ISTRI YANG TAK DICINTAI

ISTRI YANG TAK DICINTAI
eps 42


__ADS_3

Nesi tersenyum manis mendengar permintaan Takeshi.


Entah sudah berapa kali Takeshi berkata seperti itu kepada Nesi, tapi berkali-kali pula Nesi hanya menanggapinya dengan senyuman.


Nesi memang belum benar-benar siap untuk menjalin hubungan lagi. Rasa sakit dan kecewa tentang pernikahannya dulu masih membekas di hatinya. Ia sangat tidak ingin mengecewakan Takeshi.


Takeshi sepertinya sangat faham dengan senyuman Nesi dan hanya membalas dengan senyum manisnya.


"Moshi-moshi Takeshi-kun...... Nesi-san..... Ogenki desuka?" (hallo....Takeshi, Nesi.... Bagaimana kabarmu?'' ucap seorang wanita yang tiba-tiba muncul di dapur.


Nesi segera memeluk wanita itu ketika sadar yang datang adalah ibu dari Takeshi.


"Genki desu....."(Aku baik-baik saja).


Jawab Nesi.


Ibu Takeshi nampak memperhatikan Nesi sejenak tepat ke arah perban di pelipis Nesi.


"Apa yang terjadi padamu Nesi-san?? Kenapa ada luka di kepalamu?"


"Nggak papa Obaa-san.... Tadi hanya terbentur saja kok" Nesi mencoba menyembunyikan kenyataan yang ada


Obaa mengiyakan dan sedikit mengerutkan keningnya tanda belum puas dengan jawaban yang Nesi berikan, namun ia memilih untuk diam.


"oohhh Obaa-san.... Bahkan kita belum selesai untuk mempersiapkan makan malamnya" ucap Nesi sedikit tak enak.


*Obaa-san\= panggilan untuk nenek dalam bahasa jepang.

__ADS_1


"Tenanglah!!..... Obaa mau main bersama Chio dulu....." ucap ibu takeshi sembari meninggalkan Nesi dan juga Takeshi.


"Sepertinya Obaa-san sangat bahagia memiliki Chio......'' ucap Takeshi sembari melanjutkan aktifitasnya. Ada senyum bahagia yang tersungging di bibirnya.


"Jarak kita yang seperti ini saja sudah membuatku bahagia Nes,,,, Jika memang aku tak bisa mendapatkan lebih dari ini maka aku akan tetap menerimanya. Melihatmu yang tersenyum bahagia saja sudah cukup'' Batin Takeshi.


''Ok!!! Sudah siap semuanya....." Nesi berkata dengan girang ketika melihat semua masakannya telah tersaji di meja makan.


"Mister.... Ayo kita membersihkan diri dan bersiap-siap untuk menikmati makan malam....." ucap Nesi sembari melangkah menuju kamarnya.


"Ok!!!" Takeshipun menuruti dan pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Setengah jam kemudian keduanya telah siap dan segera menghampiri ibu Takeshi yang sedang bermain dengan Chio dan juga Ryu.


"Hay semua......." sapa Takeshi ketika ia sampai di ruang bermain. Lalu ketiga orang yang sedang bermain di ruangan itupun nampak terkejut dengan suara Takeshi yang cukup keras.


Lalu ketiganya segera bangkit dan berjalan bersama menuju meja makan. Chio di bopong oleh Ryu, sedangkan Takeshi berjalan berdampingan dengan ibunya.


Nesi nampak sudah menunggu di meja makan dengan senyum termanisnya.


"Kamu malam ini cantik sekali Nesi-san" Puji ibu Takeshi yang membuat Nesi tersipu malu dan pipinya memerah.


Takeshi yang mendengar pujian ibunya kepada Nesi ikut merasa senang juga dan merasa bangga telah mempertemukan Nesi dengan ibunya.


Nesi tampak cantik dengan menggunakan yukata berwarna soft, membuat Takeshi tak berhenti mengagumi kecantikan Nesi.


Nesi mencoba menghidangkan kaiseki untuk menyambut ibu dari Takeshi. Yaitu makanan berupa beberapa hidangan yang di makan secara bergantian.

__ADS_1


Ada sakizuke(makanan pembuka), nimono (hidangan yang di rebus), Mukozuke (sushi dan sashimi), Yakimono (Hidangan yang di panggang), dan Hanmono (hidangan Nasi).


Mereka sangat menikmati hidangan makan malam yang Nesi buat. Bahkan ibu Takeshi berkali-kali memuji makanan yang Nesi buat.


Nesi hanya bisa merendah, meski ada rasa bangga dalam hatinya.


Setelah acara makan malam selesai sampailah mereka pada acara penutup, yaitu jamuan minum teh.


Mereka selayaknya keluarga yang benar-benar penuh dengan kebahagiaan, saat acara itulah mereka saling bercanda bersama.


"Kapan kalian akan mengadakan acara pernikahan kalian?" tiba-tiba ibu Takeshi membuat pertanyaan yang membuat Nesi dan Takeshi sedikit terkejut karena pertanyaan tersebut.


"Secepatnya pasti akan kami laksanakan mah......" Nesi menjawab dengan santai, hal itu membuat Takeshi terkejut dengan jawaban Nesi.


Ibu Takeshi nampak senang dengan jawaban Nesi.


"Kamu tau nggak Nesi-san..... Takeshi-kun itu sebelumnya adalah lelaki yang sangat dingin kepada wanita, tapi tidak denganmu, Obaa juga merasa heran dengan sikap dan kebiasaan Takeshi yang berubah drastis semenjak kamu tinggal di rumah ini. Obaa harap kamu mau hidup dan menjadi pendamping buat Takeshi-kun" ibu takeshi berkata seolah meminta Nesi dengan sangat.


"Nesi pasti akan mempertimbangkannya dengan matang Obaa-san, jadi Obaa-san jangan khawatir tentang hubungan kami" ucap Nesi sembari tetap tersenyum manis. Matanya yang bulat sesekali menatap ke arah Takeshi, seolah meminta jawaban yang tepat kepadanya. Tapi Takeshi yang bingung hanya terduduk sembari menatap lantai rumah.


Hari kian malam, Obaa-san memutuskan untuk pulang di antar oleh Ryu, Takeshipun segera memindahkan Chio ke kamarnya karna tertidur di pangkuan Takeshi. Setelah beres mengurus Chio, Takeshi segera menyusul Nesi yang sedang sibuk beres-beres di dapur. Dengan cekatan Takeshipun ikut berperan disana, ia tidak sungkan untuk membantu Nesi.


"Tidurlah Mr..... Besok anda harus bekerja bukan?" Nesi mencoba mengingatkan.


"Terima kasih Nesi-chan untuk semuanya....." ucap Takeshi sungguh-sungguh.


Adiz.Ck

__ADS_1


*******


__ADS_2