ISTRI YANG TAK DICINTAI

ISTRI YANG TAK DICINTAI
eps 48


__ADS_3

"Nesi......" panggil Ferdi. Nesipun menoleh ke arahnya.


"Apa benar yangg di katakan mama? jika Chio benar anakku?"


Nesi hanya diam dan menatap jendela kaca dengan tatapan kosong.


"Peduli apa kamu kalaupun dia anakmu" ucap Nesi.


Ferdi menghela nafas kasar, Kemudian pandangannya beralih kepada Chio dan kemudian menghampiri Chio, memberikan ia pelukan dan ciuman lembut di pipinya. Air matanya meleleh dengan deras.


"Pulanglah nak...... Mama sangat merindukanmu" ujar mama Anna sembari menghampiri Nesi.


"Mana mungkin Nesi akan pulang mah, Nesi sudah menemukan kebahagiaan disini"


"Tapi perceraian kalian tidaklah sah, kamu sedang hamil dan juga Ferdi yang amnesia" jelas mama Anna sembari memohon kepada Nesi.


Nesi hanya tersenyum kecut mendengar penjelasan mertuanya itu. Kemudian menatapnya lekat-lekat.


"Aku memang menyembunyikan kehamilanku mah, agar aku bisa bercerai dengan mas Ferdi kala itu. Takeshi yang siap menerima aku selama ini, rela menikahiku hanya untuk menyelamatkan status kenegaraan Chio. Apa mama rela orang sebaik dia mendapatkan kekecewaan" ucap Nesi masih dengan tatapan yang lekat kepada mama Anna.


Mama Anna terdiam, ia membenarkan ucapan Nesi.


"Selesaikanlah urusan kalian, mama dan papa akan menunggu di meja sebelah sana bersama Chio. Mama ingin mengobrol dengan cucu mama" jelas bu Anna. kemudian ia bersama pak Yongki menuntun Chio menjauh dari Nesi dan ferdi.


Nesi masih terus memperhatikan ketiganya yang berjalan menjauh darinya. Dan melihat mereka duduk di kursi yang agak jauh dari Nesi tapi masih mampu ia lihat.

__ADS_1


"Nesi...... Pulanglah bersamaku, perceraian kita tidaklah sah Nes..... Sekarang aku paham aku telah mengecewakan kamu, aku telah menyia-nyiakan kamu selama ini. Aku sudah mengingat semuanya" ucap Ferdi sembari memandang wajah Nesi lekat-lekat.


Sedangkan Nesi bersikap acuh dan tak sedikitpun memandang Ferdi.


"Memang aku merindukanmu mas, selama ini aku membesarkan Chio dengan lelaki lain, sebenarnya sangat ingin membesarkan Chio dengan ayah kandungnya. Tapi jangan pernah berfikir jika aku akan kembali padamu. Sudah cukup sesak dada ini dengan sakit yang kau berikan" ucap Nesi sembari melipat kedua tangannya.


"Tapi perceraian kita tidaklah sah Nes......." Ferdi tetap kekeuh dengan keinginannya untuk kembali dengan Nesi.


"Kalau kamu diam,,,,, Pengadilan tidak akan mempermasalahkan itu mas" ujar Nesi dengan nada kesal.


Ferdi kembali terdiam mendengar ucapan Nesi.


"Untuk apa mempertahankan orang yang memang ingin pergi. Toh bagaimanapun akhirnya dia pun akan tetap pergi. Kau hanya menunda waktu untuk melihat kepergiannya" jelas Nesi dengan keras.


"Jika memang aku akan bertahan denganmu, aku sudah memanfaatkan kehamilanku untuk menolak perceraian itu, Tapi aku tidak" Nesi berkata sembari melangkah ke arah kursi yang ada di dekatnya kemudian mendudukan dirinya disana.


Ferdi yang terdiam menatap Nesi yang duduk disana, kemudian menghampiri dan duduk menghadap Nesi.


"Apa kamu tidak mau memberiku kesempatan untuk memperbaiki diriku Nes....." ucap Ferdi berharap.


"Memberimu kesempatan dan membiarkanku terluka lagi?" Nesi tersenyum kecut.


"Aku benar-benar akan memberikanmu kebahagiaan Nes...."


"Maaf mas,,,,,, Aku sudah menemukan orang yang tepat untuk itu. Orang yang memberiku kebahagiaan dan ini saatnya aku harus memberinya kebahgiaan juga" Nesi beranjak dari duduknya. Namun tangannya tertahan oleh genggaman tangan Ferdi.

__ADS_1


"Nes...... Bolehkah aku mengajak Chio pulang?" ucapan itu langsung menyentak hati Nesi.


"APPPAAAA" Nesi sangat kaget dengan permintaan Ferdi.


"Siksaan apa lagi yan akan kau beri untukku mas......?????" Nesi berkata dengan kasar.


"Memang seharusnya aku tidak bertemu denganmu" Nesi merasa jengkel dengan permintaan Ferdi.


Ferdi menundukkan kepalanya, sementara itu Nesi pergi menghampiri Chio yang sedang bercanda bersama kedua mertuanya.


"Chi...... Ayo kita pulang" ajak Nesi kepada Chio, Chio seakan faham dengan permintaan ibunya dan melangkah mendekatinya.


"Apa kamu sudah mantap dengan keputusanmu Nes....?" Tanya mama Anna sedikit berharap Nesi merubah fikirannya.


Ia sangat tau ketika Nesi menghampiri mereka sendiri sedangkan Ferdi masih terduduk sendiri sembari menyangga kepalanya dengan kepalan kedua tangannya.


"Nesi pergi bukan untuk kembali mah, maafkan Nesi"


"Mama masih ingin bertemu dengan Chio Nes...... Dia sangat lucu dan menggemaskan" ucap mama Anna sembari mengelus pipi Chio yang sudah resmi berada dipelukan Nesi.


"Nesi akan mengantarkan kalian ke bandara besok pagi....." ucap Nesi, kemudian ia mulai melangkah pergi meninggalkan mereka.


Adiz.Ck


__ADS_1


__ADS_2