ISTRI YANG TAK DICINTAI

ISTRI YANG TAK DICINTAI
eps 47


__ADS_3

Saat itulah semua rasa bercampur aduk menjadi satu.


Hanya air mata yang meleleh dari bening mata kedua perempuan itu.


Ada rasa rindu yang terpancar disana. Bu Anna langsung berlari ke arah Nesi dan memeluknya penuh haru.


Chio yang merasa bingung malah ikut menangis melihat ibunya menangis tersedu. Dengan sedih Nesi menarik Chio ke pelukannya dan menenangkannya.


Takeshipun merasa kaget dengan pertemuan yang tidak di duga itu. Iapun memilih diam dan memperhatikan ekspresi setiap orang yang ada disana.


Begitu juga dengan pak Yongki, ia melakukan hal yang sama dengan Takeshi.


Tapi tidak dengan Ferdi yng menatap keduanya dengan tatapan penuh tanya.


"Siapa mereka....????"


"Kenapa aku seperti mengenal mereka????"


"Ada hubungan apa antara mama dengan wanita itu, dan juga anak kecil itu????"


PIkiran Ferdi penuh dengan pertanyaan yang ia sendiri tak mampu mengungkapkannya.


Tiba-tiba Ferdi merasakan pening di kepala yang begitu menyengat, sampai Ferdi tak kuat menopang tubuhnya dan terjatuh di lantai.


"FERDI......" Panggil mama Anna ketika melihat Ferdi terjatuh.


Dengan segera mama Annapun berlari ke arah Ferdi dan memangku kepalanya.


"Mah...... Siapa wanita itu..... Kenapa Ferdi seperti mengenalnya. Kepala Ferdi langsung sakit ketika Ferdi mencoba memutar memori otak Ferdi"


Ferdi berkata dengan lemah. Mama Anna gemetar ketika mendengar perkataan Ferdi.


"Dia......Dia Nesi Fer......" mama Anna berkata dengan tergagap.


"Apa...... Jadi wanita ini yang sudah Ferdi ceraikan mah??" Ferdi sepertinya belum benar-benar mengingat tentang Nesi.


Nesi hanya terdiam sembari menenangkan Chio yang sedari tadi masih menangis. Takeshi mencoba mengajak Chio tapi ia menolak dan masih terus menangis.

__ADS_1


Mama Anna mengangguk mendengar pertanyaan Ferdi. Iapun bangun perlahan sembari memegangi kepalanya yang masih terasa pening.


"Bantu aku mengingat tentangmu....." ucap Ferdi sembari berjalan sempoyongan sembari menghampiri Nesi yang masih berdiri di tempatnya sembari menggendong Chio yang sudah sedikit tenang.


Dengan malas Nesi memalingkan mukanya. Menyembunyikan rasa rindu yang selama ini ia simpan.


Ferdi meraih pundak Nesi yang berdiri membelakangi Ferdi.


Di saat yang sama pula ingatan Tentang Nesi mulai berputar di otak Ferdi. iapun merasakan pening yang kian parah.


Ingatan itu bergulir begitu cepat, bergulir dari ingatan yang satu ke ingatan yang lain.


Ferdi menjerit kesakitan merasakan sakit yang kian menusuk, bergulir bersamaan dengan memori yang semakin banyak terlintas di fikirannya.


"Aku sudah mengingat semuanya, ya..... aku mengingatmu"


Semua orang tercengang mendengar pernyataan Ferdi. Mulut Nesi menganga seakan tak percaya dengan apa yang sedang terjadi.


mama Anna pun seakan tak percaya dengan apa yang baru saja di sampaikan oleh Ferdi.


"Benarkah Fer......" mama Anna memastikan.


Ferdi terdiam sembari membenahi dirinya. Mencoba menenangkan dirinya dengan memori yang baru saja ia ingat meski belum sempurna.


Mama Anna yang melihat Ferdi sedang menata fikirannya segera menghampiri Nesi yang masih terdiam di tempatnya bersama dengan Takeshi yang berdiri di sampingnya.


Takeshipun cukup sadar diri, ia berkata kepada Nesi.


"Nesi-chan....... Selesaikanlah semuanya, Aku akan menunggumu di rumah. Aku harap kamu mau pulang untukku"


Nesi merasa terharu dengan kata-kata Takeshi yang begitu mendalam.


"Aku akan memberikan hadiah untukmu jika kamu pulang" lanjutnya sembari mengecup pipi Chio dan melangkah pergi.


Nesi menatap punggung Takeshi dengan perasaan takut dan juga sedih. Nesi sangat faham jika ucapan Takeshi berarti lebih dalam dari apayang ia katakan.


"Nesi....... Bicara sama mama nak...... Apa ini anak kamu?" Tanya mama Anna setelah melihat Takeshi pergi.

__ADS_1


Nesi mengangguk mengiyakan.


"Apa kamu sudah menikah dengan Takeshi?" mama Anna nampak berkaca-kaca.


Lagi-lagi Nesi hanya menjawab dengan anggukan. Tangannya kian erat memeluk tubuuh Chio yang mungil. Seakan takut kehilangan, sedangkan air matanya deras menetes dari pelupuk matanya.


"Mama tau jika anak ini bukan anak Takeshi..... Apa mama benar nak?" mama Anna nampak sangat pasti dalam berucap. Dan kembali Nesi menganggukkan kepalanya.


"Apa anak ini anak Ferdi??" nada bicara mama Anna sedikit merendah, sedangkan dadanya sudah penuh dengan perasaan yang siap membeludag kapn saja.


"Bukan mah,,,,,,," Nesi mecoba berbohong.


"Jawab Nesi!!!!! mama sangat faham dengan wajah anak itu Nes,,,,, Kamu tak bisa membohongi mama" mama Anna nampak sangat yakin dengan keyakinannya, air matanya sudah merembas di ujung mata.


Sedangkan Nesi hanya bisa menjawab dengan tangisan yang kian keras.


"Ini anak Ferdi...... Benarkan kata mama?????"


Nesi hanya mengangguk pelan dan kian erat memeluk tubuh kecil Chio.


Bagaikan di sambar petir tubuh mama Anna. Tubuhnya terasa lemah dan terduduk pelan ke lantai, air mata yang sedari tadi ia tahan dengan sekuat tenaga akhirnya tumpah juga.


Mama Anna tersedu sangat keras sampai tubuh mam Anna bergetar hebat.


Nesi merasa iba dan berjongkok di samping mama Anna, kemudian menurunkan tubuh Chio, Nesi mencoba sedikit menenangkan mama Anna.


Mama Annapun bangun dan melihat Chio yangs sedang berdiri memperhatikannya.


Dengan cepat mama Anna memeluk tubuh Chio dan menangis di pundak Chio yang mungil.


"Nak...... Ini nenek nak...... ini Nenek......" ucap mama Anna dengan perasaan bahagia campur haru.


Pak Yongki yang melihat itu segera menghampiri istrinya dan ikut memeluk tubuh Chio dengan senang.


Chio hanya diam sembari memperhatikan kedua orang itu dengan tatapan penuh kebingungan.


Adiz.Ck

__ADS_1



__ADS_2