ISTRI YANG TAK DICINTAI

ISTRI YANG TAK DICINTAI
eps 58 (ending...)


__ADS_3

Nesi duduk di tepian kasur, di hadapannya ada sebuah dinding cermin, ia bisa menatap dirinya dari balik cermin. Senyum tipis ia sunggingkan.


Takeshi yang sedang melepaskan aksesorisnya memandang Nesi dari cermin dan ikut tersenyum. Nesipun menyadarinya.


Ia balas menatap Takeshi yang kemudian mengalihkan pandanganya dengan senyuman yang masih mengembang.


"Terimakasih sudah menjadikan aku sebagai pengantinmu....." ucap Nesi sungguh-sungguh.


"Terimakasih juga kamu mau menjadi pengantinku yang cantik" Balas Takeshi sembari menatap Nesi kian dalam. Nesipun tersipu dan mengalihkan pandangannya.


"Mandilah dulu, Kau pasti lelah setelah seharian harus menemaniku berdiri di pelaminan" ucapnya sembari mendekat ke arah Nesi.


"Sini ku bantu melepas semuanya" ucap Takeshi. Sontak saja perkataan Takeshi membuat muka Nesi kian memerah. Takeshi yang menyadarinya langsung terkekeh.


"Aku hanya bercanda......" jelasnya kemudian, lalu ia berjongkok dan mencari kaki Nesi yang tersembunyi di balik gaun panjangnya. Lalu dengan sedikit usaha Takeshi membantu melepaskan high hils yang Nesi kenakan.


Nesi tertawa ringan ketika melihat Takeshi sedikit kesusahan untuk membuka hils itu.


"Terimakasih" ucapnya kemudian.


Takeshi mengangguk dengan senyum manisnya, lalu ia bangkit dari jongkoknya dan beralih ke balik punggung Nesi untuk melepaskan tali gaun. Nesipun tidak menolak meski hatinya berdegup tak karuan.


"Selanjutnya bisa sendiri kan?" ucap Takeshi ketika ia sudah berhasil melepas tali gaunnya. Namun Nesi seakan tak bergeming dan Takeshipun memanggilnya.


"Nesi-chan....."


Nesi tersadar dari lamunanya dan sedikit kaget yang membuatnya sedikit tergagap.


"Ii..... Iya..... Kenapa?" Tanya Nesi.


"Selanjutnya kamu bisa buka gaun sendiri kan? Aku akan menunggumu selesai mandi" jelasnya sembari terkekeh melihat tingkah Nesi.

__ADS_1


Nesi ikut terkekeh dan kemudian Takeshi keluar dari kamarnya.


"Aduh Nesi...... Kenapa kamu sebodoh itu.... Jangan terlalu grogi gitu, kamu kan sudah pernah menikah, harusnya bisa mengendalikan rasa yang seperti itu" Nesi mengutuk dirinya sembari membuka gaun panjangnya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sedangkan Takeshi yang keluar dari kamar segera masuk ke mini bar dan membuat 2 cangkir kopi lalu kembali ke kamarnya.


Ia meletakkan kopi di meja kamar. Takeshi sedikit melirik gaun yang baru saja Nesi kenakan, sudah tergantung dengan hanger.


Takeshi mendekati gaun itu sembari tersenyum membayangkan itu adalah Nesi. Ia merabanya dan kemudian mulai memeluk gaun itu, ia mulai berimajinasi dengan Nesi yang masih mengenakan gaun itu. Takeshi mulai mencium leher Nesi dan naik ke arah mukanya.


GLEK......


Takeshi sangat kaget ketika melihat Nesi keluar dari kamar mandi dan sempat memergokinya yang bertingkah aneh.


Takeshi nampak salah tingakah dan langsung membetulkan posisi berdirinya.


"Ka ka kamu sudah selesai ya..... Aa aaku Aku akan mandi juga......" Ujar Takeshi dengan bahasa yang belepotan.


"Bodoh......" umpatnya pelan sembari terkekeh.


Sama halnya dengan Nesi yang juga merasa lucu dengan tingkah Takeshi barusan.


"Apa yang sebenarnya ia bayangkan?" Nesi bertanya-tanya dalam hatinya.


Tak butuh waktu lama untuk Takeshi menyelesaikan mandinya. Saat Takeshi keluar, Nesi sudah rapih dengan piyama tidurnya.


"Apakah ini kopi untukku?" Tanya Nesi sembari melihat ke arah Takeshi.


Takeshi mengangguk sembari mengeringkan rambutnya.


Kemudian keduanya duduk bersama sembari menikmati kopi yang sudah tak berasap lagi.

__ADS_1


''Tidurlah!!!! masih ada cara untuk esok'' Titah Takeshi.


Nesipun menurut dan melangkah ke ranjang dan membaringkan tubuhnya. Ia tidur menghadap ke arah Takeshi yang masih terjaga di sofa.


"Apa kau melupakan sesuatu???'' Tanya Nesi mengingtkan.


Takeshi tersenyum.


"Tidak....!!!!! Bahkan aku selalu menginginkan itu bersamamu. Tapi tidak sekarang. Aku tau mood kamu lagi tidak baik tentang hal tadi" Raut muka Takeshi langsung berubah. Namun sedetik kemudian ia tersenyum.


"Tidurlah.....!!!" pintanya.


Nesipun mengangguk dan memejamkan matanya perlahan.


Sedangkan Takeshi hanya terdiam sembari menikmati kopi yang belum ia habiskan. Pandanganya tertuju kepada Nesi yang sudah resmi terlelap.


"Aku mencintaimu Nes......." Bisiknya pelan. Lalu ia melangkah mendekati Nesi yang sudah berbaring lebih awal.


Takeshi mengelus rambut ikal Nesi dengan penuh cinta.


"Penantian panjangku akhirnya tak sia-sia...... Aku bisa meraihmu....." Bisiknya.


Ia mendekatkan mukanya pada muka Nesi. Wangi sabun langsung tercium dari tubuh Nesi yang tersembunyi di balik selimut.


Matanya fokus pada bibir Nesi yang terlihat sangat ranum, ingin rasanya Takeshi ******* bibir itu. Takeshi sudah mendekatkan bibirnya dengan bibir Nesi, bahkan jarak mereka sudah sangat dekat. Tinggal berapa centi saja. Namun ia mengurungkan niatnya dan memilih mendaratkan bibirnya pada kening Nesi.


Kemudian ia terlelap di samping Nesi yang telah resmi menjadi istrinya.


......................


Adiz.Ck

__ADS_1


__ADS_2