ISTRI YANG TAK DICINTAI

ISTRI YANG TAK DICINTAI
eps 52 (ending..)


__ADS_3

"Hari ini aku harus mengajakmu untuk menemui weeding organiser, untuk mengkonsep pernikahan kita" ucap Takeshi ketika mereka keluar dari bandara.


"oohhh" Jawab Nesi singkat tanpa menoleh. Hal itu membuat Takeshi sedikit bingung dan melihat ke arah Nesi yang tidak berekspresi. Kemudian Takeshi menepikan mobilnya, tentu saja Nesi berontak.


"Loh loh..... Katanya mau janjian sama WO, kenapa malah berhenti disini?" Tanya Nesi tanpa curiga, pandangannya beralih memperhatikan Takeshi yang tiba-tiba juga sedang memasang wajah untuk memperhatikan Nesi dengan tanggannya yang bersandar di atas setir.


Nesi merasa aneh karna Takeshi memperhatikannya dengan tatapan yang mencurigakan. Nesi memandangi dirinya, takut ada sesuatu yang aneh pada penampilannya.


"Ada apa sih ini.....? Apa ada yang aneh denganku?" Tanya Nesi dengan polosnya.


"Iya... Tentu saja, kamu sangat aneh, Kenapa saat aku membicarakan weeding, reaksi kamu datar saja, bahkan hanya menjawab OH...." Takeshi berkata dengan sedikit kesal.


Nesi tertawa ketika tau apa alasan Takeshi menepikan mobilnya.


"Aku emang sengaja melakukan itu,,, aku pengen tau, sebenarnya kamu bisa marah nggak, gitu..."Jelas Nesi sembari terus tertawa.


Takeshi yang merasa sudah di kerjai segera bangkit dan mencubit pipi Nesi dengan gemas. Nesi tak bisa berontak karna tangannya menyangga tubuh Chio yang sudah terlelap.


"Kamu itu ya,,,,,,, Bisa-bisanya kamu mengerjai aku seperti ini" ucap Takeshi sembari menahan tawanya.


Nesi yang kesakitan dengan cubitan Takeshi segera berhenti dari tawanya.


"IIIhhh sakit tau......Ternyata kamu bisa marah juga ya...??" ucap Nesi sembari memonyongkan bibirnya dan tangannya mengelus pipi yang terasa sedikit sakit.


"Mana coba ku lihat....." ucap Takeshi sembari menyingkirkan tangan Nesi dari pipinya, Namun ternyata fokus pandangan Takeshi beralih ke arah mata Nesi, dan keduanya saling bertemu pandang penuh kehangatan.


Takeshi mulai membayangkan betapa ranum bibir Nesi yang terlihat sangat manis dengan senyumannya. Takeshi sudah berusaha untuk mengendalikan dirinya, namun ketika melihat Nesi juga diam dan memandangnya cukup dalam Takeshi kembali bergelora dan ingin segera ******* bibir Nesi.


Nesipun sama, ia yang begitu merindukan belaian lelaki, merasa sangat tergoda dengan pandangan Takeshi yang terlihat begitu hangat. Ia mulai memejamkan matanya ketika melihat Takeshi memejamkan mata. Ia sangat ingin merasakan manisnya bibir Takeshi meski hati memberontak untuk tidak melakukan itu.

__ADS_1


DDDDRRRRTTTT DDRRRRTTTT


Suara ponsel Takeshi tiba-tiba berdering keras, Keduanya merasa kaget dan sadar apa yang sedang terjadi di antara keduanya. Takeshi yang kaget sepontan bangun dan kepalanya membentur atap mobil. Nesi terkekeh melihat tingkah Takeshi yang baginya lucu.


Dengan cepat Takeshi meraih ponselnya dan mengangkat telfon itu yang ternyata dari pihak WO yang ingin bertemu dengan Nesi dan juga Takeshi untuk membicarakan acara yang sedang mereka persiapkan.


Nesi hanya menyimak ucapan dari Takeshi dan memilih diam tanpa mengucapkan sepatah katapun. Takeshi langsung melajukan mobilnya yang semula berhenti di tepian jalan.


Mobil terasa sangat hening, karna Takeshi dan juga Nesi memilih untuk diam dan tak mengobrol. Keduanya masih canggung untuk bercakap setelah kejadian tadi.


"Ma.... maafkan aku, tadi aku hampir bertindak sedikit lancang padamu......" ucap Takeshi kemudian.


Nesi hanya tersenyum dengan manis tanpa menoleh ke arah Takeshi. Takeshipun memilih diam ketika ia mengetahui Nesi tersenyum, ia pun sedikit tenang. Setidaknya Nesi tidak marah karna tindakannya tadi.


"Kita sampai......" Takeshi berkata sembari memarkirkan mobilnya.


Takeshi pun menyerahkan kunci mobil kepada petugas untuk mengurusnya. Lalu masuk ke dalam lobi, Nesi mengikuti Takeshi di belakangnya.


Ketika masuk sudah ada seorang pria dan wanita yang menunggu mereka. Dan keduanya menyapa Nesi dan juga Takeshi.


"Selamat siang tuan dan nyonya" sapa para WO.


Takeshi hanya mengangguk.


"Beri aku satu kamar yang dekat saja!" Pinta Takeshi.


Lalu WO wanita itu menunjukkan sebuah kamar di lantai 2. Takeshi meletakkan Chio disana dan memasang kamera untuk mengawasi Chio jika nanti dia bangun.


Nesi mengelus dan mengecup Chio yang terlelap sebelum meninggalkannya.

__ADS_1


"Aku sudah sambungkan kamera dengan ponselku, jadi kamu bisa mengawasi dia jika nanti dia terbangun" jelas Takeshi sembari memberikan ponsel pribadinya kepada Nesi yanh sudah berlayar Chio yang sedang tertidur pulas.


Nesi tersenyum, menyadari jika Takeshi memang sangat memikirkan tentang dirinya dan Chio.


Lalu keduanya melangkah keluar untuk menemui kedua orang WO yang sudah menunggunya di lobi.


Mereka membicarakan semua persiapan untuk pernikahan Nesi dan Takeshi, Nesi sedikit kaget karna apa yang di rencanakan itu sangat berbeda dengan apa yang ia bayangkan. Nesi hanya menginginkan pernikahan yang sederhana, mengingat ini bukan pernikahan pertamanya. Tapi Takeshi menginginkan pernikahan yang simple tapi mewah.


Nesi sedikit melongo mendengar apa yang di inginkan Takeshi untuk pernikahannya.


"Gaun seperti apa yang ingin anda gunakan nyonya?" Tanya seorang WO perempuan. Tapi Nesi malah sedikit tersentak karna ia sendiri sedang membayangkan apa yang sedang Takeshi harapkan. Sontak saja semuanya mengalihkan pandangannya ke arah Nesi. Termasuk Takeshi juga yang terkekeh melihat Nesi yang salah tingkah.


Lalu pelan Takeshi meraih tangan kanan Nesi dengan kedua tangannya, mencoba memberikan ketenangan untuk Nesi dengan sentuhan dan senyumannya yang manis.


"Tenanglah...... Semuanya akan baik-baik saja...... Jangan takut" ucap Takeshi pelan.


Nesi tersenyum sedikit masam.


"Apa harus sebesar ini pernikahannya? Aku sedikit malu karna aku hanyalah seorang janda" jelas Nesi merasa rendah.


Takeshi memutar kursinya dan menghadap Nesi yang tertunduk lesu.


"Acara ini akan di hadiri oleh orang-orang penting dari jepang, jika aku mengadakan acara yang sederhana, bukankah itu akan merendahkan perusahaanku, aku yakin kamu akan jadi pengantin paling cantik di jepang" Takeshi mencoba menenangkan Nesi.


"Baiklah...... Carikan saja gaun mewah yang cocok untuknya. Aku akan menyusul setelah ini" pinta Takeshi kepada WO itu. Lalu iapun mengangguk dan mengajak Nesi ke sisi lain dari gedung itu.


Adiz.Ck


__ADS_1


__ADS_2