marah.


Tapi Kenzi tampak tenang dan malah menampakkan senyum mengejeknya.


"Sudahlah bas, kita dengarkan alasannya dulu" Kata-kata Kenzi nampak sangat berwibawa.

__ADS_1


"Sa saya....." Ferdi nampak ragu dengan apa yang akan di ucapkannya.


"Apa karna istrimu.... tidak di rumah? atau karena istrimu tidak becus mengurusmu" Kenzi sedikit menyinggung perasaan Ferdi.


Seketika Ferdi memanas, mukanya merah karena emosi. Namun dengan susah payah Ferdi menahannya.


"Apa maksud bapak, ini masalah pekerjaan, jangan di campur uruskan dengan masalah kelurga saya!" Ferdi berkata dengan sedikit amarah.


Sedangkan Kenzi hanya terkekeh mendengar jawaban Ferdi.


"Bukan begitu pak Ferdi.... Tapi jika masalah kelurga anda menjadikan anda tidak profesional dalam bekerja maka perlu dipertanyakan, sepelik apa masalah keluarga anda"


Kenzi mencoba mengulik masalah Ferdi.


"Saya akan segera menyelesaikan masalah saya pak" Ferdi berusaha meyakinkan Kenzi. Kenzi hanya terkekeh....


"Kalau kamu tidak menyukai istrimu, berikan saja dia padaku!! Aku akan sangat senang menerimanya"


Ferdi segera mengepalkan tangannya mendengar ucapan Kenzi.


Ferdi hampir tidak bisa berfikir logis saat itu.


Bagaimana bisa seorang Kenzi bisa mengharapkan Nesi, sebenarnya seperti apa Nesi. Apa selama ini aku salah menilainya.


"Keluarlah dari ruangan saya sekarang!! dan lanjutkan kerjamu!!"


Ferdi segera tersadar dari lamunannya, dan memilih meninggalkan ruangan Kenzi, meski masih dengan rasa amarah yang belum kunjung reda.


......................


^_^

__ADS_1


Adiz.Ck


__ADS_2