
Malam itu bu Anna, pak Yongki dan Juga Nesi sedang menikmati makan malam, mereka sedikit terkejut ketika melihat Ferdi pulang.
Ferdi merasa canggung melihat ketiga orang tersebut terlihat sangat akrab dalam bercakap.
Tanpa malu-malu Ferdi segera menghampiri mama dan papanya.
"Mah pah..... kalian ternyata kesini?"
Namun bu Anna dan pak Yongki nampak hanya diam dan melanjutkan makannya.
Nesi merasa canggung melihat sikap orang tua Ferdi kepada Ferdi.
"Mas.... tumben sekali pulang cepat"
Nesi berkata manis sambil menyiapkan Nasi untuk Ferdi.
Ferdipun segera makan. Ia merasa sangat di kucilkan. Yang semula suasana ruang makan terasa begitu riang dan harmonis, berubah setelah Ferdi bergabung dengan mereka.
Setelah menyelesaikan makannya, tanpa pamit Ferdi bergegas pergi ke kamarnya.
Bu Anna tampak melirik kepergian Ferdi.
"Mah.... pah.... kenapa mama sama papa begitu sama mas Ferdi??" Nesi merasa sedikit iba melihat sikap kedua mertuanya ke Ferdi.
"Kamu jangan belain orang yang nggak bener Sayang..... biarkan dia menerima ganjaran atas sikapnya selama ini" Jawab bu Anna nampak penuh emosi.
Nesi hanya bisa menghela nafas.
......................
Hari demi hari belum kian membaik, hubungan Ferdi dan kedua orang tuanya masih belum berkembang. Sampai akhinya orangtua Ferdi memutuskan pulang ke surabayapun hubungan mereka masih sama.
Susah payah Nesi mencoba mengakrabkan mereka, namun sia-sia.
Ferdi merasa sedikit marah dengan orang tuanya. Karna mereka terlalu membela Nesi. Niat baik Ferdi yang semula ingin menerima Nesi ia urungkan kembali, meski sebenarnya ia sudah bisa menerima kehadiran Nesi di sisinya.
Sedangkan Vika yang sempat marah pada Ferdi malah balik mengejar Ferdi dan meminta Ferdi untuk menikahinya secara resmi karna anak yang di kandungnya.
Dengan terpaksa Ferdi harus menyiapkan semua keperluan untuk pernikahannya dengan Vika.
Tentu saja acara itu di rahasiakan dari siapapun, hanya Vika Ferdi dan beberapa kerabat Vika.
Vika sangat senang menjadi istri sah Ferdi, iapun ingin segera memamerkan statusnya itu.
__ADS_1
Siang itu Nesi yang sudah pulih memutuskan untuk kembali bekerja di kantornya.
Tak di sangka Vika mengetahui jadwal Nesi dan menunggunya di lobi saat jam istirahat tiba.
Nesi sedikit kaget ketika melihat Vika berdiri dan menatapnya. Ia mencoba cuek dan menghindari Vika.
"Hey kamu..... Nesiana Putri...."
Mendengar namanya di panggil, Nesi menatap Vika tajam. Begitu juga dengan beberapa orang di lobi yang beralih memperhatikan Vika dan Nesi.
Nesi nampak mendekat tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Kamu tau ibu Nesi..... suamimu telah berpaling.... dan sekarang kedudukan kita itu sama.... istri dari pak Ferdi Handoko" Vika berkata cukup keras saat itu, sehingga banyak orang yang akhirnya menggunjingkan Nesi.
"Apa maksud kamu.... dasar perempuan perebut suami orang..... kamu pikir kamu bisa membanggakan itu???" ucap Nesi ketus.
"Heh..... aku bangga dong.... yang jelas.... aku bisa hamil anaknya si Ferdi. Sedangkan kamu???" Vika nampak mendengus penuh dengan ejekan.
"Apaaa..... nggak mungkin" Nesi sangat syok mendapati kenyataan itu.
"Nggak mungkin bagaimana.... kamu nggak liat perutku sudah begini" Jelas Vika sambil menunjukkan perutnya yang sudah membuncit.
Air mata Nesi sudah menggenang di pelupuk mata. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana bisa suaminya menghamili wanita lain, sedangkan dirinya malah belum pernah terjamah sedikitpun.
"Salah siapa jadi istri kok nggak bisa hamil"
"Kamu jangan mimpi..... jika mas Ferdi di keluarkan dari perusahaan, dia tak punya apa-apa lagi untuk membiayai hidupmu. Dan aku akan menjadikan itu kenyataan" ucap Nesi ketus.
"Kamu jangan berharap tentang warisan keluarga, semua usaha milik orang tua mas Ferdi, semuanya sudah menjadi milikku"
Nesi geram, lalu melangkah menjauh dari Vika.
Vika yang masih nampak tertegun dengan jawaban Nesi masih terdiam sambil mencerna semua ucapan Nesi.
"AARRGGGHHH Kenapa kamu sebodoh itu Ferdi..... kenapa kamu miskin Ferdi...." umpat Vika penuh emosi dan kemudian meninggalkan lobi yang sudah mulai ramai dengan orang yang memperhatikan pertengkaran Nesi dan Vika.
Disisi lain Vika yang menahan tangisnya segera berlari ke toilet dan melepaskan beban di pelupuk matanya.
Ia sangat kecewa dengan Ferdi, luka yang di berikan Ferdi kian menghujam ke dalam hati Nesi yang rapuh.
Setelah sedikit lega. Ia segera pergi dengan mobilnya, iq pulang ke rumah dan menyiapkan semua dokumen untuk menggugat cerai suaminya.
Nesi sudah geram dan ingin segera mengakhiri semuanya.
__ADS_1
Sebelum berangkat ia sempat menelfon bu Anna.
Bu Anna nampak memberikan dukungan kepada Nesi. Bahkan Nesi sempat mengatakan akan mengembalikan usaha milik keluarga Ferdi yang tengah Nesi pegang. Tapi bu Anna menolak.
"Kamu berhak memiliki itu sayang.... mama percaya padamu" Nesipun menurut.
Kemudian Nesi segera melajukan mobilnya dan segera mendaftar perceraian itu.
"Zaa.... kirimkan video mas Ferdi yang waktu itu kamu rekam di restoran" Nesi mengirimkan pesan kepada Ezza.
Tak lama berselang, Ezzapun segera membalas dan mengirimkan videonya.
Hampir 2 jam Nesi mengurus semuanya. Saat selesai Nesi merasa sangat lega dan segera kembali ke rumahnya.
......................
"Baby..... kamu tau nggak!!! Ternyata Ferdi itu miskin.... dia nggak punya apa-apa. Istrinya sudah menguasai semuanya milik Ferdi" Vika berkata kepada seorang lelaki yang duduk sangar di sebuah sofa apartemen.
"Lalu kita harus apa???" Lelaki itu nampak marah.
"Aku nggak mau ngelahirin anak ini. Bisa susah nanti kalo anak ini lahir, sedangkan Ferdi nggak ngasih biaya perawatan" Jelas Vika geram.
"Ya sudah gugurkan saja....." Jawab lelaki itu santai.
"Tapi ini kan anak kamu....." ucap Vika nampak sedikit kecewa.
"Cih... jangan munafik... kamu tidur dengan banyak lelaki. Nggak mungkin kalau itu cuma anakku" Lelaki itu berkata dengan jijik.
"Gugurkan saja!!!" ucap lelaki itu nampak mencoba meyakinkan Vika.
"Aku antar besok....." ucapnya lagi.
"Ya sudahlah....." Vikapun pasrah dan tak coba menolak.
Toh Vika akan merasa kerepotan jika harus mengurus anaknya. Dia tidak siap untuk memiliki anak.
......................
Adiz.Ck.
Makasih yang sudah membaca Novel pertama saya.
semoga kalian suka.
__ADS_1
love you all.....😘😘