ISTRI YANG TAK DICINTAI

ISTRI YANG TAK DICINTAI
eps 53 (ending..)


__ADS_3

Nesi sedikit malas karna dia harus memilih gaun sendiri, tapi ia menurut saja karena tak mau Takeshi kecewa.


Nesi di antar oleh seorang WO ke sebuah toko baju pengantin untuk memilih gaun yang Nesi inginkan.


Nesi langsung terpana melihat gaun-gaun super cantik yang terpasang rapih pada manekin, belum lagi gaun-gaun lain yang di gantung tertata dengan elok sesuai warnanya.


Mata bulatnya berbinar-binar, ia merasa ingin memakai semua gaun itu, semuanya terlihat sangat cantik. Dari pandangan saja Nesi sudah bisa menebak jika gaun-gaun disana berharga fantastis. Karena itu Nesi hanya melihat-lihat saja, dan tak berani menentukan ia mau memilih gaun yang mana.


Nesi sudah menyuruh WO itu untuk duduk sembari menunggunya memilih gaun yang tepat, setidaknya Nesi bisa dengan leluasa memandang dan sedikit mengulur waktu sampai nanti Takeshi datang kesana.


"Bagaimana???? Apa sudah dapat?" Nesi sedikit kaget mendengar suara Takeshi di depan kasir. Ia menoleh ke arahnya. Rupanya Takeshi bertanya kepada WO itu.


"Belum...... Itu nyonya Nesi disana" Tunjuk WO itu, Nesi pun tersenyum menyambut kedatangan Takeshi. Takeshi pun menghampiri Nesi yang berdiri di depan manekin.


Takeshi malah seolah tak pduli dengan Nesi dan memandang sekeliling, ke arah baju pengantin yang terpajang. Lalu ia membalikkan badan.


"Apa-apaan ini..... Kenapa kalian memberikan pilihan yang ini, tentu saja dia akan merasa kesulitan. Tunjukkan kepada kami koleksi esklusif dari toko ini" Takeshi sedikit jengkel dengan pelayan toko. Lalu pelayan itu segera membuka pintu cermin di samping manekin dan mengajak mereka masuk.


Nesi sedikit terkejut ketika tau masih ada ruangan lain yang lebih luas di balik cermin di samping meja kasir. Nesi sedikit ragu ketika akan melangkah masuk, sampai Takeshi menuntunnya.


Dan ketika masuk Nesi kian terpana dengan gaun-gaun super fantastis yang terpajang di setiap manekin. Ada sekitar 10 gaun super esklusif disana. Gaun super mewah dengan kilauan yang begitu menarik.


Nesi melangkah memperhatikan setiap gaun, satu demi satu, memperhatikan detail demi detail.


"Selamat siang tuan Takeshi, saya owner disini, silahkan dipilih!! gaun seperti apa yang anda inginkan?" ucap seorang wanita berpakaian modis dengan dandanan sensual menyapa mereka.


Nesi segera menoleh dan mendekat ke arah Takeshi.


"Ini calon pengantin saya...... Carikan gaun yang cocok untuknya!" Pinta Takeshi.

__ADS_1


Lalu perempuan itu sedikit mengamati Nesi kemudian mendekat dan memutari tubuh Nesi untuk memperhatikan postur tubuh Nesi secara detail.


Wanita itu menjentikkan jarinya.


"Saya ada satu gaun yang sangat cocok untuknya, saya simpan di bagian dalam, mari ikut saya" ucap wanita itu. Lalu melangkah ke pintu kaca dof yang tak nampak dari luar. Nesi dan Takeshi mengikuti tanpa berkomentar.


Di ruangan itu ada 1 gaun berwarna kream yang sangat cantik. Nesi langsung terpana melihat gaun itu. Matanya berbinar-binar penuh kebahagiaan.


Takeshi nampak memperhatikan gaun itu dan Nesi secara bergantian. Dan Takeshi mengangguk beberapa kali.


Visual gaun utama.



"Cocok...... Yang ini saja, Dan juga beberapa gaun di sebelah sana" ucap Takeshi ketika melihat Nesi cukup terpukau dengan gaun itu. Namun Nesi merasa sedikit kaget dengan ucapan Takeshi.


"Yang.... Yang benar saja..... itu gaun pasti sangat mahal bukan....." Nesi berucap sembari mengikuti Takeshi yang berjalan keluar dari ruangan itu. Tubuhnya membentur tubuh Takeshi yang tiba-tiba berhenti dan membalikkan badannya menghadap Nesi.


Nesi langsung terdiam mendengar ucapan Takeshi. Hatinya seakan meleleh mendapat rayuan semanis itu, (ya tentu saja...... Selama ini siapa yang memujinya).


"Dan yang ini........" Takeshi menunjuk sebuah gaun lagi dengan kemilau yang memukau.


Visual gaun ke-dua.



Nesi mengernyitkan dahinya.


"Kenapa harus dua?" Tanya Nesi.

__ADS_1


"Sayang....... Acaranya bukan cuma sehari, aku banyak kolega dan juga saudara. Nggak baik rasanya jika aku tak mengundang mereka semua" Jelas Takeshi yang membuat Nesi sedikit terheyak, tapi ia memilih pasrah.


"Dan juga ini....... dan ini juga, dan Sepatu ini" ucap Takeshi menunjuk dua gaun lagi yang lebih simple dan sebuah sepatu dengan pernik yang berkilau.


Visual sepatu pengantin.



Nesi hanya bisa menepuk jidatnya merasa bingung harus berbuat apa. Ia sudah membayangkan jika ia akan kecapean untuk pernikahan nanti.


Nesi teralihkan karena mendengar suara Chio yang memanggilnya, dengan cepat ia melihat ponsel Takeshi yang ia pegang. Nampak Chio sedang bangkit dari tidurnya.


"Apa Chio bangun?" Tanya Takeshi langsung menyadarinya.


Nesi mengangguk.


"Kamu jalan santai saja, aku akan kesana menyusul Chio" ucap Takeshi kemudian dengan Cepat Takeshi sedikit berlari meninggalkan toko itu.


"Wah..... Ternyata tuan Takeshi betul-betul pria yang baik dan perhatian juga ya. Pantas saja dapat istri yang cantik" ucap owner toko memuji sembari tersenyum senang. Nesi hanya membalasnya dengan senyuman ramahnya, kemudian iapun melangkah meninggalkan toko itu di ikuti oleh WO yang sedari tadi bersamanya.


Ketika Nesi sampai, Chio sudah duduk bersama Takeshi di lobi gedung sembari menikmati es cream.


"Okaa-chan......." panggil Chio. Nesipun menghampiri mereka dengan perasaan yang bahagia.


Nesi duduk di samping Chio, dan kemudian WO yang bersama mereka segera meminta diri untuk menyudahi pertemuan itu. Nesi dan Takeshi melanjutkan untuk makan bersama disana.


Mereka tak sadar, jika ada beberapa wartawan yang mengikuti mereka dan mengambil beberapa potret kebersamaan mereka yang terlihat romantis untuk tipe lelaki seperti Takeshi yang cenderung cuek dengan perempuan.


......................

__ADS_1


Adiz.Ck



__ADS_2