ISTRI YANG TAK DICINTAI

ISTRI YANG TAK DICINTAI
eps 43


__ADS_3

Apakabar dengan Ferdi yang 5 tahun ini seperti menghilang dari kehidupan Nesi.


Tentu saja dia bahagia dengan istri barunya. Ya..... Ferdi telah menikah dengan Sely meski orang tua Ferdi tidak setuju dengan keputusan Ferdi.


Mama Anna nampak pasrah ketika Ferdi membulatkan keputusannya untuk tetap menikahi Sely, ia tidak ingin melakukan kesalahan yang sama seperti ketika memaksa Nesi dan Ferdi untuk menikah.


Hari itu penyakit papa Yongki tiba-tiba kambuh. Ferdi dan mama Anna sudah mencarikan dokter terbaik di jakarta tapi tak kunjung menemukannya.


Mama Anna teringat tentang seorang dokter yang dulu mengobati pak Yongki ketika mereka berobat di Prancis, mama Anna mencari contac person doker tersebut, dengan mudah ia mendapatkannya.


Namun mama Anna kesulitan untuk mendapatkan antrian yang cepat. Begitu banyak pasien yang sudah membooking jadwal bertemu dengan dokter tersebut. Butuh campur tangan kolega atau kerabat untuk mendapat antrian yang cepat.


Sedangkan melihat kondisi pak Yongki yang seperti sekarang, harus segera mendapatkan penanganan yang tepat. Mau tidak mau bu Anna mencari referensi dokter lain.


Sampai akhirnya ia mendapatkan rujukan untuk mendapatkan pengobatan dari seorang dokter berpengalaman dari jepang.


Kemudian demi kesehatan pak Yongki mereka bertiga terbang ke jepang, setelah berhasil mengatur pertemuan dengan dokter tersebut.


Sely memilih tinggal di jakarta karna dia sendiri punya jadwal pemotretan sebuah produk kecantikan, belum lagi minggu depan ia harus berangkat ke Eropa untuk promosi produk.


Pagi itu Ferdi sedang asyik menikmati secangkir kopi di pinggiran taman yang berada di dekat hotel tempat erdi dan bu nna menginap. Ferdi menatap sekeliling, merasa takjub dengan pemandangan di jepang, dimana tanaman dan bunga-bunga di tata begitu elok untuk menghiasi taman. dan juga jalanan yang bersih dari sampah.


Senyumnya mengembang merasakan ketenangan yang selama ini sangat sulit ia dapatkan.


"Oji-san...... (paman)Bisakah membantu saya mengupaskan ini...." pinta seorang anak yang masih sangat kecil. Ferdi sedikit bisa bahasa jepang, jadi ia faham dengan permintaan anak itu.


Tangan mungilnya menarik-narik pucuk baju yang erdi kenakan, .sedangkan tangan satunya menyodorkan sebuah lolipop yang masih terbungkus rapih.


Ferdi tersenyum melihat anak kecil itu dan kemudian membukakan lolipop yang ia pegang.


"Arigatou oji-san" (terimakasih paman) ucap anak itu.


"Dimana ibumu?" Ferdi nampak curiga melihat anak sekecil itu yang berjalan sendirian di taman.

__ADS_1


"Ya..... Aku bersama dengan Okaa-.chan.... (mama) Dia sedang duduk disana" ucap anak itu sembari menujuk seorang perempuan yang sedang asyik mengobrol dengan seseorang.


"baiklah,,,,, apa kamu mau menemani oji-san duduk disini?" pinta Ferdi.


"Baiklah,,,,,, Aku akan menemani oji-san" ucap anak itu sembari terus memakan permennya.


Ferdi nampak sangat senang dengan anak itu yang sedang asyik memakan permen. Ferdi terus memperhatikannya dan membayangkan jika itu adalah anaknya.


"Hay boy...... siapa namamu?" Ferdi nampak ingin tau tentang anak itu.


"Boy...???? apa itu" anak lelaki itu malah bertanya karna mendapatkan kata yang menurutnya asing baginya.


Ferdi terkekeh mendengar pertanyaan anak itu, dengan senang Ferdipun menjelaskan apa yang di tanyakan anak itu.


"Namaku Ichio oji-san......" jawab Chio dengan senyum imutnya.


"Baiklah...... mulai sekarang kita berteman. OK!!!! oji tidak punya teman disini" Ferdi mengelus kepala anak itu sembari tersenyum manis.


"Apa oji-san bukan dari sini.....??" Chio nampak sangat ingin tahu lebih. Ferdi menggeleng.


"CHIO,,,,,,,," Nesi memanggil Chio dengan keras.


Dengan segera Chio beranjak dari duduknya dan berlari menghampiri Nesi yang melambaikan tangan dari kejauhan.


Ferdi melihat ke arah Nesi yang sedang menunggu Chio. Ia seperti mengingat sesuatu ketika melihat Nesi.


Sedangkan Nesi tak memperhatikan Ferdi, ia terlalu fokus dengan pandangannya ke arah Chio yang berlari ke arahnya.


"Chio...... Tadi kamu mengobrol dengan siapa?" Nesi berusaha bertanya kepada anaknya itu. Sembari mengelus kepalanya.


"Dengan oji-san yang datang dari jauh sekali" Chio dengan polosnya berkata sembari menunjuk ke arah langit seolah Ferdi berasal dari sana. Nesi terkekeh mendengar jawaban anaknya.


Kemudian keduanya mulai melangkah untuk meninggalkan taman itu.

__ADS_1


"Lain kali Chio jangan sembarangan bercakap dengan orang yang Chio tidak kenal yah...." Nesi sedikit memperingati Chio. dan iapun hanya mengangguk sembari terus menikmati permennya.


"Tapi jika Chio berbicara dengan oji-san yang tadi nggak papa kan okaa-chan..... oji-san baik kepada Chio seperti otou-san" Chio berkata dengan polosnya.


Nesi tersenyum mendengar pernyataan anaknya.


"Baiklah.... tapi lain kali harus bilang okaa dulu yah,,,,,,!!!!"


Chio nampak mengerti dengan ucapan Nesi kemudian mengangguk dengan girang.


"Besok kesini lagi yah.....!!!! aku mau nemenin oji-san yang tadi. Kasihan,,,, katanya dia sendirian disini, nggak ada temen. Chio mau nemenin oji-san" Chio memohon kepada Nesi dengan tatapan penuh haru.


Nesi hanya bisa menyetujui permintaan anaknya itu.


......................


Ferdi yang sudah merasa sedikit mendapat ketenangan segera kembali ke hotel untuk menengok keadaan papanya.


"Darimana kamu Fer....?" bu Anna langsung memberikan pertanyaaan kepada Ferdi yang baru saja masuk.


"Aku baru saja membeli makanan untuk mama,,,,, ini .cemilan khas jepang" ucap Ferdi sembari menyodorkan sebuah bungkusan berisi makanan.


Bu Anna menerimanya kemudian menikmati itu bersama dengan pak Yongki yang masih terbaring.


"Bagaimana keadaan papa mah?" Ferdi bertanya sembari duduk di tepi ranjang.


"Sudah lebih baik dari yang sebelumnya" jawab bu Anna singkat.


Entah kenapa Ferdi terfikirkan anak yang barusan ia temui di taman. Wajahnya yang imut nan lucu membuatnya terus teringat. Belum lagi sikapnya yang menggemaskan. tiba-tiba Ferdi tersenyum sendiri karena hal itu.


......................


Adiz.Ck

__ADS_1



__ADS_2