
"Okaa-chan...... Apakah boleh hari ini kita bermain lagi di taman.....??" Chio memohon kepada Nesi ketika mereka sedang sarapan.
"Ada apa memangnya?" Takeshi bertanya. Nesi mengangkat kedua pundaknya untuk mengatakan jika ia pun tak tau apa yang di inginkan Chio.
Takeshi mengalihkan pandangannya ke arah Chio, seolah menuntut jawaban dari Chio.
"Chio ingin bermain dengan oji-san yang Chio temui kemarin di taman" ucap Chio dengan polosnya sembari memakan sarapannya pagi itu.
"Siapa???" Takeshi menglihkan pandangannya ke arah Nesi.
"Akupun tak tau siapa itu, aku sudah menyuruh Chio untuk jangan sembarangan berkenalan dengan orang asing" Nesi berkata dengan serius, ia sangat faham jika Takeshi sedikit cemburu ketika mendengar Chio berkata tentang Oji-san.
"Otou-san..... Boleh tidak???" Chio sedikit merengek meminta agar Takeshi menyetujui permintaanya. Dengan sedikit berat hati Takeshipun mengiyakan permintaan Chio.
Karena hal itu, Chio berteriak dengan girang, dan hal itu membuat Takeshi sangat senang melihatnya.
"Tenang saja..... Dia bukan Nihonjin, jadi kemungkinan dia tidak lama tinggal di jepang. Mungkin ia hanya orang yang datang berkunjung atau sekedar punya urusan lain" Nesi berusaha membuang jauh rasa curiga di hati Takeshi.
Takeshi tersenyum ketika mendengar penjelasan Nesi.
"Chio-kun..... Tapi ada syarat untuk kamu" Ucapan Takeshi langsung membuat Chio bertanya-tanya perihal syarat yang mungkin Takeshi minta, mata bulatnya menatap Takeshi dengan tatapan penuh kebingungan.
"Tolong jaga Okaa-chan untuk otou...... Jangan biarkan dia mengobrol dengan lelaki lain" ucap Takeshi sembari matanya sedikit melirik ke arah Nesi. Nesi langsung tersenyum mendengar ucapan Takeshi.
"Ternyata kamu posesif juga ya mister......" Hal itu membuat keduanya terkekeh senang.
......................
"Apa kamu yakin kemarin kamu menemui oji-san disini??" Tanya Nesi kepada Chio.
Chio hanya mengangguk sembari memperhatikan sekeliling untuk mencari sosok lelaki yang kemarin ia temui.
"Baiklah..... Kita duduk dulu saja disini. Chio makan buah yah! sini tak suapin Okaa,,,,," ucap Nesi sembari duduk dan membuka kotak bekal yang Nesi bawa.
Chio mengangguk dan kemudian Nesi mulai menyuapi Chio dengan telaten.
__ADS_1
Sebenarnya Nesi juga sangat penasaran dengan sosok lelaki yang Chio temui, karna biasanya Chio sangat sulit untuk menerima sosok baru di kehidupannya.
Dia bukan anak yang mudah bergaul dengan orang-orang yang baru ia kenal.
Nesipun memandang sekeliling untuk ikut mencari sosok tersebut sembari terus menyuapi Chio. Sedangkan Chio hanya duduk mengunyah buah yang di suapkan padanya sembari menggoyang-goyangkan kakinya.
"Kok Oji-san lama sekali yah.....?" ucap Chio kesal.
"Apa dia tidak datang hari ini?" ucap Nesi menerka.
Chio langsung menundukkan kepalanya tanda ia kecewa.
"Ayo lah Okaa-chan kita pulang saja" ucap Chio sembari turun dari kursi taman. Wajahnya yang begitu imut terlihat murung sekarang, Nesi merasa sedih melihatnya.
Chio sudah berjalan beberapa meter, namun Nesi masih terduduk sembari memandang punggung Chio yang berjalan dengan malas.
Nesi memikirkan ide untuk menghiburnya. Kemudian ia menemukan ide yang cukup bagus.
Nesi segera mengejar Chio.
"Apa kita main saja ke tempat Obaa-san...... Pasti dia senang bisa bertemu dengan kita. Kita ajak Obaa-san jalan-jalan bareng kita" ucap Nesi sembari mengimbangi langkah Chio.
"Baiklah.....Ayo kita kesana" Chio berkata dengan semangat.
Lalu Nesi segera menggandeng tangan Chio dan berjalan menuju ke stasiun.
Rumah ibu Takeshi memang lumayan jauh dari pusat kota. Hal itulah yang membuat Nesi jarang berkunjung ke tempatnya.
Nesi melangkah pelan sembari membopong tubuh mungil Chio, Tapi tanpa Nesi sadari ada sesosok pria yang memperhatikannya dari kejauhan.
"Itu Chio kan????? Siapa wanita itu?? kenapa aku seperti mengenalnya" batin pria itu sembari tetap memperhatikan Nesi dan Chio sampai tubuh mereka menghilang, masuk ke dalam kereta.
......................
Hari itu Takeshi pulang cepat. Ia sangat tergesa-gesa ingin segera berjumpa dengan Chio dan juga Nesi.
__ADS_1
"Nesi-chan..... Chio......." panggil Takeshi sembari mengecek setiap ruangan. Tapi Takeshi tak menemukan mereka.
Takeshi langsung merogoh sakunya dan mengambil ponsel. Iapun langsung menelfon Nesi. Tak butuh waktu lama untuk Nesi mengangkat telfonnya.
"Kalian dimana....... Nesi-chan?" Tanya Takeshi ketika ia mendengar suara Nesi.
"Eemmmmbbbnb Aku sama Chio di rumah Obaa-san (nenek)...... Maaf tak mengabarimu" Nesi sedikit menyesal karna tak memberitahukan kepada Takeshi.
"It's Ok aku akan menjemput kalian disana......." Lalu Takeshipun langsung bergegas pergi ke rumah ibunya untuk menjempun Nesi dan juga Chio.
"Tak ku sangka kamu bisa mengakrabi Okaa-san seperti itu Nes..... Aku bangga denganmu. Aku sangat senang dengan apa yang kamu lakukan" Batin Takeshi.
Memang hubungan Takeshi dan ibunya sangat renggang. Karna dulu ibunya membantah keinginan Takeshi untuk mendirikan perusahaan sendiri. Nyatanya kini perusahaan milik Takeshi terus berkembang pesat.
Namun hubungan Takeshi dan ibunya belum juga membaik, di tambah lagi ayah Takeshi meninggal karena penyakit yang ia derita. Ibu Takeshi terus-terusan menyalahkan Takeshi yang tak mau menggantikan posisi ayahnya dan membiarkan ayahnya terua bekerja, sampai akhirnya dia kelelahan dan drop.
"Semoga saja hubungan aku dan Okaa-san menjadi lebih baik lagi......" Takeshi berharap.
......................
Adiz.Ck
Maaf yah..... lola bngt upload nya..... Author lagi bnyak kerjaan. Ini aja lagi capek, tapi tetep berusaha buat up demi kalian.
wlaupun upnya sedikit.
Sabar yah......
__ADS_1
Bentar lagi cerita ini ending. Jdi jangan sampai kalian kelewatan akhirnya yah.......