
"Nesi..... kamu kenapa??? Dokter bilang lukamu baru saja di jahit lagi, apa yang sebenarnya terjadi"
Ferdi yang baru datang langsung menghujani Nesi dengan pertanyaanya.
"Sudah.... tak apa-apa.... ini semua gara-gara wanita itu..." Nesi berkata cuek kepada Ferdi.
Ferdi nampak terperangah dengan ucapan Nesi.
"Aa aapaa?? apa maksudmu, siapa???" Ferdi sedikit tergagap.
"Jangan pura-pura. Aku sudah tau semuanya mas" Air mata Nesi sudah menggenang di pelupuk mata.
"Aku sungguh tidak bermaksud untuk menyakitimu Nes...." ucap Ferdi tanpa dosa.
Nesi menghela nafas kasar. Amarah dan rasa sedih bercampur menjadi satu. Nesi bingung harus mengekspresikan yang mana. Akhirnya air matalah yang mengalir begitu saja.
Ferdi nampak iba ketika melihat Nesi menangis. Ini memang pertama kalinya Ferdi melihat Nesi menangis.
Yaaa..... setelah sekian tahun hidup.bersama. Ferdi sangat acuh kepada Nesi, sampai ia tak tau jika Nesi sangat sering menangis di setiap malamnya.
Dengan sedikit ragu Ferdi mendekatkan tubuhnya pada Nesi, dan mengelus pundaknya.
"Nes.... apa kamu sungguh menderita hidup denganku....???" Dengan bodohnya Ferdi bertanya.
"Setelah sekian tahun mas.... kamu baru mempertanyakan itu....???" Nesi nampak tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Ia berfikir akan mengeluarkan segala umpatan-umpatan yang tidak pantas, jadi Nesi hanya menggelengkan kepalanya.
"Tapi aku tak ingin mengecewakan mama Nes..... Aku janji akan mencintai kamu mulai dari sekarang Nes...." Ferdi nampak serius dengan ucapannya.
"Tidak mas.... Sudah terlambat mas.... Kamu sudah punya wanita lain. Lebih baik nikahi dia! dan bahagiakan dia. Jangan biarkan dia menjadi orang yang bodoh sepertiku" Nesi nampak sangat serius dengan ucapannya.
Ferdi nampak kesal dengan jawaban Nesi. Kemudian dengan kasar Ferdi memukulkan tinjunya ke arah dinding.
BBUUGG
Nesi terkaget dengan pukulan Ferdi.
"Si*l*n kamu Nes..... selama ini kamu mengemis cinta padaku.... Tapi ketika aku mulai memberikan cinta itu, kamu bertindak bodoh dengan menolaknya" Ferdi berkata dengan penuh amarah.
"Kamu akan tau bagaimana selanjutnya aku akan menyiksamu jika terus menolak cintaku.."
Ferdi nampak melirik beberapa kotak makanan yang berada di nampan rumah sakit. box makanan dari restoran ternama. Sepertinya Ferdi tau jika ada seseorang yang telah menjenguk Nesi hari ini.
Tentu saja itu bukan Vika. Peduli apa dia.
Dengan sedikit kasar Ferdi segera meninggalkan Nesi.
Ferdi tau kemana tempat yang akan dia tuju. Dengan penuh emosi Ferdi melajukan mobilnya ke sebuah resto dan menelfon seseorang untuk segera datang.
__ADS_1
Ferdi nampak menunggu dengan gelisah.
Tak butuh waktu lama, orang yang di tunggu Ferdi segera tiba.
Kenzi.
"Ada apa pak Ferdi, malam-malam menelfon saya?" Kenzi bertanya dengan santai.
Sedang Ferdi yang sudah di penuhi dengan amarah, segera melayangkan tinjunya ke arah muka Kenzi.
Kenzi menerima pukulan itu dengan cuek. Dia tidak menyadari jika hidungnya berdarah, juga ujung bibirnya.
"JANGAN GANGGU ISTRIKU....!!!!"
Bentak Ferdi dengan kasar.
"Kenapa???? kamu takut kehilangan istrimu? bukankah selama ini kamu menyia-nyikannya.....?" Kenzi nampak tersenyum sadis.
BBUUUGGG
Pukulan Ferdi kembali mendarat di muka Kenzi.
"LELAKI MACAM APA KAMU.... MENYAKITI SEORANG WANITA, BAHKAN MENYIA-NYIAKANNYA. MALAH MEMILIH WANITA LAIN, TAPI KETIKA ADA YANG MAU MEMBAHAGIAKAN ISTRIMU, KAMU MEMBERONTAK...." Kenzi berkata dengan keras, sambil memukul mundur posisi Ferdi.
BBUUGGGHHHH
Kenzi memukul Ferdi berkali-kali. Tapi Ferdi nampak enggan membalasnya.
"MAMP*S loe..... ini semua demi Nesi...." ucap Kenzi. Dan kemudian pergi meninggalkan Ferdi yang masih serduduk di lantai.
Ferdi yang nampak sudah berdarah-darah segera pulang ke apartemen Vika.
Vika nampak kaget dengan kondisi Ferdi saat itu.
"Kamu kok bisa begini sayang.... ada apa????" Vika segera membersihkan luka Ferdi.
"Kenzi....." jawab Ferdi sekadarnya.
"Siapa Kenzi....??? Sayang.... tadi temen aku ngirimin ini...." Vika segera menyodorkan ponselnya. Ada Video Nesi dengan Kenzi disana.
"Ini Kenzi.... aku sudah tau semuanya. Aku juga tau kalo kamu yang pergi kesana. Bukan temanmu"
Vika nampak khawatir dengan ucapan Ferdi, ia takut jika Ferdi akan membencinya.
"Maaf sayang.... tadi itu aku lagi periksa kandungan dan aku lihat mereka berdua" Jelas Vika berbohong.
"Ah sudahlah.... itu tak penting"
__ADS_1
"Apa Kenzi itu selingkuhan istrimu???" Tanya Vika mencoba memprovokasi.
"Entahlah.... mereka sangat dekat, jauh sebelum aku dan Nesi saling kenal. Dan dia itu CEO ku di kantor...." Jelas Ferdi.
"OMG.....KAMU BARU BERANTEM SAMA CEO KAMU????" Vika meninggikan suaranya. Seoalah tak percaya dengan apa yang di dengar.
Ferdi hanya mengangguk.
"Bagaimana jika nanti kamu di pecat yang.... bagaimana ini.....????" Ada nada khawatir pada ucapan Vika.
"Kamu khawatir aku tidak punya uang.....????" Tanya Ferdi penuh amarah.
"Bukan.... bukan begitu yang... bukankah kamu masih ada usaha dari ortu kamu yang.... itu tak jadi masalah kan...???" Vika sangat takut jika ia harus hidup di dalam kemiskinan lagi.
Ferdi nampak mulai curiga dengan cinta Vika padanya.
"Entahlah....." Amarah Ferdi nampak mereda.
Sejenak kemudian Ferdi nampak membayangkan Nesi. Ada rasa sesal pada diri Ferdi. Seharusnya ia tidak sejahat itu kepadanya.
Namun itu hanyalah penyesalan belaka.
......................
"Ken.... bisa antar aku pulang??" Nesi menelfon Kenzi. Karna Ferdi tidak menjemputnya.
"Sorry Nes.... aku lagi ada acara. Aku akan suruh asistenku untuk menjemputmu"
"Baiklah...."
Nesi tidak menyadari jika Kenzi sebenarnya menghidari Nesi saat itu. Karna memar di wajah Kenzi akibat hantaman Ferdi semalam.
Kenzi segera menyuruh asistennya dan seorang karyawan untuk membantu memapah Nesi.
"Maafkan aku Nes...."
Batin Kenzi.
......................
Adiz.Ck
Komentar kalian sungguh menghibur saya. Ayo lanjut lagi!!!!.
semoga masih betah baca karya saya....
love you all.....😉😉
__ADS_1