
Pagi itu Kenzi mendapat kabar jika sepupunya hendak berkunjung ke jakarta. Jadi dia mempersiapkan acara untuk menyambut kedatangannya.
Kenzi sudah berpakaian rapih dan hendak menjemput sepupunya itu di bandara.
Kenzi bahkan mengajak Nesi untuk menemaninya. Menurut Kenzi sangat tidak keren jika ia harus menemui sepupunya itu seorang diri.
Di tempat lain.
Nesi yang sudah berdandan rapih segera menuju ke lobi untuk memenuhi permintaan Kenzi, Nesi memang ingin membalas budi Kenzi yang sudah membantunya selama ini.
Nesi bahkan sedikit melupakan tentang kejadian bersama Kenzi semalam.
Saat keluar lift, mata Nesi langsung tertuju pada sosok Ferdi yang entah kenapa masih berada disana, sedang terlelap di meja cafe.
Nesi segera menghampiri meja resepsionis.
"Nanti kalo lelaki itu bangun.... berikan dia kamar yang kosong, tapi yang jauh dari kamarku......"
Pinta Nesi sambil menunjuk ke arah Ferdi.
"Baik ibu Nesi......" Jawab resepsionis itu.
"Kenapa bisa-bisanya dia tidur disitu......" gumam Nesi dalam hati.
Lalu tak lama Nesipun melihat mobil Kenzi dan segera menghampirinya.
"Kenapa mukamu nampak panik seperti itu Nes......" Tanya Kenzi setelah Nesi duduk di kursi sebelah Kenzi.
"Tidak apa-apa..... Ayo jalan....." pinta Nesi.
Kenzipun melajukan mobilnya pelan.
Kenzi dan Nesi nampak tidak terlalu mengobrol, ada rasa canggung di antara keduanya setelah pernyataan Kenzi semalam.
Setelah 2 jam perjalanan, sampailah mereka di bandara dan bergegas menuju ke terminal penjemputan.
Tak butuh waktu lama untuk mereka menunggu disana.
"Ohayo gozaimasu...."(selamat pagi)
Nesi yang semula nampak sedang melihat-lihat sesuatu segera mengalihkan mukanya kepada seseorang yang menyapa.
Nesi begitu kaget melihat seseorang berpakaian casual yang sangat ia kenal berpelukan dengan Kenzi.
Nesi melongo memperhatikan keakraban mereka.
"Ohayo...... Speak english plis...." (Selamat pagi.... Pake bahasa inggris saja....!!!!) jawab Kenzi sembari tertawa. Lelaki itupun ikutan tertawa renyah.
__ADS_1
Kenzi memang tak cukup mahir dengan bahasa jepang.
Nesi membungkukkan badannya untuk memberi hormat. Lelaki itupun membalas.
"Kenalin..... ini Nesi...." ucap Kenzi penuh kebahagiaan.
Takeshipun menjabat tangan Nesi dan menyebutkan namanya.
Nesipun tersenyum penuh arti, ad perasaan lucu baginya. Begitu juga dengan Takeshi.
Ada rona bahagia yang terpancar dari wajah Nesi. Begitupun sebaliknya.
Kemudian Kenzi mengajak Takeshi dan Nesi untuk berjalan ke luar bandara.
Nesi memilih diam dan tak banyak berkomentar. Mengikuti alur yang sudah berjalan itu lebih baik, pikirnya.
Lekat ia menatap tubuh lelaki kekar yang berjalan bersama Kenzi. Tanda tanya besar yang tergambar di pikiran Nesi, ia abaikan begitu saja.
"Ternyata sepupu Kenzi itu Takeshi...." gumam Nesi.
Takeshipun tak mengatakan apapun, rupanya iapun punya fikiran yang sama dengan Nesi.
Waktu berlalu dengan tawa bahagia di antara mereka. Nesi tak sedikitpun menyinggung tentang Takeshi. Seolah mereka memang tak pernah mengenal satu sama lain.
"Aku antar kamu pulang dulu, aku harus mengantar Nesi" ucap Kenzi di sela menyetirnya.
"Baiklah......" Kenzi mengiyakan saja ucapan Takeshi.
Nesi yang duduk di belakang hanya diam mendengar obrolan kedua lelaki gagah tersebut.
Diam-diam Takeshi mencuri pandang ke arah Nesi lewat spion tengah. Nesi yang tak sengaja saling bertemu mata menjadi salah tingkah di buatnya.
Takeshi yang melihat kegrogian Nesi terkekeh pelan. Hal itu membuat Kenzi menoleh dan mempertanyakan hal yang membuat Takeshi terkekeh.
Takeshi menjadi bingung harus menjawab apa.
Nesi terkekeh pelan menyadari betapa lucunya raut muka Takeshi ketika bingung.
Tapi Kenzi tidak menyadari itu karna Nesi berada di bagian belakang jok Kenzi.
Setelah sampai di hotel yang sedang Nesi tempati, mereka segera berpisah dan mrngucapkan selamat tinggal.
Nesi menunggu mobil Kenzi berlalu, kemudian masuk ke dalam hotel.
Baru beberapa langkah dari pintu utama, Nesi langsung berhenti karna melihat Ferdi tengah berdiri di samping lift dan memperhatikan Nesi.
Mau tak mau Nesi melangkah mendekat dan memencet tombol lift, ia berusaha mengabaikan Ferdi yang berdiri di sampingnya dan sedang menatapnya.
__ADS_1
Degup jantung Nesi begitu cepat, sekuat tenaga Nesi mencoba mengontrolnya.
Tak butuh waktu lama untuk lift itu terbuka. Nesi segera masuk ke dalam lift dan memencet tombol close.
Tanpa di sangka, Ferdi ikut masuk ke dalam lift dan berdiri di belakang Nesi. Keringat dingin mulai mengalir dari dahi Nesi.
Memang benar Ferdi adalah suaminya, tapi melihatnya membuat Nesi merinding membayangkan kekerasan yang sering Ferdi lakukan.
"Nes......" Panggil Ferdi.
Nesi terkaget karna lamunannya.
Nesi enggan menjawab panggilan Ferdi.
"Maafkan aku..... Tolonglah..... beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakanmu" Ferdi menatap rambut Nesi dengan lekat. Berharap Nesi berbalik dan menatapnya.
Nesi hanya diam. Dan tak lama pintu liftpun terbuka. Dengan cepat Nesi melangkahkan kakinya keluar, Ferdi menyusul dan menahan lengan Nesi.
Terdengar isak disana.
"Tolong...... Perbaiki hubungan kita Nes...... Aku mohon, Aku tau aku telah sangat bersalah padamu. Melakukan hal bodoh selama ini....." Ferdi terisak, mukanya tertunduk.
Ada desiran hangat di hati Nesi. Tapi juga ada rasa sakit yang begitu perih menghujam hatinya yang rapuh.
"Maaf mas...... Hubungan kita sudah remuk sejak awal, mau di perbaiki sebaik apapun, hubungan ini tidak bisa utuh. Akan ada cacat di setiap celahnya" Jawab Nesi tegas tanpa menatap Ferdi sedikitpun.
"Apa kamu memang berniat untuk menghukumku karna kesalahanku selama ini......" Ferdi nampak benar-benar lemah saat ini.
"Tidak mas...... Aku tak punya hak untuk seperti itu padamu. Jalani saja apa yang seharusnya kita jalani" Nesi mencoba tegar menghadapi ini.
"Aku sudah memberimu kesempatan selama hampir 6 tahun ini mas...... Tapi aku tak pernah mendapatkan sedikitpun kebahagiaan darimu. Apakah sekarang aku masih pantas untuk berharap....." ucapan Nesi tegas Namun air mata telah mengalir dari sudut mata Nesi.
Ferdi masih memegang lengan Nesi dengan posesif. Nesipun membiarkan hal itu.
Ferdi merasa seribu panah menacap ke ulu hatinya mendengar jawaban Nesi.
Air mata Ferdi kian deras mengalir, pelan ia melepaskan genggaman tangannya dan menelungkupkan telapak tangan di mukanya yang sudah memanas karna tangisnya.
Adiz.Ck
😔😔😔
Author ikutan sedih menulis eps ini...... apa kalian juga baper hey para readersku tersayang......????
jangan lupa tinggalkan jejaknya yah.....!!!!
love you kalian pokoknya....
__ADS_1
😘😘😘