
Sore itu Nesi yang sudah rapi dengan kopernya segera memesan taxi online.
"Selamat tinggal rumahku yang tanpa cinta...." Batin Nesi sembari memandang setiap sudut rumah.
Lalu perlahan Nesi melangkahkan kakinya dan menuju ke teras depan.
TTIIITTT TTIIITTT
Tak sampai 10 menit, Taxi yang di pesan Nesi sudah tiba di depan rumah Nesi.
Dengan sedikit berat Nesi melangkah keluar rumah.
Ia memang sudah membulatkan pikirannya untuk pergi dan mungkin akan memulai kehidupan yang baru di jepang.
Perasaan ragu yang semula masih menyelimuti hatinya kian menghilang. Ia bahkan sudah tidak peduli dengan setatusnya yang masih menggantung.
"Jalan pak.... Ke bandara" ucap Nesi sembari menutup pintu taxi.
"Baik bu....." jawab supir itu, dan mobil mulai melaju dengan kecepatan sedang.
Nesi tak mempedulikan apapun, pikirannya masih kacau. Tak tau apa keputusan yang di ambil itu tepat atau tidak. Ia masih gundah sebenarnya.
"Jika kamu tidak menolak perceraian itu harunya semuanya akan lebih mudah mas......" Batin Nesi dalam diamnya.
Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam sampailah Nesi di bandara dan ia melihat Kenzi berdiri bersama dengan Takeshi disana.
"Nesi....." Kenzi nampak bingung dengan kedatangan Nesi yang membawa beberapa koper besar.
Sedangkan Takeshi nampak tersenyum bahagia melihat kedatangan Nesi.
"Kamu memikirkannya dengan baik" puji Takeshi. Nesi hanya membalasnya dengan senyuman.
"Kamu mau kemana Nes???" Kenzi nampak masih bingung dengan kedatangan Nesi di bandara.
"Aku ada pekerjaan di jepang, jadi aku akan kesana bersama dengan Mr" Jawab Nesi mencoba menjelaskan.
Kenzi nampak menggelengkan kepala.
"Apa kamu yakin......??? Kehidupan disana keras loh Nes, penuh resiko" Kenzi seolah ingin mencegah kepergian Nesi dengan cara yang halus.
Nesi terkekeh pelan.
"Aku sudah pernah tinggal disana Ken....." Nesi mencoba mengingatkan Kenzi.
"Apa kamu akan lama tinggal disana?"
"Entahlah Ken.... Aku butuh menenangkan pikiranku dulu....." Nada bicara Nesi seketika berubah.
Tak lama berselang, pemberitahuan keberangkatan ke jepangpun di kumandangkan.
__ADS_1
Nesi dan Takeshi bergegas pergi ke terminal keberangkatan.
Kenzi terus memandang punggung Nesi yang kian menjauh darinya. Ada rasa sedih dan kehilangan.
"Andai saja aku bisa memilikimu Nes..... Akan ku genggam erat tanganmu, dan tak membiarkanmu pergi" Batin Kenzi dengan murung.
"Kenzi....."
Kenzi yang mendengar namanya di sebut segera membalikkan badannya.
Tampak seorang perempuan dengan rambut lurus panjang nan hitam berdiri tepat di belakang Kenzi.
Kenzi sedikit memutar memorinya.
"Sely...." Rupanya Kenzi mengingat sosok perempuan yang berdiri di hadapannya.
Lalu mereka saling berjabat tangan dan tertawa lepas. Mereka memang saling mengenal sejak SMA. Namun karna pendidikan yang harus Kenzi tempuh di luar negri, mereka harus berpisah.
Sely, perempuan yang dulu sangat menyukai Kenzi bahkan pernah menyatakan cinta kepada Kenzi namun ia tolak karna ia benar-benar malas untuk punya hubungan dengan seorang wanita manapun kala itu.
Setelah saling mengobrol dengan posisi berdiri akhirnya mereka memutuskan untuk sekedar menikmati kopi dan saling mengobrol bersama.
Sely memang perempuan yang cantik. Badannya yang tinggi, langsing dan putih, sukses mengantarkannya menjadi model ternama.
Ia baru saja pulang dari pemotretan di amerika, sebuah perusahaan fashion brandad telah mengontrak Sely untuk menjadi model dalam usaha mempromosikan produknya.
Keduanya hanyut dalam obrolan yang sangat kental dengan memori masa SMA.
......................
Ferdi yang baru saja sampai rumah setelah berkunjung ke rumah orang tuanya seketika langsung bergegas ke kamar Nesi. Tapi yang di cari tak nampak disana.
Matanya tertuju pada berkas-berkas di meja kerja Nesi yang terlihat sedikit berantakan. Ferdi menghampiri meja itu dan mengeceknya. Ia menyadari sesuatu.
Kemudian dengan gugup Ferdi membuka lemari pakaian dan tak ada sebuah bajupun disana. Ferdipun semakin kalap membuka lemari satu persatu. Mukanya memerah seketika.
"NESI......." Teriak Ferdi lantang.
Sepertinya Ferdi telah menyadari jika Nesi telah pergi. Dengan secepat kilat ia berlari keluar dan segera melaju dengan mobilnya.
Ferdi menyetir begitu kencang, berbagai fikiran berkecamuk dalam pikirannya.
Dari arah berlawanan nampak sebuah truk yang menyalip dan menabrak Mobil Ferdi dengan kencang.
CCCIIIITTTTT
BBRRAAAKKKK
__ADS_1
Tabrakanpun tak bisa terelakkan. Ferdi seketika pingsan, darah mengalir deras dari kepalanya yang terbentur keras.
......................
Bu Anna yang mendengar kecelakaan Ferdi langsung syok dan seketika pergi ke jakarta menyusul Ferdi.
Sesampainya di rumah sakit bu Anna bergegas menemui Ferdi yang sudah selesai penanganan.
Bu Anna menangis pilu menatap anaknya yang sedang terbujur di ranjang rumah sakit dengan perban yang memlilit kepala dan tangannya.
"Dengan keluarga pasien?" Tanya seorang dokter.
"Saya ibu dan ayah Ferdi pak, bagaimana keadaan anak saya pak?"
"Kami sudah melakukan yang terbaik bu, semoga saja tuhan memberikan kesembuhan yang terbaik juga buat anak ibu dan bapak"
"Pak Ferdi mengalami kecelakaan yang cukup serius bu, bagian kepalanya terbentur cukup keras, kami sudah berusaha untuk mengatasinya. Semoga saja pak Ferdi cukup kuat, atau kalau tidak......." Dokter itu nampak menggangtungkan kata-katanya.
Bu Anna dan pak Yongki menatap penuh tanya.
"Bapak Ferdi bisa mengalami amnesia"
Penjelasan dari sang dokter membuat air mata bu Anna mengalir deras dan segera memeluk pak Yongki yang berdiri di belakang bu Anna.
"Semoga bapak dan ibu kuat menghadapi ini..... saya permisi dulu"
Dokterpun meninggalkan keluarga kecil itu.
"Ferdi..... " Rintih bu Anna sembari menghampiri ranjang Ferdi.
Tangisnya kian pecah disana. Pak Yongki yang terlihat lebih tegarpun ikut menitikkan air matanya.
......................
Adiz.Ck.
Maaf jika novel saya kurang memuskan kalian, semoga kalian tidak bosan.
love you love love semua.....
jangan lupa untuk vote yah.....
__ADS_1
😘😘😘😘