
Nesi dan Takeshi tiba di Surabaya ketika matahari sudah hampir menyembunyikan sinarnya.
Mereka menghabiskan 1 jam di dalam taxi untuk sampai ke rumah mama Anna.
Jalanan sore mulai indah dengan lampu-lampu yang sudah mulai bersinar, Membuat Nesi ingat akan masa remajanya disana. Ada rasa rindu yang selalu ia sembunyikan selama ini.
"Mah.... Pah..... Aku kangen kalian, Apa kalian masih mengingatku...." Batin Nesi dengan sendu.
Takeshi melihat Nesi nampak sedang begitu dalam memandang jalan dari balik jendela. Ia membiarkannya saja. Meski ada rasa ingin terus berbincang dengan Nesi.
Takeshi tersenyum tipis.
Nesi tersadar dari lamunannya ketika Taxi tiba-tiba berhenti di depan sebuah rumah yang cukup megah, berpagar tinggi yang di cat hitam.
Supir Taxi memencet klaksonnya beberapa kali dan seorang satpam dengan cepat membukakan pintu.
"Non Nesi..... Lama sekali tidak kesini....." Sapa satpam itu.
"Iya kang..... Ada banyak kesibukan di jakarta. Kang yahya gimana kabarnya?" Jawab Nesi dengan senyum sumringah.
"Sehat Non..... Monggo non masuk. Nyonya ada di dalam....." Jelasnya.
(Monggo*Jawa \= Silahkan)
Nesi nampak akrab dengan Kang Yahya, karna memang dia itu sudah mengabdi dengan bu Anna sejak Nesi masih sekolah di Surabaya.
Nesi nampak menenteng beberapa paperbag dan juga tas kecil.
Sedangkan Kang yahya mengambil koper kecil di bagasi mobil dan membawanya masuk.
Takeshi diam saja dan mengekor kang Yahya yang membawa koper. Ia nampak memandang sekeliling, memperhatikan pemandangan yang berbeda dengan di jepang.
"NESI......" Bu Anna terpekik sedikit kaget melihat Nesi sudah sampai di rumahnya.
Dengan cepat Nesi memeluk hangat bu Anna yang menyambut dengan penuh kasih.
"Moshi-Moshi......" ucap Takeshi dengan sembari membungkukkan badannya.
Bu Anna yang bingung harus berucap apa hanya membungkukkan badannya memberi hormat atas kehadiran Takeshi.
__ADS_1
Nesi mendudukan tubuhnya di sofa yang ada di ruang tamu. Lalu bu Anna masuk ke dalam rumah dan keluar bersama pak Yongki yang dengan penuh bahagia menyambut kedatangan Nesi dan Takeshi.
Nesi sebernya merasa canggung bertamu ke rumah mertua dengan lelaki lain.
"Jangan khawatir sayang...... Mama tidak akan berfikir buruk tentang kamu.... Kamu jangan merasa canggung begitu"
Bu Anna nampak mengerti akan kecanggungan Nesi.
"Tapi mah..... Nesi benar-benar bukan wanita yang baik mah..... maafkan Nesi" Nesi merasa bersalah.
"Tidak sayang.... Ferdilah yang telah salah menyia-nyiakan kamu sayang...... Mamapun tidak akan menghalangi jika kalian ingin berpisah. Mama merasa sangat bersalah padamu" bu Anna nampak menitikkan air mata.
"Tidak mah.... Nesi yang salah karna tidak berhasil memeliki hati mas Ferdi" Nesi menundukkan kepalanya.
"Sudahlah..... Ayo kita makan, mama sudah menyiapkan beberapa masakan untuk menyambut Mr.Takeshi....." ucap bu Anna dan segera beranjak ke ruang makan. Nesipun mengikuti bu Anna dari belakang.
Sedang Takeshi sudah berjalan bersama dengan pak Yongki. Mereka nampak akrab dan tertawa bersama.
Usai makan malam Nesi mengobrol bersama dengan bu Anna sambil menonton tv. Sedangkan Takeshi dan pak Yongki asyik menikmati malam sembari ngopi di teras atas.
Nesi yang merasa lelah karna perjalanan siang itu akhirnya terlelap di sofa tengah saat bu Anna memutuskan untuk beristirahat lebih dulu.
Takeshi melihat Nesi tengah terlelap, dan berinisitif memindahkannya ke kamar tamu yang sudah di sediakan untuk mereka.
Takeshi membopong tubuh Nesi dengan penuh hati-hati dan menidurkannya di kamar tamu, menyelimuti tubuhnya dan kemudian bergegas meninggalkan Nesi.
Namun sesuatu yang buruk terjadi ketika Takeshi hendak memutar knop pintu, tiba-tiba lampu padam dan kamarpun menjadi gelap.
Takeshi yang punya phobia terhadap gelap segera berlari ke arah Nesi dan meringkuk di samping Nesi.
Dia tak berani berteriak karna takut membangunkan Nesi. Ia menarik sedikit selimut untuk menutupi tubuhnya sendiri.
Lama Takeshi menunggu lampu hidup namun penantiannya tak kunjung berbuah manis. Akhirnya iapun terlelap di samping Nesi.
......................
"NESI......" Ferdi berteriak saat membuka kamar tamu.
Nesi yang kaget segera bangkit dari tidurnya dan mengucek matanya beberapa kali.
__ADS_1
Dia melihat Ferdi menatapnya tajam dengan penuh amarah yang membeludag. Dan satu hal yang membuat Nesi kian bingung adalah, ada Takeshi yang tidur di samping Nesi.
"Mr.... Why you.....???" Nesi mencoba bertanya, namun kata-katanya terhenti.
"It's ok..... Aku bisa jelaskan....." Jelasnya dengan kepanikan juga.
Nesi segera bangkit dari tempat tidurnya dan menghampiri Ferdi yang masih berdiri di ambang pintu.
"Mas..... tidak seperti yang kamu bayangkan...... Aku semalam ketiduran di sofa" Nesi mencoba menjelaskan.
PLAK.....
Namun yang Nesi dapat adalah tamparan di pipi kirinya.
Bu Anna yang tiba-tiba sudah hadir di belakang Ferdi memekik kaget.
"Ferdi......" ucapnya pelan.
"WANITA SEPERTI INI YANG MAMA JODOHKAN DENGANKU SELAMA INI..... SELINGKUH DAN BAHKAN TIDUR DI TEMPAT MERTUANYA..... WANITA MACAM APA......" hardik Ferdi penuh amarah.
"Aku bisa jelaskan mah...... Semalam mati lampu dan aku phobia gelap mah......" Jelas Takeshi dengan bahasa inggris.
Mama Anna menitikkan air mata. Bingung harus membela yang mana. Antara anak dan menantunya.
Takeshi nampak memohon kepada bu Anna dan memeluk kakinya. Dengan segera bu Anna memapah Takeshi dan mengajaknya duduk.
Nampaknya bu Anna mempercayai ucapan Takeshi meski tak sepenuhnya.
"Kalian selesaikanlah urusan kalian...!!!" Ucap bu Anna kepada Ferdi dan Nesi yang masih saling berhadapan.
Lalu dirinya beranjak dengan di bantu oleh Takeshi yang menuntun Bu Anna karna syok dengan kejadian tadi.
"Ayo kita duduk di luar saja..... tidak baik mendengarkan pertengkaran orang lain" ucap bu Anna yang di iyakan oleh Takeshi.
......................
Adiz.Ck
😘😘😘
__ADS_1