ISTRI YANG TAK DICINTAI

ISTRI YANG TAK DICINTAI
eps 26


__ADS_3

Nesi yang semakin terpojok mencoba terus melawan. Tapi usahanya mampu Ferdi gagalkan dengan mudah. Apalah daya, kekuatan seorang perempuan tidak sebanding dengan kekuata laki-laki.


"FERDI..... HENTIKAN..... APA YANG KAMU MAU DARIKU...." Nesi tampak semakin kalap memberontak.


"Tidak Nesi.... baumu itu sangat enak. Menggelitik birah*ku....." Ferdi seakan tengah membayangkan apa yang selama beberapa minggu ini tertahankan.


Dengan sigap Ferdi mendaratkan ciumannya di leher Nesi, Ferdi tak ingin kembali di gigit oleh Nesi.


Nesi yang masih memberontak seketika menjerit.


"AAGGGHHH" Jeritan marah, geli dan sesuatu yang tak bisa di bayangkan Nesi sebelumnya.


Ferdi kian gencar memberikan kecupan-kecupan halus di leher Nesi.


Lambat laun Nesi yang semula memberontak hebat, mulai mereda.


Sikap dingin Ferdi dan juga keacuhannya membuat Nesi selalu mendambakan sentuhan-sentuhan lembut seperti yang Ferdi lakukan kali ini.


Angan Nesi menolak tegas, tapi tidak dengan tubuh Nesi. Nesi terus menggeliat halus sambil sedikit memberontak.


Namun genggaman tangan Ferdi yang kuat masih menahan pergelangan tangan Nesi.


"Mas.... Kenapa kamu tidak melakukan ini sejak dulu..... andaikan seperti itu, aku akan sangat senang menerimanya" batin Nesi dalam hati.


"Mas Ferdi.... sadar mas.... Hentikan..... kita sudah harus berpisah" ucap Nesi pelan penuh harap.


Namun kata-kata Nesi tak di gubris oleh Ferdi. Malahan Ferdi semakin beringas. Ferdi menahan kedua tangan Nesi dengan satu tangan kirinya, sedang tangan kanannya berganti posisi membuka setiap kancing baju Nesi.


Satu persatu kancing Nesi di bukanya dengan halus. Sedangkan bibirnya masih terus menciumi leher jenjang Nesi.


Nesi memejamkan matanya menahan malu ketika kedua p***daranya nampak menyembul keluar.


Dengan kalap Ferdi meremas p***dara itu. Nampak masih sangar dan kencang.


Nesi menggeliat dan tanpa sadar ia mendesah keras. Ini pertama kalinya Nesi merasakan apa yang seharusnya sudah ia rasakan sejak 5 tahun ini.


"AAAAAHHHHH"

__ADS_1


Ferdi merasa bangga mendengar desahan Nesi. ia semakin bersemangat memberikan kesenangan untuk Nesi.


Ferdi terus menc*mb* Nesi sampai Nesi benar-benar sudah terperdaya oleh n**su.


Setelah dirasa Nesi tak lagi memberontak, Ferdi segera menarik tubuh Nesi dan menghempaskannya ke ranjang.


Ferdi semakin berani mengeksplor tubuh Nesi inci demi inci.


SKIP.....😜


Dan apa yang seharusnya terjadi, maka terjadilah.


Nesi kehilangan mahkotanya.


Ada air mata meleleh dari sudut mata Nesi. Namun semua rasa itu bercampur tak menentu. Antara marah, benci, senang dan kecewa.


Ferdi yang merasa sudah puas dengan aksinya, segera menumbangkan tubuhnya yang bersimbah peluh di samping tubuh Nesi yang masih tertegun dengan apa yang baru saja terjadi.


Ferdipun merasakan hal yang sama, ia merasa iba telah melakukan hal yang tidak baik kepada Nesi, meskipun itu haknya sebagai seorang suami.


Ferdipun merasa senang karna bisa menikmati dan memuaskan Nesi. Namun disisi lain ia merasa menyesal telah menyia-nyiakan Nesi selama ini.


"Nes....." Ferdi nampak memanggil. Namun tak ada respon.


Ia menolehkan mukanya ke arah Nesi. Nampak Nesi yang telah terlelap dalam kelelahan.


"Maafkan aku Nes.... aku akan membahagiakan kamu mulai sekarang" bisiknya.


Ferdi mengambil selimut dan menutupi tubuh Nesi yang masih telanjang, Matanya terpaku pada bercak merah di tepian seprei.


Ferdi nampak menitikkan air matanya. Ferdi benar-benar tidak menyangka jika Nesi masih belum pernah terjamah sebelumnya.


Ferdi memang sudah menyadari itu sejak awal berc**b*, tapi hal itu teralihkan karna kenikmatan yang mereka rasakan. Ferdi memang melihat raut muka Nesi yang sedikit menahan perih, namun Ferdi mengabaikannya.


Rasa sesal Ferdi kian memuncak mengetahui itu, ia tidak mampu berkata lagi, hanya air mata yang terus mengalir di pipi Ferdi.


......................

__ADS_1


Sinar matahari yang sedikit mengintip dari celah-celah dedaunan membangunkan Nesi pagi itu.


Ia mengerjapkan matanya beberapa kali. Dirinya sedikit mengingat kejadian kemarin sore. Ia menatap dirinya yang masih telanjang. Rasa marah menyeluap dari dalam hatinya.


Ia begitu benci dengan Ferdi kali ini, memang benar ia sangat ingin bercinta dengan lelaki yang sudah lebih dari 5 tahun ini menjadi suaminya, tapi sekarang sudah sangat terlambat.


Nesi mulai menyusun rencana untuk menyegerakan perceraianya dengan Ferdi.


Rupanya hal yang mereka lakukan semalam tidak merubah niat Nesi untuk tetap berpisah dengan Ferdi.


GLLEKK.....


Nesi menatap pintu yang terbuka itu, Ferdi tengah membawa nampan berisi susu dan sandwich.


"Selamat pagi sayang....." sapa Ferdi lembut.


Nesi hanya membatin tentang sikap Ferdi yang berubah drastis padanya. Hal yang sebenarnya sangat ingin Nesi dapatkan sejak 5 tahun terakhir. Namun baru kali ini Nesi mampu mendapatkannya, setelah ia tidak mengharapkan hal itu lagi.


Nesi mencoba tersenyum ramah. Setidaknya ia harus menjaga sikap agar Ferdi tidak curiga padanya. Atau hal buruk akan terjadi kepada Nesi. Sikap Ferdi yang cenderung kasar akan membahayakan Nesi.


"Selamat pagi mas....." jawab Nesi.


Ferdi segera menghampiri Nesi yang masih terdiam di ranjang, meletakkan nampan berisi sarapan di samping tempat tidur. Kemudian Ferdi duduk di tepi ranjang, sedangkan Nesi menutup tubuhnya dengan selimut.


"Maafkan aku ya...... Aku akan melakukan apa yang seharusnya aku lakukan selama ini" ucap Ferdi penuh arti.


Nesi hanya tersenyum simple dan tak berkomentar.


"Aku harus melakukan sesuatu hari ini. Ku harap kamu akan tetap disini" ucap Ferdi, kemudian diapun pergi meninggalkan Nesi.


"Kenapa kamu secepat itu berubah mas....." batin Nesi.


Di luar kamar.....


"Jangan harap kamu bisa merebut dia dariku, bahkan setelah kamu memecatku Kenzi......"


......................

__ADS_1


Adiz.Ck


love you readers.....😘😘😘


__ADS_2