
BRRAAAKKK
Ferdi membuka pintu rumah dengan kasar. Ia masih dipenuhi dengan amarah yang meluap-luap.
"NESI..... DIMANA KAMU....!!!" Ferdi begitu bringas. Dia menuju kamar Nesi dan segera membuka pintunya.
Namun Ferdi tak mendapatkan Nesi disana, kemudian Ferdi terus mencari Nesi di setiap ruangan sambil tak henti-henti memanggilnya.
"NESI BODOH.... KEMANA KAMU....." Dengan kasar Ferdi mengobrak abrik semua benda yang ada di meja Nesi.
Tak lama berselang terdengarlah pintu depan di buka.
GLEK....
Nesi baru saja sampai di rumahnya. Ia segera bergegas pergi ke kamar untuk membersihkan diri dan beristirahat.
Nesi sedikit heran melihat kamarnya terbuka, namun dengan segera Nesi menepis rasa curiga itu.
Dan betapa kagetnya Nesi melihat barang-barang di meja kerjanya berantakan. Nesi hendak berteriak saat itu, takut ada pencuri atau yang lainnya.
Tapi rencana itu segera Nesi urungkan ketika mendengar pintu kamar tertutup.
Nesi segera membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang menutup pintu.
Nampak Ferdi disana sedang memutar kunci dan mencabutnya.
Ferdi nampak menyeringai jahat ketika membalikkan badan menghadap Nesi.
Nesi begitu takut, dengan segera tangan Nesi menutup mulutnya yang ternganga karna kaget.
Perlahan Ferdi melangkah mendekati Nesi yang masih berdiri mematung.
"Nesi..... Apakah kamu berniat meninggalkan aku..... Sedangkan Vika sudah meninggalkanku....."
Ferdi nampak berkata dengan tenang sambil terus melangkah mendekati Nesi.
Nesi yang merasa sedikit takut dengan Ferdi segera memundurkan langkahnya.
"Nesi..... Aku sudah bilang, aku akan mencintaimu suatu saat nanti, dan aku sudah merasakan cinta itu hadir, tapi kenapa kamu malah menghindar dariku"
Ferdi terus mendekati Nesi, sampai langkah Nesi terhenti karna menabrak lemari.
"Mas Ferdi hentikan..... Aku sudah benar-benar membencimu" Bentak Nesi.
Namun Ferdi enggan mendengar ucapan Nesi. Ia terus saja memepet tubuh Nesi.
"APA YANG SUDAH KAMU RENCANAKAN NESI......" Ferdi tiba-tiba membentak Nesi.
"Apa kamu benar-benar ingin menghancurkanku....." Ferdi berkata dengan lirih, ada raut sedih disana.
"Bukan..... bukan itu....." Nesi pun berkata lirih.
__ADS_1
"LALU APA..... APA YANG KAMU RENCANAKAN UNTUKKU NESI....."
Ferdi kembali membentak Nesi. Nesi begitu kaget mendengar nada ucapan Ferdi yang kembali meninggi.
"KENAPA KAMU MENGGUGAT CERAI AKU...... APA KAMU SEKARANG BENAR-BENAR SUDAH MEMBENCIKU ....." ucap Ferdi.
Nesi hanya menggeleng, dadanya sesak. Air matanya pun mengalir begitu saja.
"KATAKAN NESI.... KENAPA KAMU MENGGUGAT CERAI....!!!" Ferdi mencoba mencari kejelasan. Berkali kali Ferdi memukulkan tinju ke lemari yang jadi sandaran Nesi saat itu.
Nesi menundukkan kepalanya, mencoba menyembunyikan air matanya.
"Selama ini aku selalu bersabar mas..... menanti hadirnya cinta itu darimu. Tapi kesabaranku mulai berkurang ketika aku tau kau punya wanita simpanan. Aku mencoba untuk menerima itu. Tapi kini aku tau kalau wanita itu hamil. Pupus sudah harapanku mas" Isak tangis Nesi pecah.
Ferdi nampak sedikit iba mendengar penjelasan Nesi. Ia memang sudah sedikit menyesal memperlakukan Nesi seenaknya selama ini.
Namun ia masih sedikit angkuh. Ia tersenyum sinis.
"Lalu apa yang kamu inginkan.....??? Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja Nes....." ucap Ferdi.
Lalu dengan lancang Ferdi meraih kemeja Nesi dan membuka kancing bajunya, Nampaklah sesuatu yang indah tersembunyi di baliknya.
Nesi yang kaget dengan kelakuan Ferdi segera menepis tangan Ferdi.
"Kenapa kamu menolak..... Kamu iri dengan Vika karna dia selalu tidur denganku kan.....??? kamu pasti menginginkan itu...." Ferdi nampak menyeringai jahat. Nesi menatap sinis ke arah Ferdi.
Nesi mencoba pergi dan menghindar, namun tangan Nesi di raih dan ditahan dengan tangan Ferdi. Begitupun dengan tangan yang satunya, sehingga Nesi tak mampu untuk bergerak.
"Owh.... pasti kamu sudah sering melakukan itu dengan lelaki lain kan.....??" Ferdi terkekeh.
"Tenang saja aku tak akan memperotes kalaupun kamu sudah melakukannya" Ferdi tersenyum sinis.
"Bedebah..... Aku tak pernah melakukan itu dengan orang lain, walaupun aku membutuhkan itu, Aku masih punya harga diri. Tidak seperti kamu mas" Nesi nampak sedikit geram mendengar ucapan Ferdi.
"Apa yang sebenarnya kamu inginkan...??? segeralah pergi dari kamarku mas.!!!" Bentak Nesi yang masih memberontak untuk di lepaskan.
Ferdi mendekatkan bibirnya ke telinga Nesi
"Aku ingin kamu tetap bersamaku Nesi...."
Bisikan itu membuat bulu kuduk Nesi sedikit merinding. Dan ia pun memejamkan mata untuk mengontrol diri.
Saat membuka mata nampak muka Ferdi sudah berada tepat di hadapan Nesi. Kembali Nesi memejamkan mata karna takut Ferdi akan melakukan kekerasan padanya lagi.
Namun tidak kali ini.
Nesi merasakan bibir Ferdi menempel di bibirnya. Lama Ferdi mencium bibir Nesi.
Sedangkan Nesi yang masih canggung hanya diam dan tak berani berkutik.
Sampai akhirnya.
__ADS_1
AAAAUUUUUU
Ferdi berteriak kesakitan. Nampaknya Nesi masih ingin melepaskan diri dari Ferdi, sehingga ia menggigit bibir Ferdi untuk melepaskan diri.
Dan ide itu berhasil, dengan segera Ferdi melepaskan tangan Nesi dan
memegangi bibirnya.
Nesi segera berlari ke arah pintu, Namun usahanya sia-sia karna pintu kamar Nesi sudah di kunci oleh Ferdi.
Ferdi mengambil beberapa lembar tisu di atas meja dan mengelap darah yang keluar dari bekas gigitan Nesi.
"Wanita macam apa kamu Nes..... Menggigit saat di cium..... Kamu menambah nafsuku kian meninggi saja Nes...." ucap Ferdi sambil berjalan ke arah Nesi.
Nesi yang begitu takut mencoba memutar knop pintu berkali-kali namun nihil.
Sampai akhirnya Ferdi meraih tangan Nesi lagi dan memepetnya di pintu kamar.
Nesi berteriak. Mencoba mencari bantuan.
"Percuma Nes. Rumah kita itu cukup nyaman untuk berteriak-teriak atau bahkan berpesta. Tidak akan ada yang mengganggu" ucap Ferdi terkekeh.
Kemudian Nesi menyadari jika rumahnya memang berada di tempat yang cukup berjarak dengan tetangga. Bukan perumahan yang mewah, tapi halaman disini cukup luas untuk jarak rumah yang satu dengan yang lain.
Sehingga itu akan memberikan kenyamanan bagi penghuni disana jika ada yang melakukan kebisingan atau yang lainnya.
"Ah dasar Nesi bodoh...." ucap Nesi dalam hati, mengutuk dirinya sendiri.
"Ayo kita lanjutkan Nes.... Kamu ternyata cukup menarik untuk aku nikmati sore ini..... Kenapa selama ini aku terlalu bodoh menyia-nyiakan kamu ...." Ferdi kembali terkekeh.
"Dasar lelaki gila macam apa kamu, selama ini kamu mengabaikan aku seperti sampah. Lalu sekarang kamu mau mencoba menikmati sampah yang sudah kamu buang....." Nesi sedikit berani untuk membela dirinya. Berharap Ferdi mau melepaskannya.
Adiz.Ck.
Sorry readers.....
author beneran sibuk, ini baru selesai ngurusin acara resepsi....
Gomen nasai.... (maaf....)
Semoga kalian mau bersabar dan setia menunggu karya saya....
Sebenarnya sedih bngt kalo nggak bisa up, tapi mau gimana lagi. waktunya yang nggak kebagian.
😝😝😝
Ayo readers..... tebak eps selanjutnya.... komen kalian memotifasi saya bwt bkin karya yang lebih baik.
jangan lupa tinggalkan jejak.. like, komen dan vote juga yah....
love you all.....😘😘😘
__ADS_1