ISTRI YANG TAK DICINTAI

ISTRI YANG TAK DICINTAI
eps 24


__ADS_3

Ferdi tengah mengetik beberapa dokumen ketika seseorang mengantarkan surat kepadanya.


Ferdi nampak sedikit curiga dengan surat itu dan segera membukanya.


DEG.....


Jantung Ferdi berdetak kencang membaca isi surat itu.


Ya.... surat gugatan cerai dari Nesi.


"Beraninya dia melakukan ini...." umpat Ferdi dalam hati dan meremas surat itu kemudian membuangnya.


"Aku tidak akan melepaskanmu Nesi..." bisiknya.


Ferdi nampak sedikit tidak fokus dengan pekerjaannya. Dia merasa telah dicampakan oleh Nesi.


"Wanita bodoh..... bukankah aku sudah berniat untuk memberikan hatimu padamu Nes.... Tapi kamu malah mengabaikan aku. Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja" ucap Ferdi dalam hati.


"Pak Ferdi..... anda di panggil CEO...." seseorang nampak membuyarkan lamunan Ferdi.


"Baiklah....." jawabnya. Kemudian Ferdi langsung merapikan beberapa dokumen untuk di serahkan kepada CEO. Dan setelah di rasa cukup dia menuju ke ruangan CEO yang berada di lantai atas.


Ferdi memencet bel ruangan dan kemudian seorang security membukakan pintu untuk Ferdi.


"Permisi pak....." Ferdi nampak canggung dengan Kenzi tapi ia berusaha untuk tenang menghadapinya.


Ferdi menjelaskan beberapa dokumen yang ia bawa.


Setelah selesai Ferdi nampak akan meninggalkan ruangan Kenzi.


"Pak Ferdi.... saya mohon kerjasamanya..... Saya harus memberhentikan bapak dari perusahaan ini"


...DEEG.......


Hati Ferdi bagaikan di sambar petir di siang bolong. Ferdi nampak kaget, meski dia telah tau ini akan terjadi.


"Apa....??" Ferdi membalikkan badannya dan menatap Kenzi.


"Benar.... saya telah memecat anda pak Ferdi, jadi saya harap ini hari terakhir anda berada di perusahaan saya. Kemasi semua dokumen anda! uang pesangon akan saya transfer ke rekening anda"


Kenzi nampak berkata dengan tenang dan penuh wibawa.


Sedangkan Ferdi nampak syok dan amarahnya mulai memuncak.


Dengan kasar Ferdi keluar dari ruangan itu dan membanting pintunya dengan keras.


"Sial**..... ini semua pasti gara-gara Nesi..... Dia telah merencanakan ini semua. Aku harus memberinya pelajaran kali ini...."


Ferdi terus membatin dan segera membereskan semua dokumennya.

__ADS_1


Ferdi masih di sulut emosi ketika dia melajukan mobilnya.


AAARRRGGGHHHH


"BEDEBAH KAMU NESI...... KAMU HARUS TAU BERHADAPAN DENGAN SIAPA...." Ferdi terus mengumpat dalam hatinya.


Berkali-kali ia memukul pegangan setir dengan kasar. Mengutuk Nesi dengan kata-katanya.


CCIIITTTT


Ferdi menginjak rem dengan kasar. Ia melihat seorang wanita yang tengah hamil besar tengah berjalan pelan tepat di depan mobilnya. Hampir saja Ferdi menabrak wanita itu.


DEG....


Pikiran Ferdi teralihkan kepada Vika yang tengah hamil.


Setidaknya masih ada Vika dan calon bayinya. Ferdi segera melajukan mobilnya ke arah apartemen Vika.


Ada rasa senang dan bahagia ketika Ferdi mengelus perut Vika yang mulai membuncit. Seperti ada yang berdetak disana.


Setelah hampir satu jam berkutat dengan jalan yang macet. Sampailah Ferdi di apartemennya.


Dengan penuh harapan Ferdi masuk ke apartemen begitu saja.


"Sayang....." Panggilnya. Sambil membuka pintu kamar.


"HEY..... BR*NGS*K..... APA YANG KAMU LAKUKAN KEPADA ISTRIKU...."


Ferdi yang semula merasa senang langsung naik pitam kembali ketika melihat Vika tengah ber entup-entup ria dengan lelaki lain di kamarnya.


Lelaki itu menghentikan aksinya. Sedangkan Vika yang merasa kaget segera merubah posisi tidurnya dan menutupi tubuhnya yang telanjang.


Ferdi segera menghantamkan pukulannya ke muka lelaki itu. Dan lelaki itu nampak tersungkur. Namun dengan segera ia bangkit tanpa merasa kesakitan yang berarti.


Lelaki itu dengan santainya malah memungut celana boxer di ujung ranjang dan mengenakan.


"Kamu bilang dia istrimu.....??? Sebelum kalian menikah, Dia itu istriku.... kekasihku yang paling aku cintai" ucap lelaki itu dengan senyum sinis yang tersungging di sudut kiri bibirnya.


"VIKA..... JELASKAN SEMUA YANG TERJADI!!!!" Ucap Ferdi dengan emosi yang masih membara.


Vika nampak masih malu karna Ferdi telah melihatnya melakukan hubungan b*d*n dengan orang lain.


"Ya Ferdi..... aku telah menipumu...."


Ferdi nampak jijik mendengar ucapan Vika.


"TAPI YANG KAMU KANDUNG ITU ANAKKU KAN???....." Ferdi nampak khawatir dan geram, lalu dengan kasar Ferdi menyibak selimut yang menutupi tubuh Vika.


Terpampang nyata disana, tubuh Vika yang mulus bak tak ada sedikitpun cacat.

__ADS_1


Namun Ferdi memfokuskan pandangannya ke arah perut Vika yang sudah rata.


"KEMANA ANAKKU VIK...." Ferdi nampak terkejut melihat perut Vika yang sudah rata.


Vika mendengus sambil menarik selimutnya kembali.


"Kamu sudah mengabaikan aku hampir 1 bulan ini. Jadi aku gugurkan saja anak itu" jawab Vika ringan.


"TEGA KAMU YA VIK.... IBU MACAM APA KAMU" Mata Ferdi meremang membayangkan anaknya yang telah tiada. badannya lemas dan tersungkur ke lantai.


Sedetik kemudian tubuh Ferdi bergetar, terdengar isakan Ferdi.


Ferdi sangat menyayangkan tindakan Vika yang ceroboh itu.


"VIKA..... BANG**T KAMU.....!!!!" Ferdi nampak bangkit dari duduknya dan dengan beringas menampar Vika berkali-kali.


Vika mengaduh kesakitan. Dan lelaki yang berdiri di belakang Ferdi segera menyergap Ferdi dan meninjunya beberapa kali, Ferdi nampak menerima tinjuan itu tanpa melawan.


Pukulan dari lelaki tinggi itu masih kalah sakit dengan apa yang di alaminya selama sehari itu.


"Makanya jadi suami itu yang becus.... aku nikah sama kamu kan karna kamu kaya. Tapi ternyata sekarang kamu punya apa....." Vika berkata dengan ejekannya yang pedas.


"Sudahlah sayang.... habisi dia, lalu lemparkan dia ke jalanan. Biarkan dia jadi gembel" ucap Vika sambil tertawa senang.


Kemudian lelaki itu memukul Ferdi berkali-kali sampai Ferdi nampak bonyok dengan bekas tonjokan dimana-mana.


Setelah itu leleki itu melemparkan Ferdi ke luar apartemen.


Ferdi pasrah tanpa melawan.


Rasa sesal, kecewa, marah dan Sedih. Semua bercampur jadi satu.


Membuat Ferdi nampak linglung dan tak tau arah.


Ferdi terus saja berjalan tanpa tau tujuan. Bahkan Vika mengambil semua miliknya. Termasuk mobil yang Ferdi gunakan saat itu.


Tatapan yang kosong penuh kekecewaan. Itulah yang terlihat dari mukanya.


"Antarkan lelaki itu ke jalan XYY no.15" ucap seorang lelaki dengan pakaian rapih dan modis.


Ia nampak menunjuk sosok Ferdi yang berjalan lunglai


......................


Sorry ya reader..... belum bisa up banyak. author punya kesibukan yang bertambah saat hari libur.... 😅😅


Mohon bersabar dan semoga selalu bersabar menunggu up nya.


love you reader..... jangan lupa vote nya ya......!!!! like n komen juga...."" 😘😘

__ADS_1


__ADS_2