ISTRI YANG TAK DICINTAI

ISTRI YANG TAK DICINTAI
eps 33


__ADS_3

"Kamu pikir aku akan mudah percaya dengan penjelasan nihonjin (orang jepang) itu Nes..... Tidak semudah itu Nes. Walaupun aku mencumbu dan mendapatkanmu dengan keadaan suci, tapi setelah melihat kejadian tadi....." Ferdi melegos dan memandang jijik ke aeah Nesi.


"Dasar lelaki tak tau diri..... Aku tak peduli kamu mau percaya denganku atau tidak. Aku sudah tak peduli denganmu mas...... Kemarin kamu memohon-mohon untuk tetap bersamaku ingin memperbaiki semuanya, nyatanya apa sekarang? Hal seperti ini saja kamu sudah tidak percaya denganku, menamparku dan menghinaku. Keputusanku semakin bulat untuk berpisah denganmu....." Nesi begitu geram mendapat makian dari Ferdi.


Lalu tanpa mendengar ucapan Ferdi lagi, Nesi berjalan cepat menemui mama Anna yang sedang duduk di teras sembari sesekali menyeka air matanya.


"Mah....." Panggil Nesi sambil berdiri di ambang pintu memperhatikan mertuanya itu.


"Kemari nak....." Panggil mama Anna sambil berusaha untuk terlihat tegar.


Nesi langsung berlari dan memeluk kaki mertuanya itu. Tangis Nesi tak terbendung lagi.


"Maafkan Nesi mah, kedatangan Nesi malah membuat mama sedih. Harusnya Nesi tidak kesini....."


"Tidak Nak....."


"Tapi percayalah ma.... Nesi tidak melakukan apapun dengan Mr.Takeshi. Nesi bahkan tidak tau jika Mr berada di kamar itu" Nesi mencoba menjelaskan dengan isak yang tak juga berhenti.


Bu Anna nampak ikut sedih mendengar ucapan Nesi dan tangisnya kian keras.


"Mama tau nak.... Mr. sudah menjelaskan semuanya. Mamapun tak tau jika Ferdi akan datang kesini dan sepagi ini" Jelas mama.


"Sepertinya Nesi harus mengambil tindakan apa yang seharusnya Nesi ambil mah..... Maafkan jika Nesi mengecewakan mama dan papa" Nesi kian kencang memeluk kaki mertuanya itu.


"Mama mengerti nak.... lakukanlah jika itu baik menurutmu, tapi jangan lupakan mama ya nak....." bu Anna kian terisak.


Sedangkan pak Yongki hanya diam melihat pemandangan sedih itu, dan memilih untuk masuk ke dalam rumah dan menemui Ferdi.


"Ferdi..... Kapan kamu datang...." Sapa pak Yongki mencoba menyambut Ferdi.


"Tadi pah, papa sudah sehat?" Tanya Ferdi sembari mengatur amarahnya yang masih panas.


pak Yongki duduk menjejer Ferdi di sofa ruang tamu, dan menepuk pundak Ferdi pelan.


"Tenanglah nak..... Tak semuanya yang kamu lihat itu adalah kenyataannya. Dan tak semua yang buruk nampaknya, buruk juga aslinya" pak Yongki mencoba mengingatkan Ferdi.

__ADS_1


Ferdi hanya terdiam dan tak merespon.


......................


"Maafkan saya Nes..... gara-gara saya kamu jadi kena marah suamimu" ucap Takeshi ketika berada di dalam taxi saat perjalanan ke bandara.


"Bukan salah anda Mr..... Hubungan saya dengan suami saya memang sudah tidak baik sejak dulu" Nesi berkata dengan nada sedih yang tak bisa ia sembunyikan.


"Ikutlah saya ke jepang dan lupakan semuanya, mulailah kehidupan yang baru" pinta Takeshi.


"Tidak baik jika saya kabur dari masalah saya. Setidaknya saya harus bercerai dari mas Ferdi dulu" jawab Nesi seadanya.


"Bukan kabur, tapi sedikit menenangkan diri" Jelas Takeshi.


"Akan saya fikirkan Mr"


Takeshi paham dengan kesedihan Nesi, terlihat dari raut mukanya yang masih murung, dan iapun berhenti untuk bercakap dengan Nesi dan memilih untuk membiarkan Nesi dengan kesedihannya.


......................


"Kenapa mama sama papa menerima mereka di rumah kita?" Tanya Ferdi kepada kedua orangtuanya.


"Tidak ada perempuan baik yang mengajak lelaki lain untuk bertamu ke rumah mertuanya, hal bodoh apa yang ada di fikirannya......" Ferdi merasa tak terima dengan pembelaab ibunya itu.


Bu Anna hanya menghela nafas.


"Papa yang meminta Takeshi untuk sekedar berkunjung kesini, karna papa berhutang budi padanya. Dia datang dari jauh Fer" Pak Yongki mencoba mengubah pengubah pikiran buruk Ferdi.


"Lalu kenapa dia malah datang bersama istri orang, dan bahkan tidur dengannya......" Ferdi masih saja emosi.


"Semua orang pernah melakukan kesalahan Fer, termasuk kamu juga melakukannya kan?" bu Anna nampak sedikit mempertanyakannya.


Ferdi hanya diam.


"Termasuk mamapun pernah melakukannya, seharusnya mama tak pernah menjodohkan kamu dengan Nesi" bu Anna terisak.

__ADS_1


"Sungguh malang nasibnya, mendapatkan suami yang tak pernah mencintainya, bahkan selalu di anggap buruk olehnya" isak bu Anna kian keras.


Ferdi seolah membatu mendengar ucapan bu Anna.


Pak Yongki merangkul istrinya dan mencoba menyandarkan tubuhnya di pundak pak Yongki.


"Ferdi juga salah ma...... Ferdi sudah berusaha untuk mempertahankan Nesi, tapi ia masih kekeuh dengan perceraiannya" pandangan Ferdi kosong.


"Kamu fikir akan mudah Fer memaafkan kamu dengan semua kesalahanmu selama ini??? Semua orang akan berfikir Nesi bodoh karna telah bertahan denganmu selama ini yang tak punya perasaan itu" Bu Anna terus menghardik Ferdi dan menyudutkannya.


"Dia terlalu kuat selama ini Fer, kamu fikir perempuan lain akan mampu bertahan selama itu tanpa dicintai oleh suaminya? tidak Fer....." bu Anna nampak sudah sedikit emosi mengingat perlakuan anaknya kepada Nesi.


"Hanya karna dia merasa berhutang budi terlalu banyak kepada mama dan papa makanya dia terus bertahan selama ini, dia tidak ingin mengecewakan mama...... " bu Anna dan pak Yongki bangkit dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan Ferdi yang masih termenung di sofa.


Perasaan Ferdi benar-benar kacau dan terombang ambing.


Hanya sesal yang tertinggal di hati Ferdi.


......................


Adiz.Ck




Semoga tidak bosan baca novel pertama saya yah......



Jangan lupa vote, like and komen juga.



love you readers......

__ADS_1



😘😘😘


__ADS_2