ISTRI YANG TAK DICINTAI

ISTRI YANG TAK DICINTAI
eps 35


__ADS_3

Bu Anna nampak gelisah menunggu kesadaran Ferdi. Sudah 8 jam lebih Ferdi belum menunjukkan tanda-tanda akan sadar.


Pak Yongki menggenggam tangan istrinya lembut, mencoba memberikan kekuatan kepada istrinya. Bu Anna menatap suaminya dan kemudian menyandarkan kepalanya pada bahu pa Yongki.


"Pah.... Bagaimana ini......" ucap bu Anna sambil sesekali mengusap air matanya.


"Tenanglah ma...... Ferdi pasti kuat" pak Yongki begitu percaya dengan keyakinannya.


Selang beberapa menit tangan Ferdi mulai bergerak. Matanya sedikit terbuka meski kemudian terpejam lagi.


"Nesi......." panggil Ferdi pelan.


"Pah....." Bu Anna menyadarkan lamunan suaminya.


Dengan cepat bu Anna bangkit dari duduknya dan mendekat ke samping muka Ferdi.


"Ferdi....." panggil bu Anna.


"Iya mah....." Ferdi menyahut meski dengan ucapan yang masih samar. Matanya pelan-pelan terbuka.


Bu Anna langsung menangis dan memeluk tubuh Ferdi yang masih lemah.


Pak Yongki hanya diam dan menatap penuh haru.


"Kamu masih ingat mama?" tanya bu Anna memastikan. Ferdi mengangguk pelan.


Bu Anna sangat senang karna apa yang di ucapkan dokter itu ternyata tidak benar-benar terjadi.


"Nesi..... Kemana Nesi mah??" Tanya Ferdi dengan gugup.


"Kamu ingat Nesi?" mata bu Anna nampak berkaca-kaca.


"Tidak mah..... Hanya saja nama itu begitu saja ada di pikiran Ferdi. Bahkan Ferdi tidak ingat siapa dia" jelas Ferdi, membuat mata bu Anna membelalak dan sedikit kaget dengan kenyataan yang ada.


"Ya sudah.... Nanti mama kasih tau, sekarang kamu istirahat saja, mama akan panggil dokter untuk mengecek keadaanmu" Bu Anna nampak sedikit khawatir dengan ingatan Ferdi. Bagaimana bisa Ferdi tidak mengingat Nesi.


Dengan cepat bu Anna memencet tombol merah di atas ranjang untuk memanggil dokter.


1 menit kemudian dokter dan beberapa perawat datang dan memeriksa tubuh ferdi dengan teliti.


Tak lupa dokter itupun memberikan beberapa pertanyaan kepada bu Anna dan juga Ferdi.


Bahkan dokter itu menanyakan perihal kecelakaan yang Ferdi alami, tapi Ferdi seperti kesulitan mengingat hal itu.


Dan akhirnya pak dokter menyudahi pemeriksaan tersebut.


"Syukurlah,,,, Pak Ferdi hanya mengalami amnesia sebagian, masih banyak memori yang bisa ia ingat" Jelas dokter itu.


"Apakah anak saya bisa sembuh?" Bu Anna nampak sedikit khawatir.


"Semua itu tergantung dari dukungan keluarga dan mungkin bisa menjalani terapi supaya ingatan pak Ferdi lebih cepat pulih"


Bu Anna mengangguk mengerti.


Lalu dokter tersebut meninggalkan ruang perawatan Ferdi.


Bu Anna menghampiri Ferdi dan memeluk anaknya.


"Kamu pasti bisa sembuh nak....." ucap bu Anna.


......................


"Apa Mr akan benar-benar memberikan pekerjaan kepada saya????" Nesi bertanya kepada Takeshi ketika mereka sedang sarapan pagi itu.


"Ya.... Tentu saja.... aku akan menjadikan kamu asisten kantor saya....." Takeshi menjawab santai.

__ADS_1


"Tapi..... Kan sudah ada Ryu...." Nesi sedikit mengingatkan.


"Kalau ada yang bisa lebih fokus pada salah satu pekerjaan, bukankah lebih baik??"


Nesi mengangguk mengerti dan melanjutkan sarapan pagi itu.


"Siang nanti kemasi barang-barangmu, Aku akan membawamu ke villa keluarga, kita akan tinggal disana"


Nesi sedikit melongo mendengar ucapan Takeshi.


"What.....???? Kita? tinggal serumah?" Nesi memekik kaget.


"It's ok.... Aku nggak akan mengganggumu Nes....." Takeshi nampak tersenyum melihat ekspresi Nesi yang terlihat begitu khawatir.


Lalu Nesi sadar, jika ia sedang tinggal di jepang. Tak seperti di indonesia yang semua norma berlaku.


Nyatanya kehidupan di jepang sangat jauh berbeda dengan di indonesia.


Orang jepang kebanyakan seakan tidak mau tau urusan orang lain, jadi disana lebih bebas melakukan apapun.


"Baiklah..... Nanti siang aku akan berkemas" Jawab Nesi kemudian.


"Ok.... Aku akan menjemputmu"


Lalu setelah Takeshi menyelesaikan sarapannya ia bergegas pergi ke kantor.


Nesi memang bermalam di hotel kemarin. Untuk mempermudah Takeshi berangkat pagi hari ini.


"Semoga dia adalah pria yang baik......" Nesi berharap.


......................


Sore itu Kenzi mendengar kecelakaan yang Ferdi alami, dan ia berinisiatif untuk menjenguk Ferdi. Bagaimanapun Ferdi pernah menjadi bawahannya dulu. Meski hubungan mereka tidaklah baik tapi setidaknya Kenzi berusaha untuk berbuat baik ketika Ferdi dalam kesulitan.


Kenzi datang ke rumah sakit bersama dengan asistennya, Tapi tanpa disengaja ia bertemu dengan Sely.


"Eh... Kenzi.... Aku lagi cek kesehatan. Kamu sendiri?" Sely balik bertanya.


"Aku mau jenguk temanku" Kenzi mencoba untuk sedikit akrab dengan Sely.


Meski sebenarnya ia sangat risih jika dekat dengan wanita yang berdandan terlalu berlebih.


"Boleh aku ikut???" Sely menawarkan diri menemani Kenzi.


Kenzi hanya bisa mengangguk mengiyakan permintaan Sely.


Lalu ketiganya melangkah ke meja resepsionis dan menanyakan kamar Ferdi.


Setelah berjalan cukup lama sembari mengobrol dengan Sely akhirnya mereka sampai di sebuah kamar berkelas.


Kenzi mengetuk pintu kamar dan dengan segera pak Yongki mempersilahkan mereka masuk.


"Saya teman Ferdi om, tante....." Kenzi sedikit menjelaskan.


Kenzi nampak bingung menatap Ferdi yang bersikap biasa saja, tidak seperti sebelumnya yang langsung emosi saat melihat Kenzi.


Sely menatap Ferdi dengan penuh tanya, memastikan bahwa yang ia lihat tidaklah salah.


Bu Anna mendongakkan kepalanya dan ia langsung tercengang melihat siapa yang datang.


"Sely......" pekik bu Anna.


Sely yang masih bingung langsung tersadar jika yang ia lihat memang benar Ferdi.


"Ferdi.... mama Anna......" Sely nampak kaget dengan apa yang sebenarnya.

__ADS_1


"Kamu kenal mereka sel....??" Kenzi mencoba bertanya.


"Nanti aku jelaskan Ken...."


Lalu dengan cepat Sely menghampiri Ferdi dan menangis.


"Kenapa kamu bisa seperti ini Fer?" Sely bertanya dengan isak nya.


"Kamu siapa??" Ferdi nampak bingung dan tak mengingat Sely.


"Aku Sely Ferd.... Apa kamu lupa denganku???" Sely semakin keras terisak.


"Ferdi mengalami amnesia karna benturan di kepalanya Sel...." Bu Anna sedikit menjelaskan.


"Apa......" Kenzi dan Sely kaget secara bersamaan.


"Apa kamu tidak ingat denganku juga Fer?" Kenzi memastikan.


Ferdi menggeleng.


"Nesi......" ucap Ferdi kemudian.


Sely dan Kenzi tertegun.


"Apa dia ingat tentang Nesi?" Tanya Kenzi.


"Ya.... Dia ingat, tapi hanya namanya saja, semua memori Nesi terlupakan" bu Anna sedikit terisak.


"Nesi......????" Sely nampak tertegun dan mengulang ucapan Ferdi.


"Hanya Nesi yang kamu ingat??? BODOH..... Kenapa kamu melupakan aku Fer....... Kamu jahat...." Sely menghardik Ferdi dan kemudian berlari meninggalkan kamar itu.


"Septian..... Kejar dia.... Antarkan dia pulang!!" Kenzi memerintahkan asistennya yang sedari tadi berdiri di samping pintu.


Septian mengangguk dan segera pergi mengejar Sely.


"Sebenarnya apa hubungan Ferdi dengan Sely tante? Apa tante mengenal Sely??" Kenzi nampak sangat penasaran dengan hubungan keluarga itu dengan Sely.


......................


Adiz.Ck




Pengen banget up banyak....


Tapi belum bisa.....



😩😩😩



Masih butuh latihan untuk menulis dan berfikir cepat......



Bantu dukung ya para readers.....



lope you pull lah pokoke

__ADS_1



😋😋😋


__ADS_2