
Nesi yang kaget karna bentakan wanita itu segera menoleh ke kanan kiri untuk mengetahui jika memang tak ada wanita lain yang di maksud.
"Yuna-san....... Apa maksud kamu??" Tanya Nesi.
"Kamu..... Wanita jalang yang telah merebut pasanganku....." Yuna nampak penuh emosi dan menghampiri Nesi dengan langkah yang lebar.
Dengan kasarnya Yuna menarik rambut Nesi kemudian membenturkannya di rak supermarket. Nesi yang kesakitan langsung memegangi kepalanya yang terbentur.
"Aku membencimu.... Dasar wanita jalang tak tau di untung, Sihir apa yang kamu gunakan untuk menaklukkan hati Takeshi hah?????" Yuna masih saja memaki Nesi dengan kasar.
Nesi yang kesakitan tak mampu berbuat apa-apa.
"YUNA-SAN......" Takeshi yang melihat Yuna dan Nesi yang sedang terduduk di lantai segera menghampiri mereka dengan tergesa.
"Nesi-chan...... Are you ok?" Takeshi menurunkan Chio yang sedang ia gendong, kemudian memeriksa tubuh Nesi. Ada luka di pelipis kirinya.
"I'm Ok mister......" Jawab Nesi.
Takeshi kemudian mengambil ponsel dan menghubungi seseorang untuk segera datang.
Yuna yang masih berdiri di situ menyaksikan betapa Takeshi begitu memperhatikan Nesi dan peduli padanya, iapun melegos. Merasa risih dengan pemandangan di depannya.
"Mr.Takeshi..... Harusnya kamu tau jika wanita itu hanya bisa menyusahkanmu saja, wanita lemah" Ejek Yuna.
PLAK......
Takeshi yang sedang berjongkok sembari memperhatikan Nesi, segera bangkit dan mendaratkan tamparan di pipi Yuna setelah mendengar kata-kata Yuna yang merendahkan Nesi.
AAUUU
Pekik Yuna, seketika pipinya memerah.
"Kamu perempuan baik dan terpelajar, tapi kata-katamu sama sekali tidak mencerminkan itu......" Bentak Takeshi.
Ryu datang dengan tergopoh-gopoh karna perintah atasannya.
__ADS_1
"Ada apa mister???" Tanya Ryu yang belum tau duduk permasalahannya.
"Urus tentang penganiayaan Yuna kepada Nesi, minta rekaman cctv kepada pihak mall"
Yuna langsung terperangah mendengar ucapan Takeshi.
"Takeshi..... Apa kamu tega melakukan itu padaku?" Yuna merengek sembari memegangi lengan Takeshi. Namun Takeshi segera melepaskan tangan Yuna.
"Lakukan saja Ryu.... Aku mau wanita ini kapok telah mengganggu Nesi" Takeshi masih kekeuh dengan pendiriannya.
Takeshi menuntun Nesi untuk bangkit dan membopong IChio kemudian berlalu pergi.
Nesi sedikit kasihan dengan Yuna yang menangis.
"Mister.... Maafkanlah dia. Aku mohon....." Nesi mempererat genggaman tangannya.
Takeshi melihat ketulusan di hati Nesi, dan ia tak mau mengecewakannya.
Takeshi melepas tuntunan tangan Nesi kemudian mengambil ponselnya.
"Lupakan Yuna, biarkan dia pergi. Urus saja belanjaan Nesi, bawa pulang ke rumah" Kemudian dengan cepat Takeshi mematikan ponselnya dan memasukannya lagi ke saku celana.
Ryu menyampaikan pesan itu kepada Yuna, Yuna yang sangat senang segera berteriak.
"Mister..... Terimakasih atas kebaikanmu....." sembari menatap punggung Takeshi dan Nesi yang kemudian menghilang di balik rak supermarket.
Takeshi langsung gugup mengambil kotak P3K ketika mereka sampai di rumah.
"Untuk apa? Aku baik-baik saja kok" Tanya Nesi, saat Takeshi duduk di sebelah Nesi sembari membuka kotak P3K tersebut.
"Diamlah....." Perintahnya. Lalu dengan cekatan Takeshi membersihkan darah yang sudah sedikit mengering di pelipis Nesi kemudian memberikan obat dan menutupnya dengan perban.
"Okaa-chan terluka...... Pasti sakit....." Chio nampak paham dengan luka Nesi karna sedari tadi memperhatikan Nesi.
"Tidak sayang ...... Okaa-chan baik-baik saja...." Nesi membelai rambut anaknya itu dengan lembut.
__ADS_1
"it's ok..... Okaa-chan sudah baik-baik saja......" ucap Takeshi sedikit menepis fikiran khawatir di hati Chio, kemudian dengan penuh cinta Takeshi mengangkat Chio dan mendudukan ia di pangkuannya.
Tak lama berselang Ryu datang dengan belanjaan yang tadi Nesi pilih.
"Kita undang juru masak saja yah,,,, kepalamu kan masih sakit" ujar Takeshi.
"Jangan Mister...... Untuk apa aku belajar masak selama ini, aku akan memasaknya sendiri, walaupun nanti masakannya nggak enak....." Nesi terkekeh.
"Baiklah. .... Aku akan membantumu" ucap Takeshi bersemangat.
"Chio..... Kamu sama oji-san dulu yah......." ucap Takeshi sembari menyuruh Chio menghampiri Ryu.
Nesi memang tak memakai jasa suster untuk membantu mengasuh Chio, menurutnya akan lebih baik jika ia mengasuh chio sendiri.
Ryu begitu girang saat di suruh untuk bermain dengan Chio, oleh karena itu ia sangat bersemangat. Ryu membawa Chio ke ruang bermain.
Nesi dan Takeshi tersenyum senang melihat keakuran Ryu dan Chio.
Kemudian Nesi dan Takeshi mulai berkutat di dapur mengingat hari sudah mulai beranjak sore.
Takeshi sangat senang menikmati hari dengan Nesi, sesekali Takeshi malah melamun dan memandang Nesi lekat-lekat.
5 tahun bersama Nesi dan bisa menatapnya tiap hari, tidak juga membuat Takeshi puas, ia ingin semakin lama dan semakin lama untuk bersamanya. Bahkan takeshi tak pernah bosan juga untuk menatap Nesi meski mereka berjumpa setiap hari.
"Nesi-chan....." ucap Takeshi dengan serius.
Nesi yang sedang asyik dengan bumbu masak sedikit bingung dengan ekspresi Takeshi yang serius.
"Menikahlah denganku......"
......................
Adiz.Ck
__ADS_1
😉