
"Apa yang kamu inginkan dariku????" Sely tersenyum menggoda.
"Cih......" Kenzi mengalihkan pandangannya.
"Kamu fikir aku akan senang menikmatimu????" Kenzi memandang Sely dengan tatapan jijik.
Sely langsung melegos dan melipat kedua tangannya.
"Lalu apa yang kamu inginkan.....??" Sely nampak kesal dengan Kenzi.
"Aku menyukai istri Ferdi......" Kenzi berkata dengan mantap.
"APA......???" Sely memicingkan matanya, Seolah tak percaya dengan apa yang di ucapkan Kenzi.
Kenzi mengangguk sembari menaikan alisnya.
"WHAT A FACK......" Sely tersenyum sinis, kemudian memegang kepalanya.
"Seperti apa sebenarnya sosok istri Ferdi itu..... Apa dia begitu sempurna???" Sely begitu kesal.
"Tidak...... Dia tidaklah sempurna, tapi ia itu kuat. Bahkan dia bisa bertahan menjadi istri Ferdi meski Ferdi tak pernah mencintainya" Kenzi tersenyum dengan bayangan yang manis tentang Nesi.
"Seseorang akan terlihat sempurna jika kita merasa nyaman berdamping dengannya,,,, Bukan karna parasnya yang cantik dan body yang aduhai...... Itulah yang aku bayangkan tentang Nesi" ucap Kenzi sembari menatap kosong pemandangan di hadapannya.
"Lalu apa kamu ingin aku memisahkan mereka???" Sely bertanya dengan licik.
"Mereka memang akan berpisah, Hanya saja Ferdi sekarang sudah sedikit mencintai Nesi, bahkan ketika Nesi menggugat cerai Ferdi, Ferdi menolaknya. Aku bahkan sudah mencarikan pengacara untuk Nesi. Tapi apalah daya..... Bukti-bukti yang ada kurang kuat untuk menuntut perceraian untuk mereka. Jadi sekarang Nesi memilih untuk menjauh sampai nanti Ferdi mau melepaskannya" jelas Kenzi.
"Jika Ferdi tak menyukai Nesi..... lalu kenapa dia mengingat nama Nesi" Sely sedikit bingung.
"Entahlah...... yang terpenting sekarang, dekati Ferdi lalu bujuk dia untuk menyetujui perceraian yang Nesi ajukan"
"Tapi bagaimana aku akan mendekati Ferdi, sedangkan sekarang Ferdi pasti di awasi oleh orang tuanya itu" Sely berkata sembari mendengus kesal.
"Tenang saja......." Lalu Kenzi nampak memberikan arahan dan juga siasat untuk menaklukan Ferdi.
Sely tersenyum dengan licik sembari mendengarkan rencana yang Kenzi jelaskan.
......................
Pagi itu Nesi yang sudah merasa baikan bersiap untuk pergi ke kantor bersama Takeshi.
Nesi sudah berdandan rapi dan segera menghampiri Takeshi di kamarnya yang berada di depan, Nesi memang memilih kamar yang agak berjauhan dengan Takeshi untuk menghindari sesuatu yang tidak di inginkan.
"Kamu sudah siap Nesi-chan????" Tanya Takeshi sembari meluruskan dasi yang sedang ia kenakan.
"Hai...." (Iya.....) Nesi tersenyum dengan bahagia.
Setidaknya disini ia merasa lebih tenang, jauh dari gangguan Ferdi.
Merekapun segera menuju mobil bersama dan mobilpun melaju dalam batas kecepatan tertentu.
Belum sampai 10 menit melaju tiba-tiba Nesi merasakan perutnya sangat sakit dan tak tertahankan.
__ADS_1
"AAAUUU"
"Kamu kenapa Nesi-chan....???" Takeshi langsung menepikan mobilnya, ia begitu panik.
"Sakit.... perutku sakit....." Nesi merintih pelan menahan rasa sakit di perutnya.
"Kita ke rumah sakit saja ya....."
Lalu Takeshi segera menginjak gas mobil dengan gugup dan segera mengebut menuju rumah sakit.
Sesekali Takeshi mengalihkan pandangannya ke arah Nesi yang masih menahan rasa sakitnya. Keringat dingin mulai mengalir dari dahi Nesi. Sedangkan kedua tangannya mencengkeram erat perutnya.
10 menit kemudian Takeshi sampai di rumah sakit dan dengan cepat Takeshi membopong tubuh Nesi dan membawanya masuk.
Beberapa suster segera menghampiri takeshi dan menyuruh Takeshi untuk mendudukan Nesi di kursi roda, tapi Takeshi menolak dan meminta suster untuk menunjukkan ruangan yang bisa ia tempati. Suster itupun mengiyakan dan langsung mengarahkan Takeshi ke ruang periksa.
Setelah sampai Takeshi segera menidurkan Nesi di ranjang rumah sakit, wajahnya nampak begitu panik.
"Cepatlah dokter..... Periksa Nesi-chan...... cepat....." ucap Takeshi.
Sedangkan Nesi menggigit bibir bawahnya dengan kuat untuk mengurangi rasa sakit di perutnya.
Muka Nesi begitu pucat dan penuh keringat di dahinya.
"Tenanglah pak...... Silahkan anda keluar dulu" Dokter itu meminta Takeshi untuk menunggu di luar sementara dokter segera memeriksa tubuh Nesi.
Takeshi langsung menurut perintah dokter dan menunggu di depan pintu.
"Gimana dok.....???" Takeshi nampak tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.
"Tenanglah pak..... Istri bapak hanya mengalami kram perut, dan janin yang baru berusia 2 minggu itu masih sehat"
DDEEEGGGGG
Takeshi nampak seperti di lempari bumerang, hatinya kacau, tak tau apa yang mesti ia rasakan.
"Keadaan kandungan istri bapak begitu lemah, jadi jangan biarkan dia bekerja terlalu keras, jangan biarkan dia berfikir terlalu berat atau stress karna akan mempengaruhi kandungan istri anda" Kemudian dokter itu melangkah pergi.
Takeshi masih termangu di depan pintu, berfikir tentang apa yang harus ia jelaskan kepada Nesi. Berfikir tentang bagaimana harusnya ia bersikap kepada Nesi selanjutnya.
Ada rasa senang disana, karna Nesi tengah hamil. Juga ada rasa sedih, karna itu bukan anaknya.
"Mister......." Nesi memanggil Takeshi yang masih termangu di depan pintu yang terbuka sebagian, jadi Nesi bisa melihat kegundahan yang sedang Takeshi rasakan.
Takeshi tersadar dari lamunannya dan segera menghampiri Nesi disana.
"Sudah tidak sakit???" ada air mata yang Takeshi sembunyikan.
Nesi hanya tersenyum tipis untuk memberitahukan jika ia sudah baik-baik saja.
"Apa sudah boleh pulang???" Tanya Nesi polos.
Takeshi mengangguk.
__ADS_1
"Dokter sudah memberiku obat, kita harus mengambil sisanya di depan" Jelas Nesi sembari bangkit dari tidurnya.
Melihat Nesi yang bangkit dan hendak melangkah turun dari ranjang, Takeshi segera menahannya.
"Jangan bangun dulu.... Aku akan mengurus administrasi dan mengambilkan obat untukmu. Tunggulan disini!!!" ucap Takeshi sembari berjalan keluar ruangan.
Sepeninggal Takeshi, Nesi menatap langit-langit rumah sakit. Air matanya meleleh.
"Kenapa harus jadi begini...... Aku rela melepas keperawananku untuk mas Ferdi, karna dia suamiku, tapi aku tak rela hamil dengannya......" Nesi mencengkeram erat perutnya yang masih rata.
"Apa aku harus pulang ke jakarta??? Tidak..... Aku tak ingin......" Batin Nesi.
"Ayo kita pulang......." Takeshi tiba-tiba muncul dan mengagetkan Nesi, dengan cepat Nesi menghapus air matanya. Namun Takeshi menyadarinya.
"Kenapa kamu menangis......???"
Adiz.Ck
Lanjut........😊😊😊
Siapa yang penasaran dengan visual Takeshi.....????
Author kasih.......
Jika kurang cocok maafkan yah.....

Jadi cakepan siapa yah??? Kenzi apa Takeshi......????
😁😁😁😁
Love you all....
😉😉
__ADS_1