ISTRI YANG TAK DICINTAI

ISTRI YANG TAK DICINTAI
eps 27


__ADS_3

Siang itu Ferdi yang tengah bersemangat mencari pekerjaan berpapasan dengan mantan bosnya dulu. Kenzi


Kenzi nampak berjalan angkuh dan enggan menatap Ferdi yang berpapasan dengannya.


Ferdipun nampak berjalan santai, Tapi kemudian langkahnya berhenti.


"Oh ya Ken..... Aku sudah mendapatkan Nesi. Jadi jangan harap kamu bisa merebutnya dariku kali ini" Ferdi nampak berkata sombong dan tersenyum puas.


Kenzi langsung menghentikan langkahnya.


"Apa..... apa kamu pikir Nesi akan takluk denganmu begitu saja? Kamu bodoh Ferdi....."


Kenzi nampak mengejek Ferdi dengan senyum sinis di sudut bibirnya.


"Apa maksudmu berkata seperti itu Ken....???" Raut muka Ferdi berubah drastis.


"Cih...... Nesi itu wanita yang cerdas Fer, kamu pikir dia akan menurut begitu saja setelah kamu sakiti selama ini....." Kenzi nampak berkata serius.


"Dia sudah bisa merebut hati orang tuamu, bahkan usaha orangtuamu sudah beralih nama menjadi miliknya" Jelas Kenzi.


"BOHONG..... DARI MANA KAMU TAU SEMUA ITU.....???" muka Ferdi nampak mulai memerah karna amarah.


"Aku punya perusahaan software yang cukup besar dan ternama Fer..... apakah heran jika aku mengetahui itu semua....." Kenzi nampak menyombongkan dirinya.


"Nesi.... Nesi..... Kamu memang pintar memainkan trik balas dendammu itu....." Kenzi berkata sendiri seolah memuji Nesi.


Ferdi yang mulai geram dengan kata-kata Kenzi langsung pergi meninggalkannya.


Sedangkan Kenzi nampak sedikit merasa sedih.


"Maafkan aku Nes..... Aku nggak ingin kamu kembali dengan Ferdi...."


Batin Kenzi.


......................


BBRRRAAAKKKK


"NESI...... NESI......" Ferdi rupanya sudah termakan omongan Kenzi siang tadi.


Nesi yang baru selesai mandi nampak tertegun dengan panggilan Ferdi yang nampak marah.


Dengan sekejap Ferdi meraih pundak Nesi dengan kedua tangannya.


"KATAKAN NESI.....!!! APA YANG SEBENARNYA KAMU RENCANAKAN..... APA KAMU BENAR INGIN MENGHANCURKANKU....."

__ADS_1


Kemarahan Ferdi nampak tak bisa terbendung lagi. Ferdi begitu saja menghempaskan tubuh Nesi sampai Nesi terjatuh dan tangannya membentur kursi rias.


Nesi nampak kaget dan seketika menangis sambil menahan sakit di tangannya.


"KATAKAN NESI....!!!! KAMU YANG MERENCANAKAN PEMECATANKU DAN YANG LAINNYA BUKAN......"


Ferdi nampak masih acuh dengan Nesi yang sedang kesakitan.


"MAS FERDI..... KAMU JAHAT......!!!!" Teriak Nesi di sela isaknya.


Ferdi nampak tersenyum acuh dan berjongkok di depan Nesi yang masih terduduk di lantai.


Nesi nampak membetulkan handuknya yang tersingkab dan menampakkan paha mulusnya.


"Kamu bilang aku jahat .....??? KAMU YANG JAHAT NES.... BAHKAN KAMU SUDAH MEREBUT KASIH SAYANG DAN KEPERCAYAAN DARI ORANG TUAKU....... SIHIR APA YANG KAMU BERIKAN UNTUK MEREKA NES....." Amarah Ferdi masih meluap-luap.


"Kenapa kamu secepat itu berubah mas..... tadi pagi kamu begitu baik kepadaku......" rintih Nesi.


"Iya Nes..... bukankah aku begini dari dulu..... Kenapa kamu baru kaget sekarang......" Nada bicara Ferdi berubah.


"Pergilah mas..... aku tak ingin bertengkar denganmu!!!" ucap Nesi acuh dan memalingkan mukanya.


PLAK.....


"AKU BELUM MENDENGAR PENJELASAN DARIMU NES.... KENAPA KAMU MALAH MENGUSIRKU!!!!" Amarah Ferdi memuncak kembali.


"AKU PUNYA HAK UNTUK DIAM MAS...... UNTUK APA AKU MENJELASKAN SEMUA HAL PADA ORANG SEPERTIMU" Nesi mulai berani membela dirinya.


PLAK......


Satu tamparan lagi mendarat di pipi Nesi. Dan Nesi langsung membalas dengan tinju di muka Ferdi yang membuat Ferdi kian bertambah geram kepada Nesi.


Dengan cepat Ferdi menarik tangan Nesi dan mendorong Nesi ke atas ranjang. Terlepaslah handuk Nesi yang sedari tadi melilit di tubuh Nesi.


Ferdi mendapatkan ide gila untuk mencumbu Nesi meski dengan amarah yang masih membara.


"HENTIKAN MAS......!!!!" Pinta Nesi memohon.


Namun Ferdi enggan mendengar permintaan Nesi, apalagi mengingat kenikmatan semalam membuat Ferdi ingin segera mendaratkan setiap ciumannya di tubuh Nesi yang masih penuh dengan bekas ****** yang Ferdi buat malam tadi.


Ferdipun dengan sedikit kasar mulai menc**b* Nesi lagi sore itu. Amarahnyapun kian mereda setelah mendapatkan kenikmatan dari Nesi.


Sedangkan Nesi hanya bisa terisak karna sikap Ferdi yang terlalu menyakitinya.


Ferdi tersenyum senang setelah selesai menc**b* Nesi. Dan iapun terlelap sambil memeluk erat tubuh Nesi.

__ADS_1


Setelah Ferdi tertidur, Nesi segera bangkit dan mencari ponselnya.


"Kenzi..... Pliss tolong aku....." ucapnya pada seseorang yang ia telfon.


"Aku jemput sekarang....."


Nesi segera mengenakan pakaian dan bergegas pergi dari kamarnya.


TTIIINNN TTIIINNN


Tak selang berapa lama, terdengar bunyi klakson di depan rumah Nesi, dan Nesi segera menghampirinya.


"Ayo cepat pergi....." Pinta Nesi setelah masuk ke dalam mobil.


Kenzipun menurutinya.


"Kenapa Nes.....????" Tanya Kenzi dengan nada sedikit cemas.


"Mas Ferdi mulai gila.... dia menyiksaku lagi Ken......" Jelas Nesi sedikit sedih.


"Lapor polisi saja yah....." Kenzi memberi saran.


"Nggak bisa.... aku nggak punya cukup bukti Ken....." Nesi nampak sedikit berfikir.


Kenzipun diam.


"Ceritakan semuanya padaku, aku akan membantumu....." Kenzi berkata dengan sungguh-sungguh.


"Kenapa kamu begitu tulus mau membantuku Ken......???" Nesi nampak mulai sedikit curiga.


"Eemmmbbbb itu......." Kenzi menghentikan ucapannya.


"Bukan apa-apa..... kita kan berteman......" lanjutnya.


"Benar kan.... hanya teman..... jangan pernah berharap lebih dariku Ken....." Nesi merasa ada sesuatu yang Kenzi sembunyikan.


"Ah iya...... Aku akan selalu jadi temanmu Nes....." jawabnya.


"Padahal aku selalu berharap punya hubungan lebih dari seorang teman Nes......" Batin Kenzi dalam hati.


......................


Adiz.Ck


😉

__ADS_1


Bantu vote, like n komen ya readers.....


love you all....😘😘😘


__ADS_2