
Sepulang dari rumah sakit Kenzi banyak merenungkan tentang kehidupan Ferdi sebelumnya.
Penjelasan bu Anna sangat gamblang dan jelas. Sepertinya bu Anna nampak percaya dengan kedekatan Kenzi dan ferdi.
Terlebih Kenzi paham tentang kehidupan Ferdi dan Nesi.
"Apa Nesi sudah tau perihal kecelakaan Ferdi?....." Batin Kenzi. Namun sepertinya ia enggan untuk ikut campur urusan Nesi dan Ferdi, dan memilih untuk melupakannya.
"Bagaimana dengan Sely...." Pikiran Kenzi teralihkan kepada Sely. Ia mulai menerka-nerka tentang kehidupan Sely yang sebenarnya.
......................
Sudah seminggu lebih sejak kedatangannya ke jepang. Namun Nesi masih merasa seperti tak enak badan.
Pagi itu Nesi tidak memakan sarapan pagi nya karna rasa mual yang sering menyerangnya.
Saat hendak mengantar berkas ke ruangan CEO tiba-tiba kepala Nesi pusing dan tubuhnyapun ambruk.
Takeshi yang melihat kejadian itu segera menghampiri Nesi dengan gugup dan membopong tubuh Nesi yang sudah kian lemah.
"Kita pergi ke dokter, siapkan mobil...!!!" Takeshi memberi komando kepada Ryu yang sudah siaga di belakang Takeshi.
"Aku mau pulang saja, aku hanya butuh istirahat" ucap Nesi dengan lemah.
"Tapi kamu begitu lemah Nes....." ucap Takeshi sembari menahan rasa cemasnya.
Nesi menggelengkan kepalanya. Dan dengan terpaksa Takeshipun menuruti permintaan Nesi.
Takeshi memang sangat perhatian kepada Nesi, apa yang di katakan Nesi ia selalu menurutinya.
Sesampainya di vila, Takeshi segera berjalan ke kamar Nesi dan menidurkan Nesi yang terlihat pucat.
Tanpa sungkan Takeshipun menyelimuti tubuh Nesi.
"Mau makan apa? Kamu harus makan atau sakitmu akan kian parah" Takeshi mencoba menasehati Nesi.
"Apa saja yang hangat" pinta Nesi.
Takeshi menganggukkan kepalanya dan kemudian menelfon Ryu untuk membelikan makanan untuk Nesi.
Sedangkan Takeshi begitu setia menemani Nesi yang masih terbaring lemah di ranjangnya.
"Maaf merepotkanmu Mr......"
"No problem(tidak masalah).... Bolehkah aku memanggilmu Nesi-Chan???" ( panggilan akrab di jepang).
Nesi tersenyum kemudian mengangguk.
__ADS_1
Rona bahagia nampak dari raut muka Takeshi yang cool tapi lembut.
Setengah jam kemudian Ryu datang dengan tergesa dan segera menuju ke kamar Nesi.
"Mr. Takeshi..... Ini makanan yang anda pesan" ucap Ryu sembari memberikan makanan itu kepada Takeshi.
Takeshi segera menerima makanan itu dan mempersiapkannya di piring yang sudah tersedia.
"Makan dulu ya Nesi-Chan......" ucap Takeshi sembari menyodorkan sendok berisi nasi dan lauk.
Dengan sedikit sungkan Nesi membuka mulutnya dan menerima suapan demi suapan yang takeshi berikan.
"Sup ini sangat bagus untuk menambah stamina dan menyehatkan badan, ada banyak rempah di dalamnya" Takeshi menjelaskan.
Nesi mengangguk dan mengiyakan ucapan Takeshi.
"Aku ingin belajar memasak makanan jepang, mungkin asyik....." ucap Nesi berandai andai.
"Tentu..... Saat kamu ada libur nanti, aku akan mengundang juru masak untuk mengajarimu" Takeshi tampak senang.
"Apa tidak merepotkan....." Nesi sedikit sungkan.
"Tentu tidak Nesi-chan..... Aku akan sangat senang jika kamu bisa memasak, aku bisa memakan masakanmu tiap hari....." Takeshi terkekeh.
"Baiklah..... Sekarang tidur dan beristirahat! Aku harus kembali ke kantor" Takeshi berdiri dari duduknya.
"Seharusnya kamu bisa menemaniku lebih lama lagi Mr. Aku akan sangat senang" batin Nesi.
"Kenapa kamu murung?.... Aku hanya ke kantor sebentar saja. Aku akan cepat kembali" ucap takeshi yang melihat raut muka Nesi nampak berubah.
Takeshi mengusap pucuk kepala Nesi dan kemudian berlalu pergi.
Nesi merasa sedih, 6 tahun bersama dengan Ferdi yang tak pernah memperhatikannya membuat Nesi sedikit gila dengan perhatian yang Takeshi berikan padanya.
"STOP Nes..... Kamu masih sah sebagai istri Ferdi.... Jangan berharap lebih pada Takeshi....." Nesi mencoba mengontrol dirinya.
......................
Siang itu cukup terik, Kenzi mendatangi sebuah restoran di dekat kantornya.
Baru beberapa langkah dari pintu masuk, mata Kenzi langsung tertuju pada sesosok perempuan yang sedang duduk sendiri sembari memainkan ponselnya.
Kenzi segera menghampiri perempuan itu.
"Hai Sel...... Sudah lama menunggu???" Sapa Kenzi.
"Belum..... Aku bahkan belum memesan minuman" Jawab Sely sembari tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah..... Aku akan memesan makanan dan minuman" Kemudian Kenzi memanggil waithers dan merekapun memesan beberapa makanan dan minuman.
"Ada apa??? Kenapa ingin menemuiku?" Kenzi langsung bertanya kepada Sely.
"Kamu pasti sudah tau apa yang akan aku tanyakan....." Sely sedikit judes, Tak seperti pertama mereka bertemu.
Kenzi terkekeh kecil.
"Apa kamu masih peduli dengan Ferdi?" Kenzi tersenyum kecut.
"Tentu saja..... Dia selalu peduli denganku...... Kemarin itu karna dia sedang amnesia makanya dia melupakan aku" jawab Sely ketus.
"Kenapa kamu ketus seperti itu padaku?" Kenzi mulai jengkel dengan Sely.
"Iya sorry....... Aku ingin tau semua tentang Ferdi semenjak aku meninggalkan dia?" Sely menggali informasi tentang Ferdi.
"Kamu bertanya dengan orang yang salah Sel......" Kenzi tersenyum sinis.
Sely mendengus tak puas dengan jawaban Kenzi.
"Kamu fikir aku teman baik Ferdi?, Bukan Sel..... Dia itu rekan kerjaku saja"
Kenzi enggan menyebut kalo dirinya adalah CEO di tempat Ferdi bekerja. Perempuan seperti Sely selalu mengambil kesempatan untuk menguntungkan dirinya sendiri.
"Beri tau aku apa yang kamu tau tentang Ferdi!!!!" Sely mulai kesal.
Adiz.Ck
Makasih yang masih setia dengan karya saya.....
Semoga kalian suka....😇😇😇
Dukungan kalian sangat berarti buat saya ......
love you all....
__ADS_1
😘😘