
"Hai Fer......." Sely langsung menyapa Ferdi yang sedang duduk di sebuah kursi di taman.
Ferdi menoleh dan menatap dengan ramah ke arah Sely.
"Apa aku kenal kamu???" Dengan polosnya Ferdi bertanya.
"Dulu kita itu sangat dekat, bahkan kita sudah berencana untuk menikah" Sely dengan bangga menceritakan hubungan mereka.
"Tapi mama bilang jika aku sudah menikah dengan Nesi, Tapi sekarang Nesi menghilang karna sudah tidak mencintaiku lagi"
"Iya..... Perempuan itu telah merebut kamu dariku dan sekarang membuatmu melupakan aku, perempuan jahat. Ceraikan saja dia itu lebih baik, dan menikahlah denganku" Sely mulai menghasut fikiran Ferdi.
Ferdi sedikit mengerutkan keningnya, merasa apa yang di ceritakan oleh Sely ada benarnya juga.
Sely mengambil dompetnya dan menunjukkan sebuah foto ketika mereka masih bersama.
"Ini....." Ferdi nampak tertegun dan melihat foto tersebut. Di dalam foto itu memang terpampang dirinya dan Sely duduk bersama sembari tertawa lebar.
"Kita saling mencintai...... Apa kamu percaya padaku?" Sely sedikit memohon kepada Ferdi.
"Ya...... Aku percaya padamu" Begitu mudah Ferdi mempercayai ucapan Sely.
"Ceraikanlah Nesi, lagi pula dia sudah mengajukan perceraian atas dirimu Fer......" Sely merasa senang, setidaknya rencana awalnya berhasil.
Ferdi mengangguk dan kemudian berlalu pergi.
Sely mengambil ponselnya dan mengetik nama Kenzi di sana.
"Halo......" Terdengar suara Kenzi di ponsel.
"Terimakasih Ken, kamu sudah membantuku memanipulasi foto ini, dengan ini Ferdi yang amnesia akan percayaiku. Kerjamu sungguh bagus, bisa mendapatkan foto masa remaja Ferdi dan fotoku. Ini sangatlah sempurna" Sely tersenyum licik.......
Visual Sely.
Visual Ferdi.
Maaf ya kakak-kakak.......
pinjem fotonya.....😁😁🙏🙏
......................
Takeshi melihat raut muka Nesi yang sedikit berubah setelah menerima telfon dari seseorang.
"Siapa???" Takeshi nampak ingin tahu.
__ADS_1
"Pengadilan....." Nesi menjawab dengan sedikit sendu.
Entahlah, Nesi begitu bingung harus senang atau malahan sedih. Mungkin saat kemarin-kemarin Nesi akan sangat senang ketika menerima kabar itu, tapi sekarang tidak terlalu. Mengingat di dalam perutnya sudah ada benih Ferdi yang berkembang disana.
"Apa katanya?" Takeshi bertanya lagi.
"Pengadilan sudah meloloskan gugatan ceraiku kepada mas Ferdi, karna sekarang dia yang telah menceraikan aku" Nesi menjawab dengan datar.
Takeshi yang mendengar kabar itu merasa sangat senang dan langsung memeluk Nesi dengan girangnya.
Nesi merasa aneh dan memanggil Takeshi agar segera sadar dengan apa yang ia lakukan. Takeshi yang kaget dengan panggilan Nesi segera berhenti dan membenahi sikapnya yang berlebihan.
"Gomen..... Gomen nasai....." (Maaf..... maafkan saya) ucap Takeshi dengan sedikit malu. Kemudian ia segera berjalan dan masuk ke dalam kamarnya.
Nesi tersenyum, lucu melihat tingkah Takeshi tadi.
Nesi menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar.
"Sudahlah..... Kita lepaskan semua yang mungkin memang bukan untuk kita....... Kita mulai saja kehidupan yang baru....." Batin Nesi kepada bayi yang ada di perutnya.
Ada banyak beban yang seolah terlepas dari pundaknya.
Sedangkan di dalam kamar Takeshi nampak girang dan menari-nari di kamarnya, entah kenapa ia sangat bahagia mendengar kabar itu. Setidaknya Takeshi punya harapan untuk mendapatkan Nesi.
......................
"FERDI...... APA BENAR KAMU SUDAH MENCERAIKAN NESI......???" Bu Anna langsung menodong Ferdi dengan pertanyaan.
"Iya mah...... Untuk apa aku punya istri yang pada akhirnya meninggalkan aku di saat aku membutihkannya"
Bu Anna nampak kesal dengan sikap Ferdi yang cuek.
"Bukankah mama juga menginginkan ini......???" ucap Ferdi sembari melangkah ke meja makan.
"Iya..... Tapi itu semua karna kesalahan kamu Fer...... Apa kamu tidak ingin memperbaiki itu?" bu Anna nampak geram.
"Sudahlah ma...... Selain nama NESI Ferdi tak ingat apapun tentang dia, bahkan melihat fotonya di buku nikahpun terasa asing bagi Ferdi. Ferdi ingin memulai kehidupan Ferdi yang baru mah......" Ferdi menjawabnya dengan sedikit malas, bu Anna hanya bisa pasrah dan memilih untuk tidak banyak berkomentar.
Setelah selesai makan malam, bu Anna memutuskan untuk menelfon Nesi.
TUUTTT TTUUUTTTT
"Halo mah......" ucap Nesi di telfon.
"Apa benar yang mama dengar tentang kamu dan Ferdi?" Bu Anna terisak.
"Benar mah..... Nesi baik-baik saja kok..... bagaimana dengan mas Ferdi?"
"Mungkin itu yang terbaik buat kalian, Ini semua karna Ferdi mengalami amnesia Nes......" Jelas bu Anna.
__ADS_1
"APPAAAA......????" Nesi begitu kaget dengan penjelasan bu Anna.
"Apa kamu belum tau jika Ferdi kecelakaan dan mengalami benturan yang cukup keras sekitar sebulan yang lalu......"
"Tidak mah..... Nesi benar-benar tidak tau mah..... Sekarang mas Ferdi bagaimana?" Nesi sedikit cemas.
"Dia sudah lebih baik, Tapi dia melupakan semuanya, Termasuk kamu......." Bu Anna menurunkan intonasi bicaranya.
Nesi hanya diam.
"Kamu sudah seperti orang asing bagi Ferdi, bahkan nak Kenzipun ia lupa"
"Apa Kenzi menjenguk?"
"Iya......"
......................
Adiz.Ck
Maaf ya para readers......
Author hanya penulis amatir yang belum berpengalaman.
Dan Karya author masih jauh dari kata sempurna.
Author tidak bisa memuaskan setiap pembaca, tapi author sudah berusaha sekuat kemampuan author untuk menulis ini.
Jadi author harap maklum dari kalian semua jika karya author tidak memuaskan.
Jika kalian suka silahkan lanjut baca, dan yang tidak suka boleh pindah ke novel lain yang lebih bagus.😔😔
Author juga manusia biasa yang kadang terlalu baper menanggapi komentar para readers yang merasa kecewa dengan karya saya.
Makasih buat kalian yang sudah mau bertahan dan setia membaca novel saya, Semoga Tuhan kalian (Kan nggak semuanya islam) senantiasa menyayangi kita semua. Amin.
__ADS_1
😊😊😊