
"Wah..... ternyata cara kerja kamu bagus juga yah....."
Nesi membalas pujian itu dengan senyuman.
Satu minggu telah berlalu, Nesi sudah banyak mengerti tentang perusahan yang Takashi pimpin.
Ia sudah mulai andil dalam menentukan setiap langkah yang harus di ambil dalam pemasaran produk.
Walaupun Nesi belum bisa menguasai bahasa jepang, tapi ia cukup lancar untuk bahasa inggris.
Tapi Takashi masih berharap agar Nesi bisa cepat belajar bahasa jepang, mengingat hampir semua orang jepang enggan untuk mempelajari bahasa asing.
Itu karna orang jepang punya sifat yang cenderung tertutup, terutama untuk budaya dari luar.
" Seminggu lagi aku ada acara kunjungan ke prancis. Ku harap kamu mau menemaniku, dan kamu bisa sedikit belajar dari kunjungan itu" Takashi menjelaskan.
Nesi pikir itu adalah kesempatan yang bagus untuk dia mengasah dan menimba ilmu.
Sebenarnya Nesi merasa sangat tidak berguna untuk berkontribut di perusahaan yang sangat besar itu, pengalamannya sangat minim.
Tapi mendapat pujian dari Mr.Takashi membuat semangatnya kembali tumbuh untuk memapah ilmu yang belum pernah ia tau sebelumnya.
"Baiklah.... saya akan ikut" Nesi menyetujui ajakan Takashi.
DDRRRTTT DDRRRTTTT
Ponsel Nesi berdering, nampak nama Eza terpampang disana.
"Hallo...."
"Kak..... Dokumen sudah siap kak.... kapan kak Nesi pulang?"
"Tunggu dulu zaa.... aku merasa tak enak melakukan hal itu dengan paksa. Walaupun ferdi sudah jahat denganku. Tapi orang tuanya tidak" Nesipun diam.
"Lalu selanjutnya bagaimana kak?"
"Aku akan minta izin mama Anna"
"Baiklah.... aku akan menunggu"
"*Untuk kepulanganku belum bisa di pastikan, karna minggu depan aku ada tugas kerja ke prancis"
"Prancis..... mama Anna kan berobat ke prancis" Ezza berkata dengan semangat.
Nesi menyadari sesuatu.
"Oh iya ya Zaa..... aku sampai lupa. Aku akan jenguk mama dan papa disana"
"Baiklah.... lanjutkan kerjamu kak!!"
Lalu telfonpun mati.
Nesi kembali merasakan kebahagiaan.
__ADS_1
Andai aku bisa menikmati kebahagiaan ini sedikit lebih lama lagi....
......................
"Gimana.... mau jalan kemana ini? Rapat dan urusan sudah selesai. Kamu ada tempat yang pengen di kunjungi?"
Takeshi memberikan pertanyaan kepada Nesi.
"Setidaknya itu bisa menghiburmu Sayang sekali kan jika jauh-jauh udah pergi ke prancis tapi hanya menyelesaikan masalah pekerjaan"
Takeshi mencoba memberikan Nesi pilihan. Toh ia sudah sangat sering kesana. Rasanya tidak asyik jika dia yang memilih tujuan wisatanya.
"Terserah Mr.Takeshi aja. Kan mister lebih tau tempat yang bagus disini"
"Baiklah..... ayo kita paris aja,,, disana banyak sekali tempat yang menarik.... kamu pasti akan suka...."
Nesi sangat senang mendengarnya, namun ada kesedihan juga disana.
Nesi membayangkan jika ada seseorang yang mencintai Nesi dan bisa berlibur atau sekedar menikmati hari bersama. Sayangnya itu sangat sulit untuk Nesi.
Mobil terus melaju, Nesi terus menatap jalan di depannya. Tempat yang asing, tapi mampu memberikan ketenangan dan juga kebahagiaan.
Ia mulai enggan untuk pulang ke tempat yang ia sebut sebagai rumah.
Mobilpun berhenti di lobi hotel. Nesi
dan Takeshi turun. Mereka nampak seperti pasangan muda yang sangat serasi.
Nesi yang cantik, anggun dan punya wajah manis kulit putih bersih. Tatapan mata yang memikat. Dan juga senyum yang senantiasa ia sunggingkan.
Di padu padan dengan atasan blouse warna putih. Setidaknya itu cukup staylish untuk mengimbangi siapa yang berjalan bersamanya.
Sedang Takeshi sudah tidak di ragukan lagi, dia sudah pandai memadupadankan pakaiannya, terlebih untuk acara-acara formal di setiap negara.
Meski itu bukan pertama kalinya Nesi berjalan di samping Takeshi, tapi Nesi tetap merasa canggung.
Banyak orang yang memperhatikan mereka. Dan itu membuat Nesi merasa malu.
Takashi segera sadar dengan Nesi yang sedikit berjalan jauh di belakangnya. Ia segera memperlambat langkahnya.
Nesi berjalan sangat menunduk kala itu, hingga ia tak sadar jika Takeshi berada di depannya.
BRRUUKK..
Nesi menabrak Takeshi tapi dengan segera ia menangkap tubuh Nesi yang hampir terjerembab ke lantai.
Sontak hampir seisi hotel mempehatikan keduanya. Pipi Nesi memerah seketika.
"Kenapa kamu menjaga jarak denganku?" Takeshi sedikit berbisik.
"Banyak orang memperhatikan kita"
__ADS_1
Nesi menjawab dengan malu.
"Itu karena hotel ini milik dady...." Takeshi sedikit menjelaskan. Dan ia segera menggandeng tangan Nesi. Mengajaknya berjalan bersama.
"Nanti aku kenalin ke dady, kamu jangan menolak" Pinta Takeshi.
Nesipun mengangguk.
Sesampainya di kamar hotel Nesi segera merebahkan diri di kasurnya. Mengatur detak jantung yang sangat tidak berirama.
Itu bukan pertama kalinya Takeshi menggandeng tangan Nesi. Waktu di jepangpun begitu.
Tapi karna di jepang orang-orangnya cuek, jadi Nesi masih bisa sedikit mengontrol. Sedangkan di prancis....
Hampir semua seisi hotel memperhatikan mereka. Apa jadinya jika di antara mereka ada orang yang mengenal Nesi. Dan tau jika Nesi sudah memiliki keluarga.
Akan di bawa kemana kelangsungan keluarga mereka. Namun Nesi berusaha untuk menenangkan dirinya.
"Ah bodo..... lagian keluarga aku dan mas ferdi itu sudah retak" Pikiran Nesi mencoba memberontak.
TING.....
Ada pesan masuk. Nesi menengoknya.
"Jalan besok aja yah! Aku capek.... nanti kita makan malem bareng, aku akan ajak kamu ke resto enak disini"
Pesan dari Takeshi.
"Ok!!!!" Nesi membalas singkat.
"Ini hanya masalah pekerjaan saja. kamu jangan ke GRan Nesi..... apa ini karna kamu haus akan perhatian..... Baru di kasih perhatian dikit aja kamu udah baper"
Nesi terus mengumpati dirinya. Mengutuk kebodohannya.
"Mam...... Aku di Four seasons hotel George"
Nesi mengirim pesan singkat kepada mama Anna, ibu mertuanya.
"Really......????" Ada nada keterkejutan dari pesan singkatnya.
tak lama ponselpun berdering.
DDDRRRRTTTT DDRRTTT
&&&&&
Adiz.Ck
Makasih ya reader atas like n komennya. jangan lupa vote juga ya!!! Semoga kalian suka dengan karya saya. 😘😘😘
Jangan sungkan untuk kasih kritik atau saran. itu sangat membantu untuk kemajuan saya.
love you all....
__ADS_1
💖💖💖