
Ferdi nampak begitu kesal dengan ucapan dan keangkuhan Kenzi.
Lama ia termenung di kantor Kenzi, sedangkan Kenzi sudah beranjak pergi dari ruangan tersebut.
Ada rasa sesal yang bergelayut di hati Ferdi, mengingat semua yang sudah ia lakukan kepada Nesi.
Ia begitu sadar jika Nesi adalah wanita baik yang pantas ia cintai. Namun kini hanya penyesalan yang tertinggal di lubuk hati Ferdi.
Matanya sembab, dadanya sesak. Iapun menangis di sudut ruangan Kenzi. Memukul mukul ubin beberapa kali.
Ferdi terus mengumpati dirinya karna kebodohannya selama ini.
Ada rasa iba terpancar dari mata Kenzi saat menatap layar ponsel yang menampakkan keberadaan Ferdi di ruangannya. CCTV di ruangan Kenzi memang sangat membantu saat itu.
Kenzipun merasa sedikit khawatir dengan Ferdi. Walaupun mereka rival, tapi Kenzi memiliki perasaan yang sangat mudah tersentuh karna orang lain.
......................
"Hai Nes...... apa kabarmu??? apa kamu baik-baik saja?" Tanya Kenzi ketika mennemui Nesi di lobi hotel sore itu.
"Ya.... aku merasa lebih baik sekarang" Jelas Nesi sambil menghampiri Kenzi yang sudah menunggunya.
"Ayo kita duduk di sana saja!!" Nesi nampak menunjuk sebuah meja dengan 2 buah kursi yang saling berhadapan.
Kenzi mengangguk dan mengekor Nesi yang sudah berjalan lebih dulu.
"Apakah ada perkembangan???" Tanya Kenzi ketika mereka sudah duduk di kursi.
Nesi menggeleng.
"Aku tak punya bukti yang cukup kuat untuk mengajukan gugatan itu. Di tambah mas Ferdi menolak untuk bercerai, dan dia menyangkal semuanya" Jelas Nesi sedikit sedih.
"Lalu selanjutnya bagaimana???" Kenzi sedikit khawatir juga.
Nesi menghela nafas kasar.
"Entahlah Ken....." Nesi mengalihkan pandangannya dari hadapan Kenzi.
Ia menatap taman yang berada di sisi cafe.
"Semuanya terasa sulit sekarang..... Aku kehilangan arah hidupku Ken" Nesi nampak lesu.
"Kenapa....."
"Apa kamu tidak membayangkan jika kamu berada di posisiku Ken.....???" Nesi nampak malas untuk menjelaskan.
Kenzi terdiam.
Sebenarnya ia sangat faham dengan apa yang di alami Nesi. Tapi rasa ego untuk memiliki Nesi telah membeludag di ulu hati Kenzi, membuat Kenzi seakan tidak peduli dengan perasaan Nesi saat ini.
__ADS_1
"Aku akan membantumu menceraikan Ferdi Nes.... Aku akan menyewa beberapa pengacara. Kemudian selanjutnya aku akan bertanggung jawab untuk hidupmu Nes....." Kenzi berkata dengan sungguh-sungguh.
Nesi sangat tercengang mendengar perkataan Kenzi.
"Apa yang kamu fikirkan Ken....??"
Nesi mengerutkan dahinya.
"Apa kamu tidak mau menerimaku Nes???" Kenzi bertanya dengan serius.
"Bu...bukan begitu...... hanya saja..... Aku sedikit trauma dengan pernikahan Ken....." Nesi menundukan mukanya, dan tangannya segera menutup muka untuk menyembunyikan kepedihan yang ia rasakan.
"Aku akan mengobati traumamu itu..... aku janji Nes......" Kenzi meraih pergelangan tangan Nesi untuk memohon.
"Beri aku waktu Ken..... Dan jangan terlalu berharap padaku Ken......" Nesi melepaskan tangan Kenzi.
Kemudian ia beranjak dari duduknya dan segera pergi meninggalkan Kenzi.
"Siapa yang sebenarnya memiliki hatimu Nes.....???" gumam Kenzi pelan.
......................
DDDRRRTTTTT
"Halo......" jawab Nesi saat mendengar telfon hotel berdering.
"Dengan kamar 102 atas nama Ibu Nesi......" ucap seorang resepsionis.
"Ada seseorang yang menunggu anda di cafe S no.19"
"Baiklah.... saya akan turun....." jawab Nesi singkat kemudian segera menutup telfonnya.
Suasana hati Nesi sangat kacau saat ini, jadi ia sebenarnya enggan untuk bertemu siapapun saat ini.
"Kenapa Kenzi begitu keras kepala.... kenapa dia tidak pergi sejak sore tadi...." pikir Nesi.
Dengan malas Nesi beranjak turun dari kamar hotelnya, dan segera mencari sosok yang menunggunya.
Nesi nampak memperhatikan meja yang baru beberapa jam lalu ia duduki bersama Kenzi.
Nampak ada seseorang duduk disana, lelaki yang memakai jaket kulit hitam dan mengenakan topi.
Tanpa berfikir panjang Nesi menghampiri lelaki itu.
"Ada apa.....??? kenapa belum pulang juga?" Tanya Nesi cuek tanpa menatap lelaki yang menundukan muka itu.
Beberapa detik kemudian, lelaki itu mendongakkan mukanya, dan terkejutlah Nesi saat melihat siapa sosok yang tengah duduk di hadapannya itu.
"FER.... FERDI......" Nesi nampak tergagap, mengetahui suaminya tengah duduk di hadapannya dan bukan Kenzi seperti perkiraannya.
__ADS_1
"Kenapa kamu kaget......" ucap Ferdi cuek.
"Kenapa mas bisa sampai sini.....???" Tanya Nesi, mengingat jarak hotel yang Nesi tempati itu cukup jauh dari pusat kota.
"Aku ingin membawamu pulang Nes...... ayo kita perbaiki semuanya...." Ferdi nampak berkata dengan lembut.
Nesi yang belum bisa mengontrol keterkejutannya hanya diam mendengar ucapan Ferdi.
Lama mereka hanya terdiam, tak tau apa yang mesti mereka ucapkan.
Sampai akhirnya.....
"Bagaimana???? apa kamu menerima tawaranku.....? Aku akan memperbaiki semua sikap dan perlakuanku padamu.... aku janji" Ferdi nampak begitu merencanakan semua kata-katanya dengan baik.
Nesi masih terdiam. Ia nampak harus memikirkan dengan matang keputusan yang akan di ambilnya.
Mengingat Ferdi sering berubah sikap secara tiba-tiba.
"Aku butuh waktu untuk memikirkannya mas....." jawab Nesi santai tanpa sedikitpun menatap wajah Ferdi yang sedari tadi memperhatikan Nesi penuh rasa rindu.
"Kenapa kamu membrikan jawaban yang sama kepadaku dan Kenzi......????" Ferdi nampak sedikit emosional. Mengingat percakapan Kenzi dengan Nesi sore tadi saat Ferdi menguping pembicaraan mereka. Ferdi memang sengaja membuntuti Kenzi dari kantornya untuk mengetahui keberadaan Nesi sekarang.
"Bu.... bukan begitu...... Kamu terlalu banyak memberiku luka yang membuatku sedikit trauma dengan pernikahan mas......" Nesipun sedikit emosional mengingat perlakuan Ferdi padanya.
"Aku akan memperbaikinya Nes..... Tolonglah.....!!!!" Ferdi sedikit memohon.
"Pergilah mas!!!! Jangan ganggu aku, biarkan aku tenang sejenak saja" ucap Nesi sambil beranjak pergi dari duduknya.
"Nes..... Dengarkan aku Nes......" Ferdi nampak mengejar Nesi.
Namun Nesi enggan untuk mempedulikan Ferdi. Dan memilih untuk berjalan cepat ke kamarnya.
"Maaf mas.... kamu harus belajar bagaimana cara menghargai wanita....." ucap Nesi dalam hati.
......................
Adiz.Ck
😘😘😘
Sorry readers setia..... author baru meriang, makanya kemaren libur nulis beberapa hari.....
semoga kalian sehat selalu yah dan bisa dukung author terus.....
thankyou all.....
jangan lupa vote, like and komen yah.....
lope you pull pokoke lah....
__ADS_1
😘😘😘