
Setelah sekian waktu disibukkan dengan persiapan pernikahan.
Akhirnya hari itupun tiba. Hari dimana Nesi dan Takeshi akan benar-benar mengumumkan tentang pernikahan mereka yang selama ini hanya untuk status negara saja.
Matahari mulai meninggi ketika Nesi selesai dimake up. Lalu setelah itu Nesi keluar dari kamar gantinya dengan di gandeng oleh ibu mertuanya yang tersenyum penuh rona bahagia.
Hari itu di khususkan untuk tamu dari keluarga saja. Jadi memang hanya ada keluarga Takeshi dan juga Nesi.
Takeshi mengutus beberapa orang kepercayaanya untuk menjemput orang tua Nesi dan beberapa saudara dekatnya.
Nesi sangat senang ketika Takeshi mau mengerti tentang keadaan keluarganya yang memang tinggal di tempat yang jauh.
Hubungan Nesi dan juga keluarganya memang sudah jauh lebih baik ketika ia memutuskan untuk menceritakan semuanya tentang pernikahannya dengan Ferdi.
Tentu saja itu semua atas bimbingan Takeshi yang selalu meminta Nesi untuk sekedar mengirim surel ataupun email kepada orang tuanya di Indonesia. Bahkan tak jarang pula Takeshi menyuruh Nesi utuk membelikan hadiah untuk di paketkan kepada orang tuanya.
Dan usaha itu kian berbuah manis pada akhirnya. Mereka mau mengerti keadaan Nesi dan kali ini merekapun hadir disana untuk menghadiri pernikahan Nesi dan Takeshi.
Nesi mulai menuruni anak tangga. Semua tamu undangan memandang Nesi dengan tatapan takjub. Nesipun tersenyum dengan hati berbunga-bunga.
Nesi terlihat sangat cantik dengan kulit putihnya juga tubuhnya yang menawan. Gaun krem yang ia pakai tergerai di anak tangga dengan eloknya. Buket bunga yang ia bawa menambah anggun penampilan Nesi. Rambutnya yang sedikit ikal di ikat dengan elok dengan hiasan bunga yang sederhana tapi sangat elegant.
Orang tua Nesi menghampiri dan menggantikan ibu Takeshi yang menuntun Nesi. Lalu Ibu Takeshi berpindah ke samping Takeshi yang sudah berdiri di panggung utama sembari menunggu Nesi tiba disana.
__ADS_1
Takeshi berdiri gagah dengan setelan jas berwarna krem juga, senada dengan gaun yang Nesi kenakan. Rambutnya di tata rapih dengan gel. Begitu juga dengan Chio yang di gandeng Takeshi. Chio sangat imut dan lucu. Senyumnya tak henti ia sunggingkan membuat tamu undangan memandangnya dengan gemas.
Pelan Nesi menaiki anak tangga ke panggung. Takeshi menatap Nesi dengan tatapan yang begitu dalam, ia begitu bahagia kali ini. Menatap wanita yang sungguh ia cintai sedang berjalan menghampirinya.
Saat tinggal beberapa langkah dari hadapan Takeshi, Takeshipun mengulurkan tangannya untuk menerima gandengan tangan Nesi yang mulai ia lepaskan dari ibunya.
Nesi tersenyum manis sebelum akhirnya menerima uluran tangan itu. Lalu ia berjalan dan memposisikan dirinya di samping Takeshi.
Pemandangan yang sangat sempurna.
Acarapun di mulai. Semua orang nampak sangat bahagia menhadiri pernikahan itu. Kecuali satu orang, Kenzi.
Ya...... Kenzi hadir disana. Tapi ia enggan untuk membuat gaduh, itu akan membuat reputasi semuanya menjadi anjlok jika itu sungguh terjadi. Kenzi memang sedikit bersembunyi di antara banyak orang agar tidak terlalu kentara kehadirannya.
Kenzi memperhatikan Nesi dan Takeshi dengan tatapan penuh cemburu. Ia hanya diam untuk saat ini, tapi ia sedang menunggu waktu yang tepat untuk bertindak.
Suara riuh tepuk tangan dari para tamu undangan memenuhi gedung setiap Takeshi melakukan sesuatu yang romantis untuk Nesi.
Keduanya hanya tersenyum sembari memandang para tamu undangan.
Ketika hari sudah menjelang sore para tamupun satu persatu mulai berpamitan dan mengucapkan selamat kepada Takeshi dan juga Nesi.
Tibalah Kenzi yang dengan langkah yang mantap menaiki pelaminan untuk menghampiri Nesi dan juga Takeshi.
Tatapannya tajam dan membunuh. Nesipun sedikit kaget ketike melihat Kenzi yang sudah berdiri disana. Ia sungguh tak menyangka jika dia akan hadir disana.
__ADS_1
Takeshi menyambut Kenzi dengan pelukan hangatnya. Lalu menepuk nepuk punggung Kenzi dengan senang. Takeshi memang tidak tau jika Kenzi dan Nesi punya hubungan yang lumayan dekat.
Kenzi hanya tersenyum kecut lalu mendorong tubuh Takeshi. Takeshipun sedikit terpental ke belakang.
"Ada apa......???" Takeshi bertanya dengan bingung. Ia menatap Kenzi dangan sebuah pertanyaan besar.
"Teganya kamu menyembunyikan dia dariku??? Bahkan sekarang kamu merebut dia dariku?" Bentak Kenzi sembari menatap mata Takeshi dan juga Nesi secara bergantian.
"Memangnya kenapa? apa kamu ada hubungan special dengan Nesi?" Takeshi sedikit bingung.
Kenzi mengangguk sembari menyapukan pandangan ke seluruh ruangan yang sangat luas itu.
"Kamu tau Nes...... Harusnya yang jadi pengantin bersamamu itu aku..... AKU....... TAPI KENAPA KAMU MEMILIH DIA.....?????" Nada bicara Kenzi mulai meninggi. Kenzi menatap Nesi dengan tatapan tajam, bahkan telunjuknya menunjuk-nunjuk ke arah Nesi berkali-kali.
Nesi hanya diam, bingung harus berbuat apa.
"KAMU TAU NES...... HARUSNYA KAMU NIKAH SAMA AKU...... AKU YANG SUDAH MEMANIPULASI SEMUANYA....... AKU SUDAH MENGATUR TENTANG PERCERAIANMU DENGAN FERDI MESKI IA AMNESIA...... ITU SEMUA KARENA AKU......!!!!!" Bentak Kenzi tanpa mengalihkan pandangannya.
Nesi menutup mulutnya yang kaget dengan kedua tangannya.
Ia sungguh tak percaya jika Kenzi yang selama ini ia kenal baik malah berbuat seperti itu kepadanya.
"APPAAAAA????"
Adiz.ck
__ADS_1