ISTRI YANG TAK DICINTAI

ISTRI YANG TAK DICINTAI
eps 38


__ADS_3

"It's ok...... Aku baik-baik saja...." Nesi menyembunyikan kesedihannya.


"Apa kamu mengkhawatirkannya?" Tanya Takeshi sembari memandang perut Nesi.


Nesi hanya diam.


"Tenang saja..... Aku akan menyayanginya. Dia pasti akan jadi anak yang baik sama seperti ibunya. Aku akan menanggung semua kebutuhanmu dan anakmu" ucapan Takeshi membuat Nesi kian sedih di buatnya.


"Apa tidak sebaiknya aku pulang saja ke jakarta?" Nesi berkata dengan ragu.


"Jangan...... Aku sungguh akan menyayangimu dan anak ini....."


Nesi merasa tersentuh dengan ucapan Takeshi dan ia tak mampu membendung air matanya lagi.


"Gomen nasai (Maafkan saya)..... jika Aku merepotkan Mister" Nesi kian keras tersedu.


Takeshi mendekat dan mengusap pucuk kepala Nesi.


"Tenanglah.... Ayo kita pulang"


Nesi hendak melangkah turun dari ranjang. Tapi Takeshi segera menghentikan gerakan Nesi.


Takeshi dengan lincah meraih tubuhnya dan membopong Nesi keluar dari kamar pemeriksaan.


Seketika muka Nesi memerah karna perlakuan Takeshi.


"Jangan seperti ini Mr......" Nesi sedikit menolak.


"Diamlah...!!! Atau ku tinggal kau disini.....?" Ancam Takeshi sembari tersenyum. Tentu saja Nesi menggeleng dan menuruti perintah Takeshi.


Dengan sedikit ragu Nesi merangkulkan tangannya di pundak Takeshi, sedangkan mukanya hanya bisa tertunduk karna menahan malu.


Hari itu Takeshi menyerahkan semua urusan kantor kepada Ryu, Nesi sempat tidak enak dibuatnya.


Dengan senang Takeshi menemani Nesi yang seharian hanya berbaring di ranjang. Mereka mengobrol dan bercanda bersama. Sampai akhirnya Nesi terlelap.


Saat Nesi terbangun esok harinya ia masih mendapati Takeshi yang sedang tertidur di sofa yang berada tepat di samping ranjang Nesi.


Lama Nesi menatap raut muka Takeshi yang sedang terlelap. Ia merasakan ketenangan dan rasa aman ketika berada di samping Takeshi.


"Apakah pantas???" Batin Nesi membayangkan jika dirinya bersanding dengan Takeshi. Namun secepat kilat Nesi menepis lamunannya itu.


UUUEEEEE...... UUUEEEEE.....


Rasa mual yang hebat tiba-tiba menyerang Nesi, dan dengan cepat Nesi berlari ke kamar mandi.


Takeshi yang mendengar kegaduhan segera terbangun dan matanya langsung tertuju ka arah ranjang di hadapannya.


Menyadari Nesi tak ada disana, matanya langsung menjelajah ruangan dan akhirnya mendengar Nesi sedang muntah-muntah di kamar mandi.

__ADS_1


Dengan gugup Takeshi segera menghampiri Nesi dan mengelus punggung Nesi agar muntahnya cepat reda.


Setelah beberapa menit akhirnya Nesi merasa sedikit lega. Takeshi dengan penuh perhatian memapah Nesi kembali ke ranjangnya.


Setelah menyelimuti tubuh Nesi, ia bergegas pergi dari kamar Nesi dan kembali dengan segelas teh hangat.


"Minumlah!!! ini akan meredakan rasa mualmu" ucap Takeshi sembari menyodorkan cangkir ke bibir Nesi.


"Aku bisa minum sendiri......" Nesi menolak di suapi.


"Jangan..... Nanti tumpah" Takeshi masih kekeuh untuk meminumkan teh itu.


Akhirnya dengan sedikit ragu Nesi meminum teh itu.


"Gimana....??? Sudah baikan?"


Nesi mengangguk.


"Hari ini aku ada rapat dengan dewan komisaris, jadi aku harus meninggalkanmu sebentar" Ada nada sedih di balik ucapan Takeshi yang tak bisa menemani Nesi karna kesibukannya.


"Tidak apa-apa Mister...... Anda sudah memperhatikan saya saja itu sudah membuat saya bahagia"


Takeshi tersenyum.


"Baiklah...... Aku harus bersiap-siap" Lalu Takeshi meninggalkan Nesi yang tersenyum meski di paksakan.


......................


Ryu sedang menggarap beberapa dokumen yang ada di meja kerjanya, saat ia menyadari atasannya sedang bersiap-siap dengan jasnya.


"Kenapa buru-buru mister??" Ryu tampak bingung dengan CEOnya yang tiba-tiba pulang sebelum jamnya.


Biasanya CEOnya adalah orang yang sangat disiplin waktu, ia enggan untuk pulang meski jam kerja sudah berlalu berjam jam yang lalu. Bahkan tidak jarang CEOnya akan pulang ketika malam sudah teramat larut, disanalah peran Ryu di perlukan 24jam. Ia harus menjemput CEOnya pulang.


"Aku ada urusan...... Telfon aku jika ada yang penting!!" Takeshi berkata sambil terus berjalan.


Ryu mengangguk dan membiarkan atasanya berlalu pergi.


"Kenapa tidak mengajakku? biasanya dia memintaku untuk menyetirkannya......" Ryu sedikit bingung dengan kebiasaan atasannya yang tiba-tiba berubah.


Takeshi merasa tidak tenang meninggalkan Nesi meski ia sudah mengutus seorang suster untuk mengawasi Nesi.


Takeshi menyetir dengan sedikit cepat, rasanya ia sangat ingin sampai di rumah lebih cepat.


Ia sempat melihat toko bunga di tepi jalan, namun Takeshi terus melaju, semenit kemudian ia menyadari sesuatu dan memutar balik mobilnya. ia berhenti tepat di depan toko bunga.


Dia memasuki toko bunga dengan senang. Kemudian memesan 1 buket bunga mawar merah.


Takeshi kembali ke mobilnya setelah mendapatkan buket bunga yang ia inginkan. Dengan perasaan yang berbunga bunga ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali ia melihat mawar yang ia letakan di jok sebelahnya, kemudian tersenyum penuh arti.

__ADS_1


Sesampainya di vila Takeshi langsung berlari kecil ke kamar Nesi.


"Nesi-chan......." Panggil Takeshi sembari mengintip dari pintu yang sedikit terbuka.


Nesi yang sedang mengetik dokumen segera menolehkan pandangannya kepada Takeshi yang sedang tersenyum manis menatapnya.


"Aduh..... Sedang apa kamu?? Kamu tak boleh banyak beraktifitas....." Takeshi menghampiri Nesi di meja kerjanya dan menarik Nesi kemudian menyuruhnya duduk di tepi ranjang.


"Aku sudah sehat Mister......" Nesi menjelaskan tentang keadaannya yang sudah membaik.


"Mulai hari ini kamu harus menjaga diri, jangan bekerja terlalu berat dan jangan pergi ke kantor" Jelasnya.


"Apa itu berarti Mister memecatku?" Nesi sedikit panik.


Takeshi hanya terkekeh.


"Diamlah...... Aku akan memberikan semua yang kamu inginkan. Turuti saja perintahku" jelas Takeshi.


Nesi khawatir tentang biaya hidupnya, tidak selamanya kan dia akan bergantung hidup kepada Takeshi.


"Oh ya..... Apa kamu suka bunga?" Pertanyaan Takeshi mengalihkan pikiran Nesi yang sedang khawatir. Dengan cepat ia mengangguk. Kemudian Takeshi mengambil buket bunga yang ia letakkan di luar kamar dan memberikan buket itu kepada Nesi.


Mata Nesi langsung berbinar-binar mendapatkan buket bunga itu. Lalu menghirup harum bunga itu.


"Harum sekali...... Aku sangat menyukainya..... Arigatou gozaimasu" (Terimakasih)


Lalu Nesi menyiapkan vas bunga dan mengisinya dengan air dan menata bunga cantik itu.


Takeshi memandang dengan perasaan bahagia.


"Aku berharap bisa memberikanmu kebahagiaan Nesi-chan" Takeshi bergumam dalam hati.


Adiz.Ck




Siapa yang bertanya-tanya tentang visual Nesi????



Saya kasih, tapi maafkan jika tidak sesuai harapan kalian...... 😊😊



![](contribute/fiction/1696502/markdown/15587298/1611219126830.jpg)


__ADS_1


Love you all......😘


__ADS_2