ISTRI YANG TAK DICINTAI

ISTRI YANG TAK DICINTAI
eps 57 (ending...)


__ADS_3

"APPAAA?????" Teriak seseorang yang tiba-tiba keluar dari belakang lantai pelaminan.


Sontak semua orang beralih fokus padanya.


Belum hilang dari keterkejutannya karna pernyataan Kenzi barusan, Nesi kembali di kejutkan dengan sosok lelaki yang berdiri disana.


"Maasss...... Mas Ferdi......" Pekik Nesi tergagap. Matanya yang semula penuh bahagia kembali berkaca-kaca. Nesi membayangkan jika hal buruk akan terjadi dan menggagalkan kebahagiaannya yang sudah di depan mata. Hatinya miris jika hal itu benar terjadi.


"Apa yang sudah kamu lakukan Ken.....? Kamu memanfaatkan penyakit lupa ingatanku untuk memuluskan rencanamu?" Ferdi mendengus kesal.


"Apa kamu sudah mengingat semuanya Fer?" Kenzi nampak bertanya dengan sikap acuh.


Nes dan juga Takeshi hanya menata keduanya bergantian. Bahkan seribu pertanyaan yang patutnya mereka lemparkan seakan hanya angan belaka. Bagaimana bisa Ferdi disana.


"Cih..... Kamu tak tau Ken,,,,,, Kamu orang terjahat yang aku kenal. Karna ulahmulah aku berpisah dengan Nesi disaat aku sudah mulai mencintainya. Kamu tidak membayangkan betapa sakit hatiku saat aku bisa mengingat semuanya?" Jelas Ferdi sedikit miris memikirkan dirinya. Sedangkan Kenzi hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Ferdi.


"Dan gara-gara kamu Ken..... Aku berpisah dengan anakku....." Lanjutnya.


Seketika mata Kenzi membulat.


"AAPPPAAAA......" Teriak Kenzi dengan spontan.


"Jadi anak itu......" Kenzi menunjuk ke arah Chio yang sudah di gedong oleh orang tua Nesi dan juga orang tua Takeshi untuk masuk ke dalam kamar di lantai 2.


Pandangannya beralih kepada Nesi. Sontak Nesipun mengangguk lemah, membenarkan akan ucapan Ferdi barusan.

__ADS_1


"Ciihhhhh...... Keluarga macam apa ini sebenarnya? Kenapa kehidupan kita serumit ini...... Aku sudah berusaha mendapatkanmu Nesi. Tapi kamu memilih yang lain" Bentakan Kenzi membuat Nesi sedikit takut dan sedikit menggeser tubuhnya ke belakang Takeshi.


"Aku sudah memberikan kesempatan kepada kalian semua. Ferdi Kenzi dan sama dengan Takeshi juga. Dan aku bisa melihat ketulusan cinta dari Takeshi. Ia mau menerima aku, bahkan ia mau menerimaku dan juga menyayangi Chio selayaknya anaknya sendiri. Bahkan ia mau bersabar selama ini hanya untuk menungguku berkata YA....... Selama aku hidup dengan Takeshi, sebenarnya aku sudah mencintainya. Tapi aku ingin tau seberapa tulus ia mencintaiku. Caraku memang jahat. Tapi trauma pernikahan di masa lalu yang membuatku harus melakukan ini.. Maaf........(Nesi memandang ke arah Takeshi penuh penyesalan) Lalu saat kebahagiaan kami di depan mata apakah kalian akan menghancurkannya begitu saja......"


Penjelasan Nesi membuat seisi ruangan bungkam.


Mata Nesi yang sudah berkaca-kaca mulai mengalirkan beningnya. Ia resmi menangis sekarang. Dan dengan sigap Takeshi memeluknya dan mendudukannya di kursi pelaminan sembari menyandarkan kepala Nesi pada dadanya yang bidang.


Ferdi dan Kenzi yang melihat betapa Takeshi memberikan perhatian lebih kepada Nesi merasa sedikit ciut dan menerima kekalahan mereka.


"Kamu tau mas...... Selama ini aku bertahan dengan Chio disini, menumpang hidup dengan orang lain. Chio tumbuh tanpa tau ayah kandungnya. Hal itu memberiku beban tersendiri. Aku melakukan kesalahan yang besar. Aku berhutang banyak kepada Takeshi. Tapi karna itulah aku bisa tau jika Takeshi benar mencintaiku apa adanya. Hubungan kita sudah hancur. Sepandai apapun kita memperbaikinya, tetap tak akan sempurna, hubungan itu tetap sudah pernah hancur, dan bekasnya tak akan mungkin hilang" ucap Nesi di sela isak tangisnya.


"Kamu memang tidak salah memilih lelaki yang pantas mendampingimu Nes. Aku bisa paham jika Nihonjin ini sungguh mencintaimu. Aku yang sudah salah karna menyia-nyiakan wanita sebaik kamu. Harusnya aku sadar saat kamu masih terus bertahan denganku meski aku telah menyakitimu berulang kali. Bahkan kamu menjunjung tinggi pernikahan kita tanpa mempedulikan perasaanmu sendiri. Aku minta maaf atas masa lalu suram yang telah aku berikan padamu. Maaf....." Suara Ferdi terdengar parau, matanyapun mulai berkaca-kaca meski tak menitikkan tangisnya.


Nesi hanya tediam.


Nesipun mengangguk.


Dengan segera Ferdi melangkah menuju tangga untuk naik ke lantai 2. Kenzi hanya diam sembari beranjak pergi dengan langkah yang gontai. Kedua orang tua Kenzi hanya merangkul Kenzi tanpa mau bertanya sepatah katapun. Mereka paham jika itu bukan waktu yang tepat.


Beruntung tamu yang masih tersisa tinggal beberapa orang saja, Nesi berharap hal ini tidak menyebar pada awak media, atau reputasi keluarga Takeshi akan rusak.


Nesi di bantu oleh Takeshi mulai menuruni mimbar dan naik ke lantai 2. Mereka melihat Ferdi tengah mengelus kepala Chio yang sudah terlelap dan mengecupnya berkali-kali. Lalu dia berpamitan kepada semuanya.


"Biarkan Chio tidur bersama Obaa.... Obaa sangat ingin tidur bersamanya" ucap ibu Takeshi. Takeshipun mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


"Aku titipkan Chio, mungkin bersamamu dia akan lebih bahagia, tidak denganku yang hanya akan membuatnya sedih" ucap Ferdi kepada Nesi. Lalu Ferdi melangkah pergi.


Nesi sempat melihat ada sebuah kotak besar di samping ranjang Chio.


"Apa kamu yang memberikan kado untuk Chio selama ini?" Tanya Nesi sedikit berteriak karena Ferdi yang mulai menjauh.


Ferdi menghentikan langkahnya dan kemudian mengangguk.


"Iya,,,,,,, Apa kamu keberatan?" Tanya Ferdi tanpa menolehkan mukanya.


"Tidak...... Setidaknya aku sudah tau siapa orang itu, terimakasih" Jawab Nesi sedikit lega.


"Jika tidak keberatan,,,,, undang aku saat ulang tahun Ichio...... Aku akan datang" pinta ferdi.


"Kami akan mengundangmu..... Tunggu saja" jawab takeshi dengan Tersenyum.


Ferdipun tersenyum lalu melanjutkan langkahnya.


Nesi dan Takeshi memandang Ferdi sampai sosoknya hilang.


Kemudian Takeshi merangkul pundak Nesi sembari tersenyum. Lalu keduanya masuk ke kamar yang sudah di sediakan di gedung itu.


Takeshi memang menyewa gedung itu full 2 hari. Karena besokpun masih ada acara lagi.


"Selamat tinggal masalalu yang pahit......" Bisik nesi dalam hati ketika ia memasuki kamarnya dengan di rangkul oleh Takeshi.

__ADS_1


Adiz.Ck



__ADS_2